PEKANBARU(JKR)_Forum Musyawarah Kerja Komite Sekolah (FMKKS) Provinsi Riau menggelar kegiatan seminar pendidikan yang dirangkai dengan acara silaturahmi dan buka puasa bersama di SMA Negeri 8 Pekanbaru, Jalan Abdul Muis, Pekanbaru.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pendidikan, termasuk Ketua Forum Musyawarah Kerja Komite Sekolah Provinsi Riau, Dealisis, serta perwakilan dari sejumlah lembaga terkait.
Dalam kesempatan itu, Dealisis menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memaparkan hasil seminar FMKKS yang sebelumnya telah dilaksanakan. Hasil seminar tersebut meliputi kesimpulan serta sejumlah rekomendasi penting bagi pengembangan pendidikan di Provinsi Riau.
“Melalui kegiatan ini kita sekaligus menyampaikan hasil seminar Forum Musyawarah Kerja Komite Sekolah yang lalu, baik kesimpulan maupun rekomendasi yang dihasilkan,” ujar Dealisis kepada wartawan.
Ia menjelaskan, seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau, Kejaksaan Tinggi Riau, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Menurutnya, dari seminar tersebut lahir tiga rekomendasi utama yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Riau.
Dealisis menilai tantangan dunia pendidikan saat ini semakin besar, terutama terkait keterbatasan anggaran yang dihadapi sekolah. Berkurangnya dukungan anggaran daerah, menurutnya, berdampak pada pelaksanaan berbagai program pendidikan di sekolah.
“Program kegiatan sekolah tentu membutuhkan biaya. Jika anggaran sangat minim, tentu akan sulit bagi sekolah untuk menjalankan berbagai program secara maksimal,” jelasnya.
Selain persoalan anggaran, FMKKS Riau juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap sejumlah kebijakan pendidikan, salah satunya terkait penghapusan tes psikologis bagi siswa baru SMA dan SMK. Menurut Dealisis, tes psikologis sebelumnya membantu guru bimbingan konseling dalam mengenali potensi, minat, bakat, serta kondisi psikologis siswa sejak awal.
“Kami berharap rekomendasi yang telah dirumuskan ini dapat ditindaklanjuti oleh dinas terkait, sehingga kualitas pendidikan di Riau ke depan bisa semakin baik,” pungkasnya.
Acara silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain mempererat hubungan antara pihak sekolah, komite, dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian sosial kepada siswa serta warga sekitar yang membutuhkan.