MTQ Kampung Bandar Resmi Dibuka, Lurah Nugrah Dorong Lahirnya Qori-Qoriah Generasi Baru

Kamis, 17 September 2026 | 11:53:01 WIB
Lurah Kampung Bandar, Nugrah Ditio Ramadhan, S.STP., M.IP.,

PEKANBARU(JKR.com)_Semarak syiar Al-Qur’an kembali menggema di Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kelurahan resmi dibuka di Masjid Al-Mukarramah, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan generasi Qur’ani sekaligus upaya menjaring qori dan qoriah potensial untuk dipersiapkan mengikuti MTQ pada tingkat kecamatan hingga Kota Pekanbaru.

Lurah Kampung Bandar, Nugrah Ditio Ramadhan, S.STP., M.IP., mengatakan pelaksanaan MTQ tingkat kelurahan merupakan bagian dari semangat gotong royong yang terus didorong Pemerintah Kota Pekanbaru.

“Alhamdulillah, telah dilaksanakan MTQ tingkat Kelurahan Kampung Bandar. Sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota, kita bersama_sama bergotong royong untuk melaksanakan MTQ mulai dari tingkat kelurahan hingga nantinya ke tingkat kota,” ungkap Nugrah kepada media ini.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Senapelan beserta jajaran yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ, baik dari sisi anggaran maupun fasilitas.

“Kami sebagai Lurah Kampung Bandar mengucapkan terima kasih kepada Ibu Camat Kecamatan Senapelan yang telah memberikan support penuh, baik dari segi anggaran maupun fasilitas untuk pelaksanaan MTQ ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak kelurahan juga menyampaikan sejumlah program Pemerintah Kota Pekanbaru kepada masyarakat, mulai dari pemenuhan standar pelayanan minimal hingga berbagai program prioritas yang tengah dan akan dilaksanakan pemerintah kota.

Sementara itu, MTQ Kelurahan Kampung Bandar tahun ini diikuti sebanyak 42 peserta yang merupakan perwakilan dari masing_masing RW. Para peserta akan mengikuti sejumlah cabang perlombaan yang telah disiapkan panitia.

Cabang yang diperlombakan antara lain tilawah anak putra dan putri, tilawah remaja putra dan putri, tilawah dewasa putra dan putri, serta tahfiz khusus kategori anak.

Dari seluruh peserta tersebut nantinya akan ditetapkan juara I, II dan III pada masing_masing cabang yang diperlombakan.

Untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif, panitia melibatkan empat orang dewan hakim yang berasal dari unsur Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Kantor Urusan Agama (KUA).

Lebih dari sekadar kompetisi, Nugrah menekankan pentingnya MTQ sebagai wadah pembinaan dan regenerasi qori serta qoriah di lingkungan Kelurahan Kampung Bandar.

Ia berharap peserta yang tampil merupakan generasi baru sehingga pembinaan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tidak hanya mengandalkan peserta yang sama dari tahun ke tahun.

“Saya menekankan kepada dewan juri, kalau bisa yang tampil adalah qori dan qoriah yang baru. Saya juga memerintahkan kepada para RW untuk mencari qori dan qoriah baru agar terjadi peremajaan generasi,” jelasnya.

Menurutnya, regenerasi menjadi hal penting agar potensi generasi muda di bidang seni baca Al-Qur’an terus berkembang dan dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

Ia juga mengingatkan para peserta mengenai komitmen mengikuti MTQ sesuai ketentuan yang telah disepakati. Hal itu berkaitan dengan adanya peserta yang sebelumnya tercatat mengikuti perlombaan serupa di kelurahan lain.

“Kita berharap para peserta mengikuti arahan dan pakta integritas yang sudah ditetapkan. Apabila ada yang tidak mengikuti ketentuan tersebut, konsekuensinya hadiah dan sertifikat yang diterima dapat dikembalikan,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, Pemerintah Kelurahan Kampung Bandar berharap lahir qori dan qoriah baru yang tidak hanya berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari generasi yang dekat dengan Al-Qur’an serta mampu membawa nama baik kelurahan pada ajang MTQ di tingkat berikutnya.

Terkini