Pelatihan Pendamping KDKMP Angkatan II 2025 Resmi Dibuka, Dorong SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 18 November 2025 | 11:16:20 WIB

PEKANBARU(JKR)_Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping KDKMP Angkatan II Tahun 2025 di Ballroom Hotel Bono, Pekanbaru, Selasa (18/11/25) pagi. Kegiatan ini mengusung tema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045.”

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM Provinsi Riau, Ir. H. M. Taufiq Oesman Hamid, MT, yang menegaskan pentingnya peran koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.

Dalam sambutannya, Taufiq Oesman menekankan bahwa koperasi tidak boleh lagi berjalan dengan pola lama. Di tengah persaingan ekonomi global, koperasi dituntut untuk bertransformasi dan menjadi motor penggerak pengembangan potensi ekonomi daerah.

“Riau adalah provinsi yang kaya, namun selama ini hasil kekayaan seperti sawit, karet, hingga migas lebih banyak keluar dalam bentuk bahan mentah. Nilai tambahnya tidak kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, melalui penguatan koperasi desa khususnya program Koperasi Desa Merah Putih pemerintah ingin memastikan nilai tambah komoditas lokal dapat dinikmati masyarakat Riau sendiri.

Program Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara kota dan desa.

Taufiq menjelaskan bahwa koperasi bukan hanya lembaga simpan pinjam, tetapi juga wadah yang mampu memperkuat produksi, pemasaran, hingga pengolahan produk lokal.

“Koperasi harus menjadi sarana anggota untuk mengembangkan produk_produk unggulan desa. Kita ingin desa bukan hanya menjadi konsumen, tetapi produsen yang mandiri,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pendamping koperasi agar bisa membantu manajemen, pemasaran, penyusunan rencana usaha, hingga membangun kemitraan yang kuat.

Ketua Panitia, Mikha Harapahap, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 185 peserta, terdiri dari 4 business assistant,26 project management officer dan pendamping lainnya, termasuk pendamping koperasi dan pendamping desa.

Para peserta nantinya akan berperan membantu koperasi menyusun rencana usaha yang prospektif, memperkuat manajerial, serta memastikan koperasi memenuhi persyaratan administratif dan finansial untuk mendapatkan pembiayaan perbankan.

Pelatihan berlangsung selama empat hari, dari 17–21 November 2025, berlokasi di Aula Hotel Bono Pekanbaru.

Materi pelatihan meliputi Peran, tugas, fungsi, kode etik, dan kompetensi pendamping bisnis,Arah kebijakan kelembagaan dan tata kelola koperasi,Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih,Strategi komunikasi,Manajemen bisnis, kemitraan, dan inovasi dan Pembukuan dan manajemen keuangan koperasi

Metode pembelajaran menggunakan pendekatan participatory adult learning, berupa ceramah, diskusi, tanya jawab, dan kerja kelompok.

Mika menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan talenta koperasi yang unggul di tingkat desa, sehingga mampu menopang target nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami berharap para pendamping mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Koperasi harus tampil sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan yang modern dan profesional,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh demi memajukan koperasi di Riau dan memperkuat perekonomian masyarakat.

Terkini