PEKANBARU(JKR.com)_Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, keluarga besar SMA Negeri 8 Pekanbaru menggelar lomba pakaian adat nasional yang diikuti para siswa dengan mengenakan busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di halaman SMAN 8 Pekanbaru, Jumat (30/10/2026) pagi tersebut, dibuka langsung oleh Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, S.Si. Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan keberagaman pakaian adat dari 38 provinsi di Tanah Air.
Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Sumpah Pemuda yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk kegiatan kebahasaan yang melibatkan seluruh siswa kelas X dan XI.
Menurutnya, lomba pakaian adat bukan sekadar ajang menampilkan keindahan busana tradisional, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan rasa cinta terhadap Tanah Air.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajarkan kepada anak_anak bagaimana menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku dan budaya. Kita berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi harus tetap menjunjung tinggi toleransi demi mewujudkan kebersamaan, kemakmuran, dan keadilan," ungkap Benny Rio Denaldy kepada wartawan.
Ia menjelaskan, penggunaan pakaian adat dari 38 provinsi dalam kegiatan fashion show tersebut menjadi simbol bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun persatuan.
Lebih dari itu, pihak sekolah berharap nilai_nilai kebhinekaan dapat diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari_hari, baik melalui perilaku, sikap, maupun cara berinteraksi dengan sesama.
"Intinya bukan hanya mengenakan pakaian adat, tetapi bagaimana mereka mampu berperilaku baik, saling menghargai, beradab, dan bertoleransi satu sama lain," jelasnya.
Untuk menambah semarak kegiatan, panitia yang melibatkan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) juga menyiapkan berbagai kejutan serta penghargaan bagi para peserta yang berhasil menjadi pemenang.
Benny berharap, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dapat semakin memperkuat semangat nasionalisme di kalangan pelajar SMAN 8 Pekanbaru.
Ia juga menginginkan generasi muda tidak hanya memahami makna Sumpah Pemuda sebagai peristiwa sejarah, tetapi mampu mengimplementasikan semangat persatuan, kerukunan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.