PEKANBARU(JKR.com)_Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terasa hangat di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Jalan Samsul Bahri, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Binawidya, Jumat (29/05/2026) pagi.
Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melaksanakan pemotongan tujuh ekor sapi kurban yang berasal dari partisipasi para pegawai di lingkungan dinas tersebut.
Kegiatan kurban ini menjadi bagian dari semangat berbagi Pemerintah Kota Pekanbaru kepada masyarakat. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan,yang didampingi oleh ketua panitia kurban Sardius menyebutkan bahwa jumlah hewan kurban di lingkungan Pemko Pekanbaru tahun ini mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah, tahun ini Pemerintah Kota Pekanbaru melaksanakan kurban di beberapa OPD. Di Dinas Pendidikan ada tujuh ekor sapi, kemudian di Bapenda enam ekor, dan sebelas ekor di Sekretariat Daerah serta Masjid Agung Al Firdaus. Hari ini, di hari tasyrik terakhir, kita melaksanakan pemotongan hewan kurban,” ujar Alek kepada wartawan.
Ia menjelaskan, tujuh ekor sapi tersebut merupakan hasil kebersamaan para pegawai Dinas Pendidikan, mulai dari pejabat struktural, kepala sekolah, hingga pegawai lainnya. Daging kurban nantinya diprioritaskan untuk pegawai yang berhak menerima, termasuk penjaga sekolah dan masyarakat sekitar kantor dinas.
“Kurang lebih ada sekitar 49 orang peserta kurban. Tentunya penerima diprioritaskan bagi yang berhak sesuai syariat, termasuk penjaga sekolah dan masyarakat sekitar lingkungan Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Tak hanya menjadi bentuk ibadah, Alek menilai kurban juga memiliki makna sosial yang mendalam, yakni menumbuhkan kepedulian dan rasa berbagi kepada sesama, terutama masyarakat kurang mampu.
“Makna kurban ini bagaimana kita bisa menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi dengan sesama. Terutama bagi masyarakat yang berada dekat lingkungan kantor dinas pendidikan Pekanbaru ,” katanya.
Menariknya, seluruh proses penyembelihan hingga pendistribusian daging dilakukan langsung oleh pegawai Dinas Pendidikan tanpa melibatkan pihak luar. Mulai dari proses penyembelihan, pengulitan, pemotongan, hingga pembagian daging dikerjakan secara bersama-sama.
“Ini murni dilakukan oleh pegawai Dinas Pendidikan sendiri. Semangatnya adalah gotong royong dan kebersamaan di antara seluruh pegawai,” tambah Alek.
Ia juga mengungkapkan optimismenya terhadap peningkatan jumlah hewan kurban pada tahun mendatang. Dinas Pendidikan bahkan telah menyiapkan rencana program tabungan kurban bagi para pegawai dan kepala sekolah.
“Kami punya rencana membuat tabungan kurban. Mungkin dimulai setelah tahun ajaran baru nanti. Jadi setiap bulan pegawai menyisihkan sebagian rezekinya. Kalau berjalan maksimal, tahun depan target kita bisa lebih dari 30 ekor sapi,” pungkasnya.