Wabup Kampar Terima Laporan ZIS 2025, Tekankan Transparansi dan Peran Zakat untuk Kesejahteraan

Senin, 13 April 2026 | 12:47:30 WIB

KAMPAR(JKR)_Pemerintah Kabupaten Kampar tampaknya terus berupaya memperkuat tata kelola dana umat. Hal ini terlihat saat Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, menghadiri kegiatan silaturahmi sekaligus penyerahan laporan tahunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tahun 2025, yang digelar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kampar, Bangkinang Kota, Senin (13/4).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Baznas Kabupaten Kampar, Purwadi, bersama jajaran pengurus lainnya. Penyerahan laporan ini menjadi bagian dari upaya menunjukkan keterbukaan dalam pengelolaan dana ZIS kepada pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Misharti menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah. Ia menyebut ZIS bukan sekadar kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi dan keadilan sosial.

“Zakat, infak, dan sedekah bisa menjadi energi sosial yang besar apabila dikelola dengan baik. Laporan tahunan ini mungkin menjadi salah satu bentuk komitmen bersama dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan perbedaan mendasar antara zakat yang bersifat wajib dengan ketentuan tertentu, dan infak serta sedekah yang lebih fleksibel serta bersifat sukarela. Menurutnya, pemahaman ini penting agar masyarakat semakin terdorong untuk berkontribusi.

Dalam kesempatan tersebut, Baznas Kabupaten Kampar menyerahkan laporan resmi yang memuat rincian penerimaan dan penyaluran dana ZIS sepanjang tahun 2025. Dana tersebut, sebagaimana disampaikan, telah disalurkan kepada para mustahik di berbagai sektor.

Menariknya, peningkatan penghimpunan ZIS tahun ini disebut_sebut menunjukkan bertambahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Hal ini kemudian menjadi bahan diskusi antara pemerintah daerah dan Baznas, termasuk mengenai strategi meningkatkan kesadaran berzakat dan inovasi penyaluran agar lebih tepat sasaran.

Misharti juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan peran zakat. Ia menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan ulama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya.

“Kita mungkin perlu terus memperkuat sinergi agar zakat benar_benar bisa menjadi solusi bagi persoalan kemiskinan, khususnya di Kampar,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, ia berharap laporan tahunan ini tidak hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS ke depan. Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih konsisten dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.

Kegiatan ini, setidaknya, menjadi gambaran komitmen pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius sekaligus berupaya menuju kesejahteraan yang lebih merata.

Terkini