Silaturahmi Ramadan, INKINDO Riau Perkuat Kebersamaan Jelang Musprov

Jumat, 13 Maret 2026 | 20:35:32 WIB

PEKANBARU(JKR)_Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Kantor Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Provinsi Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Jumat (13/3/2026) sore. Keluarga besar INKINDO Riau berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri pengurus, anggota, keluarga, serta para mitra kerja.

Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi di tengah kesibukan para pelaku jasa konsultan. Tak hanya anggota organisasi, kegiatan tersebut juga melibatkan vendor dan mitra kerja yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem kerja INKINDO Riau.

Ketua DPP INKINDO Riau, Rika Putra ST, mengatakan kegiatan ini sengaja digelar untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membuka ruang pertemuan bagi para anggota yang jarang bertemu karena kesibukan masing_masing.

“Kesempatan untuk berkumpul seperti ini sebenarnya jarang karena masing_masing anggota memiliki kesibukan yang luar biasa. Karena itu kami buat kegiatan semacam gathering, agar anggota bisa bertemu sekaligus membawa keluarga,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Rika Putra, kebersamaan antar anggota menjadi modal penting dalam menjaga kekompakan organisasi. Sebelumnya, INKINDO Riau juga telah menggelar kegiatan kebersamaan berupa perjalanan wisata bersama anggota ke Sumatera Barat selama dua hari yang diikuti sekitar dua bus peserta.

Kegiatan silaturahmi ini juga berlangsung menjelang berakhirnya masa kepengurusan INKINDO Riau periode saat ini. Organisasi tersebut dijadwalkan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 16 April 2026 di Hotel Pangeran Pekanbaru untuk memilih kepengurusan baru.

“Dalam Musprov nanti akan dipilih pengurus baru. Saya juga kembali maju sebagai calon ketua. Mudah_mudahan anggota dapat memilih yang terbaik untuk memimpin organisasi ke depan,” katanya.

Di balik suasana kebersamaan, Rika Putra juga menyoroti tantangan yang tengah dihadapi para konsultan lokal. Kondisi keuangan daerah serta sejumlah proyek yang belum dibayarkan dalam beberapa tahun terakhir disebut turut memengaruhi keberlangsungan usaha para anggota.

Dampaknya cukup terasa. Dari sekitar 350 anggota yang pernah tercatat, kini hanya sekitar 65 anggota yang masih aktif terdaftar di INKINDO Riau.

“Kondisi ini tentu cukup memprihatinkan,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada konsultan lokal, terutama dengan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi pelaku usaha di daerah.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan ruang yang lebih besar kepada konsultan lokal, sehingga usaha kecil di daerah bisa berkembang dan kembali meningkatkan aktivitas jasa konsultan di Riau,” pungkasnya.

Terkini