Musrenbang dan Rembuk Stunting Senapelan Fokus Infrastruktur, Ekonomi, dan Penanganan 23 Anak Stunting

Senin, 02 Maret 2026 | 20:57:09 WIB

PEKANBARU(JKR)_Pemerintah Kecamatan Senapelan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sekaligus rembuk stunting dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pekanbaru tahun 2027. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, di Aula Kantor Camat Senapelan, Senin (2/3/2026) siang.

Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi masyarakat mengemuka, mulai dari persoalan infrastruktur hingga program sosial dan ekonomi. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan sejumlah pengaduan warga masih didominasi persoalan jalan yang belum tuntas serta penataan kabel utilitas yang dinilai semrawut.

“Kita menerima banyak masukan terkait ruas jalan yang belum selesai, juga persoalan kabel yang saat ini cukup mengganggu. Namun, masyarakat juga menyampaikan apresiasi karena sebagian besar jalan di wilayah ini sudah di_overlay. Sisanya akan kita upayakan dituntaskan secara bertahap,” ujarnya kepada awak media.

Markarius menegaskan Musrenbang tidak hanya fokus pada usulan fisik, tetapi juga harus mendorong program peningkatan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, serta penguatan layanan sosial. Ia menyebut adanya usulan penguatan posyandu, program Kota Layak Anak, serta afirmasi bagi penyandang disabilitas yang akan diakomodasi pada Musrenbang tingkat kota.

“Kita ingin Pekanbaru menjadi kota yang ramah anak dan inklusif bagi penyandang disabilitas. Usulan-usulan ini akan kita kawal agar masuk dalam perencanaan kota,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, penanganan stunting juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 23 anak stunting di Kecamatan Senapelan. Pemerintah kota berkomitmen melakukan intervensi melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan pihak swasta sebagai orang tua asuh dalam program pemenuhan gizi.

“Jumlahnya memang tidak banyak, tetapi harus segera dituntaskan. Kita akan susun langkah kolaboratif agar seluruh anak stunting di Senapelan dapat tertangani tahun ini,” tegas Markarius.

Sementara itu, Camat Senapelan, Rein Rizka Karvy, menyebut Musrenbang tahun ini juga mengakomodasi program bantuan Rp100 juta per RW yang disambut baik oleh 42 RW di wilayahnya. Menurutnya, sejumlah usulan prioritas sudah mulai direalisasikan, termasuk perbaikan Jalan KH Ali yang saat ini berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah program ini mendapat dukungan masyarakat. Harapannya, usulan lain yang menjadi prioritas dapat segera direalisasikan sehingga menjawab kebutuhan warga,” ujarnya.

Terkait penanganan stunting, pihak kecamatan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Bappeda dan pemangku kepentingan setelah Idulfitri untuk memastikan intervensi berjalan optimal.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan perencanaan pembangunan Kecamatan Senapelan tahun 2027 dapat lebih tepat sasaran, partisipatif, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, baik dari sisi infrastruktur, sosial, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Terkini