Mahasiswa KKN Relawan Covid-19 UNRI Kampung Pinang Sebatang Bagikan Masker Gratis Kepada Warga

Rabu, 08 Juli 2020 | 15:20:14 WIB

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) UNRI Relawan COVID-19 Kampung Pinang Sebatang Kabupaten Siak membagikan 100 masker kepada masyarakat, sabtu (27/6) lalu. 

Pemberian masker secara gratis ini dilakukan dalam rangka aksi peduli terhadap antisipasi penyebaran COVID-19 yang tengah mewabah saat ini.
    
Mahasiswa UNRI melaksanakan kegiatan kerelawanan ini atas inisiatif dan sebagai bentuk pengabdian, perlindungan kepada masyarakat melalui kegiatan kukerta serta memberikan edukasi atas wabah pandemi yang terjadi.
    
Kegiatan ini bekerja sama dengan Kepala Desa (Penghulu) Kampung Pinang Sebatang, Bambang Saputra SH, MH beserta jajarannya. 

Beliau mengatakan sangat mendukung atas kegiatan yang dilaksakan oleh mahasiswa kukerta UNRI demi mencegahnya penularan COVID 19 di Kamping Pinang Sebatang.

Mahasiswa relawan UNRI di Kampung Pinang Sebatang terdiri dari Aditya Sofyan Mahendra jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) sebagai ketua tim, beranggotakan lima orang yaitu Rani Oktavian Pendidikan Bahasa Inggris (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Fitri Ramadhani Jurusan Fisika (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) Friska Pratiwi Budidaya Perairan ( Fakultas Perikanan), dan Mariana Pendidikan Anak Usia Dini ( Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidika). 

Aditya Sofyan Mahendra selaku ketua tim kukerta relawan covid mengatakan pembagian masker lebih mengutamakan di titik keramaian oleh warga, seperti di objek wisata Pujasera. Karena tempat tersebut tempat yang selalu ramai oleh warga untuk nongkrong, berfoto-foto dan lain sebagainya, sehingga membuat akan mudahnya penularan covid apabila tidak ada pelaksanaan protokol kesehatan.

Warga serta pedagang-pedagang kaki lima sangat antusias atas kegiatan yang dilaksanakan Mahasiswa kukerta UNRI ini. 

Salah seorang ibu pedagang minuman, mengaku berterima kasih karena ada pembagian masker gratis, karena masker sudah jarang dibagikan secara gratis di jalan-jalan serta susah didapatkan.

Ia mengaku tidak menggunakan masker karena saat ini kondisi tubuhnya tidak dalam keadaan sakit. 

Baginya masker jauh lebih dibutuhkan pada yang sakit dan membutuhkan untuk mengurangi penularan penyakitnya. 

Ia pun juga berharap pembagian masker ini akan berkelanjutan untuk membantu masyarakat melindungi diri. (Rilis)

Terkini