PEKANBARU(JKR)_Momen ulang tahun ke-40 menjadi hari yang penuh haru bagi Riri Andrea, S.Km. Betapa tidak, sejak pagi, Masjid Ar_Rahman Pekanbaru dipenuhi sahabat, tokoh perempuan Riau, hingga para guru Al-Qur’an yang datang memberikan doa dan ucapan selamat secara langsung.
“Alhamdulillah, perasaan ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bahagia, terha ru dari tadi rasanya penuh air mata, tapi air mata kebahagiaan,” ujar Riri kepada wartawan, Senin (17/11/25) pagi.
Riri mengaku terkejut sekaligus bersyukur karena begitu banyak sosok yang hadir dan menunjukkan kasih sayang kepadanya.
Di antara yang hadir adalah Ibu Gubernur Riau, Hj. Adrias, yang bagi Riri sudah seperti orang tua dan kakak sendiri. Meski memiliki jadwal padat, beliau menyempatkan diri datang langsung ke masjid untuk memberi doa dan ucapan selamat.
Tak hanya itu, Ibu Raja Rilla Muflihun istri walikota Pekanbaru pada masanya dan sekaligus sebagai Ketua BKMT Kota Pekanbaru, juga hadir dengan penuh semangat. Ia bahkan membawa tumpeng khusus sebagai kejutan ulang tahun untuk Riri.
Kehadiran Ustazah Prof. Dr. Hj. Sri Tuti Rahmawati S.U.d M.A penceramah nasional yang sering tampil di program “Islam Itu Indah” Trans TV menjadi momen spesial lainnya. Dalam kesibukannya, beliau masih menyempatkan diri memberikan tausiyah tentang Al-Qur’an sekaligus doa khusus untuk Riri.
Tidak ketinggalan, Umi Hj Rahmawati Jamal,guru tilawah internasional sekaligus guru seni baca Al-Qur’an Riri, juga datang memberi dukungan dan doa. Semua ini, kata Riri, tidak terlepas dari peran Ustazah Yentri, penggerak Majelis Pecinta Quran, yang menjadi penghubung kedatangan Ustazah Tuti dari Jakarta.
“Tausiyah hari ini memang disesuaikan dengan tanggal lahir Riri. Alhamdulillah, senang sekali rasanya. Banyak yang sayang sama Riri,” ucapnya penuh haru.
Ketika ditanya mengenai harapan di usia baru, Riri menjawab jujur bahwa ia memiliki mimpi yang besar dan perjuangan yang tidak ringan.
“Kenapa Riri pontang-panting cari uang, keliling Indonesia? Karena impian itu banyak, besar, dan butuh biaya besar,” ungkap pengusaha yang juga dikenal sebagai entrepreneur itu.
Namun, di balik itu semua, ia menyebut harapan terbesar selalu tentang Keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah
“Sisa usia ini ingin Riri gunakan untuk menebar kebaikan, menjadi kebahagiaan dan senyuman bagi setiap yang berjumpa,” kata Riri.
Riri juga menjelaskan alasan memilih syukuran di masjid, bukan di tempat lain seperti kebanyakan orang.
“Ulang tahun bukan untuk pesta besar. Dengan bertambah usia, terutama usia 40, justru kita harus lebih banyak merenung. Kata Nabi, usia umat beliau sekitar 63 tahun. Artinya kalau sekarang 40 mungkin tinggal sekitar 23 tahun lagi,” ucapnya pelan.
Menurut Riri, momentum ini membuatnya semakin sadar bahwa waktu tidak boleh disia-siakan.“Setiap 24 jam, setiap hari, harus bermanfaat. Tidak boleh ada waktu yang kosong tanpa kebaikan.”
Perayaan sederhana namun penuh makna di Masjid Ar_Rahman ini menjadi titik refleksi bagi Riri Andrea. Dengan dukungan tokoh-tokoh besar dan para sahabat, ia berharap usianya yang ke-40 menjadi awal untuk semakin banyak memberi manfaat bagi masyarakat Pekanbaru dan umat secara luas.