Kadin Simeulue Cari Investor Bangun PLTA di Pulau Cengkeh itu

Catatan : Awaluddin Kahar, S.IKom
Wartawan Madya

SUDAH 74 tahun negeri (Republik Indonesia) merdeka (17 Agustus 1945).

Sudah banyak pula pembangunan yang dilakukan. Namun, disisi lain kita masih perlu berjuang keras agar masyarakat Indonesia (terutama yang jauh dari pusat ibu kota negara) bisa juga menikmati makna kemerdekaan yang hakiki.

Menyadari kondisi inilah, pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Simeulue mencoba mencari berbagai trobosan bertujuan meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat penghasil cengkeh itu.

Kadin Simeulue yang dipimpin Muhammad Yusuf Dauf, 40 tahun, memiliki impian dan harapan yang sangat mulia.

Saat ini banyak persoalan terjadi di Pulau Simeulue. Dan permasalahan tersebut secara implisit (tidak langsung) mempengaruhi berbagai lini kehidupan masyarakat.

Salah satu persoalan yang sudah berusia lama terjadi di Pulau Simeulue, terkait lampu penerangan (listrik).

Mesin listrik yang ada sekarang, baik di Lasikin atau di Amaiteng belum mampu menjawab kebutuhan arus listrik rakyat Simeulue.

“Sehingga tidak sering lampu listrik mati disaat warga membutuhkan penerangan listrik,” timpal Muhammad Yusuf Daud menjawab wartawan, Rabu, 4 September 2019.

Permasalahan klistrikan ini memang bukan hal yang mudah. Sebab banyak pihak terkait.

Akan tetapi sebagai putra Simeulue, Yusuf begitu panggilan akrab Muhammad Yusuf Daud, tidak tinggal diam.

Sejak dipercaya jadi Ketua Kadin Simeulue bersama 50 pengurus lainnya, Yusuf terus bergerak mencari peluang.

DIDUKUNG KADIN INDONESIA

Beberapa waktu lalu, Yusuf bertemu dengan Ketua Kadin Indonesia (Pusat), Edy Ganefo.

Dalam pertemuan kedua pengusaha itu, babyak hal yang dibincangkan. Yusuf menyampaikan sejumlah niat baik program kerja Kadin Simeulue.

“Ketua Kadin Pusat Pak Edy Ganefo sangat merespon. Dan Kadin pusat siap besinerji dan membantu gagasan Kadin Simeulue,” ulas lulusan bidang bahasa dan budaya dari Australia dan Spnyol itu.

Berkaitan dengan memenuhi hasrat atau kebutuhan waga Simeulue tentang klistrikan, Yusuf melihat kedepan perlu dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kab. Simeulue.

Nah, membangun PLTA membutuhkan investor yang mau berinvestasi.

Untuk mewujudkan niat baik, Kadin Simeulue perlu bersinergi juga dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue.

“Kadin Simeulue memahami perlu bersama sama Pemkab membangun ekonomi masyarakat Simeulue yang lebih baik dan mandiri bagi kesejahteraan rakyat,” ulas putra H. Daud Syah pengusaha rotan yang terkenal dizamannya dulu.

Kadin Simeulue di bawah kepimpinan Yusuf terbentuk bulan Mei 2018 silam.

Sebagai langkah awal, Yusuf sudah menyerakan susunan kepengurusan Kadin Simeulue kepada pihak Kadin Indonesia di Jakarta.

Ditanya tentang program kerja Kadin Simeulue, Yusuf memaparkan, saat ini program kerja Kadin Simeulue berorientasi pada bidang investasi di Simeulue.

“Kadin Simeulue berusaha maksimal membawa para pengusaha nasional dan pengusaha asing menanamkan modal mereka di Simeulue. Terutama dibidang usaha industri Perkebunan dan Usaha industri Perikanan,” kata tokoh muda potensi Simeulue.

Dalam hal ini Kadin Simeulue, sebut Yusuf, siap mempromosikan sumber daya alam (SDA) yang ada di Kabupaten Simeulue.

Kadin Simeulue juga siap menjadi wadah bagi pengusaha Simeulue.

Selanjutnya, misi Kadin Simeulue mencari solusi bagi masyarakat di kabupaten Simeulue terkait pelayanan ke masyarakat di bidang penerangan.

Kadin Simeulue mengundang investor datang ke Simeulue.

“Bagi investor yang berminat berinvestasi diberbagai potensi alam di Simeulue, kita undang datang. Silahkan datang,” ujar Yusuf. ***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *