Malino Akan Dilengkapi Museum Terbesar di Timur Indonesia

SUNGGUMINASA-JN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa berencana membangun museum perdamaian di Kota Malino. Hal itu untuk menyempurnakan perhelatan beautiful Malino, yang ditargetkan masuk dalam agenda wisata nasional.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, museum tersebut akan menjadi museum terbesar di Kawasan Timur Indonesia. Museum itu sekaligus untuk mengingatkan masyarakat, bahwa dari kota bunga ini pernah lahir perjanjian damai untuk Poso dan Ambon, yang digagas oleh Wakil Presiden M Jusuf Kalla.

“Ini menandakan bahwa dari Malino pernah berkontribusi besar untuk kedamaian dan perdamaian tanah air kita,”ungkapnya saat ekspose even beautiful Malino di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Senin (9/7/2018).

Dia menambahkan, Pemkab Gowa juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk membangun kebun raya Malino. Perbaikan infrastruktur pendukung juga terus digenjot.

Adnan memaparkan, saat ini telah dilakukan perbaikan dan pelebaran jalan poros malino sepanjang 64 kilometer. Pemkab Gowa juga telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan pintu gerbang Malino, revitalisasi hutan pinus, serta membangun area pedistrian sepanjang 6 kilometer.

“Kami akan terus berbenah untuk menata dan mempercantik Malino sebagai salah satu destinasi wisata nasional. Apalagi Malino menjadi destinasi yang lengkap mulai karena memiliki beragam destinasi alam serta memiliki kekayaan sejarah,”tuturnya.

Sementara itu, Deputi Wilayah 1 Kementerian Pariwisata RI I Gede Pitana menyampaikan terimakasihnya kepada Pemkab Gowa yang menyadari pentingnya melakukan even pariwisata seperti beautiful Malino.

“Ini merupakan cara yang sangat efektif dalam memperkenalkan daerah. Dan saya yakin ini menjadi even yang ditunggu-tunggu,”jelasnya didampingi Deputy Director of Promotion wilayah Sulawesi, Ita dan Sekretaris Deputi Edy Wardoyo.

Menurut I Gede, Untuk dapat masuk dalan agenda wisata nasional lanjut maka beautiful malino harus dilaksanakan minimal tiga tahun berturut-turut dan menjadi agenda yang berkelanjutan.

Selain itu, pesertanya juga tidak hanya di kalangan lokal tetapu harus berasal dari mancanegara.”Di tahun ini kami dari Kementerian Pariwisata akan memasukkan dalam program untuk memberi dukungan sepenuhnya kepada Beautiful Malino. Semoga daerah lain bisa mencontoh apa yang dilakukan Pemkab Gowa,” tandasnya.(**)

sindonews




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *