<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://jangkarnews.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://jangkarnews.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>PT Azzam Mulia Haramain Buka Cabang di Pekanbaru, Usung Konsep Full Service dan Full Ibadah</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3840/pt-azzam-mulia-haramain-buka-cabang-di-pekanbaru-usung-konsep-full-service-dan-full-ibadah</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;PT Azzam Mulia Haramain, biro perjalanan yang bergerak di bidang layanan ibadah umrah dan haji, resmi membuka kantor cabangnya di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Grand opening kantor yang mengusung slogan “Melayani Tamu Allah Sepenuh Hati” tersebut berlangsung di Jalan Imam Munandar, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Kulim, Pekanbaru, Sabtu (19/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan ini turut dihadiri Pemerintah Kota Pekanbaru yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Indra Maulana.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Direktur Utama PT Azzam Mulia Haramain, Jalilah ST, mengatakan kehadiran Azzamku nama layanan yang diusung perusahaan tidak semata_mata berorientasi pada jumlah jamaah maupun persaingan harga. Pihaknya justru menitik beratkan pada kualitas pelayanan dan kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Konsep Azzamku adalah fokus pada fasilitas dan pelayanan. Setiap travel memiliki konsep yang berbeda, tetapi kami ingin memberikan fasilitas terbaik bagi para jamaah,” ungkap Jalilah kepada media ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, kebutuhan setiap jamaah juga berbeda. Ada jamaah yang membawa orang tua, anak_anak, bahkan bayi. Karena itu, pelayanan yang diberikan tidak hanya sebatas fasilitas perjalanan, tetapi juga pendampingan dan edukasi sebelum keberangkatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi kualitas pelayanan. Jamaah diberikan edukasi mengenai pelaksanaan ibadah, termasuk bagaimana mendampingi orang tua maupun anak selama berada di Tanah Suci,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menegaskan, Azzamku mengedepankan prinsip “berilmu sebelum beramal”. Jamaah dibekali pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan ibadah agar dapat menjalankan rangkaian umrah sesuai tuntunan Al&#45;Qur’an dan Sunnah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Tujuannya agar ketika berada di Tanah Suci, ibadah jamaah bisa maksimal. Mereka tidak hanya datang dan mengikuti rangkaian perjalanan, tetapi memahami bagaimana ibadah tersebut dilaksanakan sehingga mudah&#45;mudahan diterima Allah SWT,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam memberikan layanan, PT Azzam Mulia Haramain menyediakan sejumlah pilihan paket dengan fasilitas yang disesuaikan kebutuhan jamaah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jalilah menyebutkan, paket umrah yang ditawarkan berada pada kisaran mulai Rp36,9 juta hingga sekitar Rp40 juta, tergantung fasilitas yang dipilih.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Paket kami memang ada yang premium. Namun bukan berarti semua jamaah harus mengambil paket yang sama. Kami menyediakan beberapa pilihan, mulai dari yang ekonomis, menengah hingga fasilitas yang lebih tinggi,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Setiap keberangkatan, kata dia, pihaknya menyiapkan beberapa pilihan paket secara bersamaan. Hal tersebut dilakukan agar calon jamaah dapat memilih layanan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing_masing.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menariknya, pelayanan kepada jamaah disebut tetap menjadi perhatian meski memilih paket dengan harga paling terjangkau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mulai dari keberangkatan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, jamaah mendapatkan fasilitas VIP. Saat transit di Kuala Lumpur, Malaysia, jamaah juga disiapkan ruang tunggu VIP yang nyaman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk akomodasi di Tanah Suci, pilihan hotel disesuaikan dengan paket yang diambil, mulai dari hotel bintang tiga, empat hingga bintang lima.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Prinsip kami adalah menyesuaikan dengan kebutuhan jamaah. Jadi bukan sekadar menawarkan harga, tetapi bagaimana jamaah mendapatkan kenyamanan dan pelayanan selama perjalanan,” tutur Jalilah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jalilah mengungkapkan, PT Azzam Mulia Haramain telah memiliki pengalaman memberangkatkan jamaah umrah sejak 2019.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada awalnya, perjalanan dilakukan melalui kerja sama dengan biro perjalanan yang berada di Jakarta. Setelah pandemi, Azzam Mulia Haramain memperoleh izin sendiri pada 2022 sehingga dapat menjalankan layanan perjalanan umrah secara mandiri.Hingga kini, perusahaan tersebut telah memberangkatkan lebih dari 4.000 jamaah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Alhamdulillah, sejak 2019 sudah lebih dari 4.000 jamaah yang kami berangkatkan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saat ini, perusahaan menargetkan keberangkatan antara satu hingga empat grup setiap bulan. Ke depan, target tersebut akan ditingkatkan hingga sekitar delapan grup per bulan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Di tengah semakin banyaknya biro perjalanan umrah, Jalilah menyebut pihaknya tidak ingin terjebak dalam persaingan harga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Namanya rezeki tidak akan tertukar. Kalau bicara harga, tentu ada travel yang lebih murah dari Azzamku. Prinsip kami bukan perang harga, tetapi perang kualitas,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, harga perjalanan harus berbanding dengan pelayanan dan fasilitas yang diberikan kepada jamaah.Karena itu, konsep yang terus dikembangkan Azzamku adalah “Full Service, Full Ibadah”.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Full service artinya kami fokus pada fasilitas dan pelayanan. Sedangkan full ibadah bagaimana jamaah ketika sampai di Tanah Suci tidak kebingungan. Ada yang membimbing dan memastikan pelaksanaan ibadah mereka sesuai tuntunan Al&#45;Qur’an dan Sunnah,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan dibukanya kantor cabang di Pekanbaru, PT Azzam Mulia Haramain berharap dapat semakin dekat dengan masyarakat Riau sekaligus memberikan pilihan layanan perjalanan ibadah yang mengutamakan pendampingan, kenyamanan dan pemahaman ibadah bagi jamaah.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/55814612658-img_20260919_151957.jpg"/><pubDate>Sat, 19 Sep 2026 15:20:26 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3840/pt-azzam-mulia-haramain-buka-cabang-di-pekanbaru-usung-konsep-full-service-dan-full-ibadah</guid></item><item><title>Grand Opening Azzam Mulia Haramain, Pemko Pekanbaru Sambut Kehadiran Travel Umrah Berpengalaman</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3839/grand-opening-azzam-mulia-haramain-pemko-pekanbaru-sambut-kehadiran-travel-umrah-berpengalaman</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;PT Azzam Mulia Haramain, biro perjalanan yang bergerak di bidang layanan ibadah umrah dan haji, resmi membuka kantor cabangnya di Kota Pekanbaru. Grand opening tersebut dihadiri Pemerintah Kota Pekanbaru yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Indra Maulana, Sabtu (19/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Acara berlangsung di kantor PT Azzam Mulia Haramain, Jalan Imam Munandar, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Kulim, Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mengusung slogan “Melayani Tamu Allah Sepenuh Hati”, PT Azzam Mulia Haramain berkomitmen menghadirkan perjalanan ibadah yang nyaman, amanah, dan bermakna bagi masyarakat yang hendak menunaikan ibadah ke Tanah Suci.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Kabag Kesra Indra Maulana menyampaikan ucapan selamat atas dibukanya layanan tersebut. Ia berharap kehadiran biro perjalanan ini dapat memberikan pilihan sekaligus kemudahan bagi masyarakat Pekanbaru yang ingin melaksanakan ibadah umrah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, kami mengucapkan selamat atas grand opening PT Azzam Mulia Haramain. Kami berharap biro travel ini dapat menjadi harapan bagi masyarakat Pekanbaru yang ingin menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci,” ungkap Indra Maulana kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, PT Azzam Mulia Haramain memiliki pengalaman dalam melayani masyarakat yang hendak beribadah ke Tanah Suci. Perusahaan tersebut diketahui telah mulai dirintis sejak 2019 dan kini telah memiliki enam cabang yang tersebar di Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ini membuktikan bahwa PT Azzam Mulia Haramain mendapat kepercayaan masyarakat sehingga bisa terus eksis selama kurang lebih enam tahun,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Indra juga membuka peluang adanya kolaborasi antara PT Azzam Mulia Haramain dengan Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya dalam bidang keagamaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap ke depan dapat terjalin kerja sama dalam penyediaan program atau paket perjalanan umrah yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui program_program keagamaan Pemerintah Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ke depan kami berharap PT Azzam Mulia Haramain juga dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru di bidang keagamaan, khususnya terkait program umrah. Jika nantinya ada paket umrah yang disediakan pemerintah kota, tentu bisa kita komunikasikan dan kerja samakan dengan pihak travel,” tutupnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/87762933996-img_20260919_143031.jpg"/><pubDate>Sat, 19 Sep 2026 14:30:54 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3839/grand-opening-azzam-mulia-haramain-pemko-pekanbaru-sambut-kehadiran-travel-umrah-berpengalaman</guid></item><item><title>Porsadin VI Kampar Resmi Dibuka, 340 Santri Siap Unjuk Prestasi</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3838/porsadin-vi-kampar-resmi-dibuka-340-santri-siap-unjuk-prestasi</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;KAMPAR(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Takmiliyah VI tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Kampar H Ahmad Yuzar S.Sos., MT, Sabtu (19/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mengusung semangat olahraga, seni, keterampilan, dan keagamaan, Porsadin VI digelar selama dua hari, 19–20 September 2026. Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kampar tersebut diikuti 340 peserta dari 21 kecamatan se_Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pembukaan Porsadin berlangsung meriah meski diguyur hujan. Kondisi tersebut justru dinilai menjadi berkah, terutama di tengah kondisi Kabupaten Kampar yang sempat dilanda kabut asap.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Walaupun pembukaan ini dalam kondisi hujan, tidak mengurangi semangat dan semarak Porsadin VI. Ini berkah bagi kita semua. Saat ini Kampar dilanda kabut asap, alhamdulillah hujan ini mudah&#45;mudahan dapat mengurangi dan menghilangkan kabut asap,&quot; ujar Ahmad Yuzar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam sambutannya, Bupati Kampar menegaskan bahwa Porsadin bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah bagi para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Amaliyah (MDTA) untuk mengimplementasikan ilmu yang telah mereka peroleh.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Tunjukkan prestasi anak_anak semua. Semoga Porsadin ini menjadi ajang silaturahmi antar santri MDTA se_Kabupaten Kampar,&quot; kata Ahmad Yuzar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia juga berharap Porsadin VI mampu melahirkan generasi muda Kampar yang memiliki akhlakul karimah sekaligus mampu menunjukkan jati diri Kampar sebagai Negeri Serambi Mekkah Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kita sangat yakin dengan Porsadin VI ini akan dapat melahirkan generasi Kampar yang berakhlakul karimah dan menunjukkan jati diri sebagai Negeri Serambi Mekkah Riau,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ahmad Yuzar menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kampar memiliki komitmen terhadap pembangunan bidang keagamaan. Menurutnya, MDTA dan pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi penerus bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami sangat berkomitmen dengan pembangunan keagamaan di Kabupaten Kampar, karena kita tahu generasi_generasi penerus akan lahir dari MDTA dan pondok pesantren sebagai penerus bangsa,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah tidak hanya diberikan dalam bentuk semangat, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam mendukung keberlangsungan pendidikan MDTA.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bupati juga mengajak seluruh peserta menjadikan Porsadin sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus mendorong kemajuan pendidikan keagamaan di Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Ikuti dan laksanakan perlombaan dengan sportivitas dan raih prestasi. Wujudkan Kampar yang memiliki generasi berakhlakul karimah,&quot; tutupnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Wakil Ketua I DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Drs. H Mahfuzd, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar terhadap penyelenggaraan Porsadin VI.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kampar yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Alhamdulillah, dukungan penuh dari Pemkab Kampar dalam menyukseskan kegiatan ini. Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bupati Kampar Ahmad Yuzar atas dukungan ini,&quot; ujar Mahfuzd.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mahfuzd juga menyebutkan bahwa santri&#45;santri asal Kampar selama ini telah menunjukkan prestasi dalam berbagai ajang Porsadin. Ia berharap prestasi tersebut kembali ditorehkan pada Porsadin tingkat nasional tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Dr. H Erizon Effendy, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, penyelenggaraan Porsadin VI tahun ini menjadi salah satu pelaksanaan kegiatan yang digelar dalam skala besar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Alhamdulillah, baru kali ini kita dapat menggelar kegiatan Porsadin secara besar_besaran. Ini berkat bantuan, dukungan dan support yang begitu besar dari Pemkab Kampar,&quot; ungkap Erizon.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap dukungan terhadap MDTA terus berlanjut sehingga pendidikan keagamaan di Kabupaten Kampar semakin berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ketua Panitia Porsadin VI Kabupaten Kampar Tahun 2026, Syamsul Hidayat, MM, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 19–20 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Ajang ini digelar selama dua hari, mulai tanggal 19 sampai 20 September 2026. Diikuti sebanyak 340 peserta dari 21 kecamatan se_Kabupaten Kampar dan dihadiri sekitar 3.000 guru MDTA se&#45;Kabupaten Kampar,&quot; jelas Syamsul.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam Porsadin VI tersebut, para peserta akan mengikuti sebanyak 14 cabang perlombaan yang memadukan unsur olahraga, seni, serta keterampilan keagamaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pembukaan Porsadin VI turut dihadiri Wakil Ketua I DPP FKDT Drs. H Mahfuzd, Ketua DPW FKDT Riau Mukhlis, S.Pd.I., MM, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Dr. H Erizon Effendy, S.Ag., M.Pd., Kepala Dinas Dikpora Kampar Helmi, SH., MH., Camat Bangkinang Kota Edi Suherman, Forkopimcam, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Kampar, jajaran FKDT Kabupaten Kampar dan kecamatan, serta kepala MDTA se&#45;Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada kesempatan tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar juga menerima cenderamata dari Pimpinan Pusat FKDT dan mengikuti sesi foto bersama sebagai bagian dari rangkaian pembukaan Porsadin VI Kabupaten Kampar Tahun 2026.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/93845883865-img-20260919-wa0016.jpg"/><pubDate>Sat, 19 Sep 2026 14:19:06 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3838/porsadin-vi-kampar-resmi-dibuka-340-santri-siap-unjuk-prestasi</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru Mulai “Gedor” Pelaku Usaha, Dorong Penggunaan Air Perumdam Tirta Siak</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3837/pemko-pekanbaru-mulai-“gedor”-pelaku-usaha-dorong-penggunaan-air-perumdam-tirta-siak</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Siak mulai memperkuat langkah optimalisasi penggunaan air perpipaan sekaligus mengendalikan pemanfaatan air tanah oleh pelaku usaha.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan ke sejumlah tempat usaha di Kota Pekanbaru, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Wali Kota (Perwako) Pekanbaru Nomor 9 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum dalam Rangka Pengendalian Penggunaan Air Tanah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kunjungan tersebut, tim mendatangi lima lokasi, yakni PT Indofood, Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, RS Awal Bros Sudirman, Hotel Furaya, dan Hotel Pangeran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Perumdam Tirta Siak dalam kegiatan tersebut didampingi Tim Pengawas yang terdiri dari Inspektorat Kota Pekanbaru, Satpol PP, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM&#45;PTSP), Dinas PUPR, serta perwakilan mitra Perumdam Tirta Siak, yakni PT PP Tirta Madani dan PT PP Tirta Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Inspektur Pembantu III Inspektorat Kota Pekanbaru, Irni Dewi Tari, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari Perwako Nomor 9 Tahun 2026. Selain melakukan pengawasan, tim juga memberikan pemahaman kepada pelaku usaha terkait optimalisasi pemanfaatan air Perumdam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Tentu kita berharap tim pengawasan ini bisa bekerja maksimal dan memberikan pemahaman kepada pemilik usaha untuk bisa menggunakan, khususnya air PDAM, sesuai dengan Perwako Pekanbaru Nomor 9 Tahun 2026 ini,” kata Irni.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Irni, para pelaku usaha yang dikunjungi secara umum memberikan dukungan terhadap penerapan kebijakan tersebut. Terlebih, sejumlah lokasi usaha telah berada di jalur jaringan pipa air minum sehingga penerapannya dinilai lebih mudah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Dari pemilik usaha yang kita kunjungi seperti Indofood, kemudian Awal Bros, Angkasa Pura, Furaya, semuanya teman_teman pemilik usahanya ini mendukung,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Meski demikian, Irni menyebut masih terdapat sejumlah kendala teknis yang perlu dipersiapkan oleh masing_masing tempat usaha sebelum sepenuhnya menggunakan air Perumdam Tirta Siak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia mencontohkan PT Indofood yang secara instalasi sudah siap, namun aliran air Perumdam belum dioperasikan. Pihak Indofood, kata Irni, menargetkan mulai menggunakan air Perumdam pada Oktober 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, RS Awal Bros Sudirman juga telah menyatakan kesiapan untuk mendukung program tersebut. Namun, instalasi perpipaan masih dalam tahap persiapan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Tadi, khususnya dari Indofood sudah oke, instalasinya sudah ada, cuma airnya belum dijalankan. Mereka berjanji di bulan Oktober sudah mulai menggunakan. Kalau untuk Awal Bros sendiri juga sudah, tapi instalasi belum. Tapi mereka sudah membuka jalan,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Irni berharap seluruh lokasi yang telah dikunjungi dapat segera melakukan penyesuaian sehingga penggunaan air Perumdam Tirta Siak dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Jadi semua yang kita kunjungi, insyaallah akan menggunakan air dari Perumdam Tirta Siak,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dukungan juga disampaikan perwakilan Indofood Pekanbaru, Asrul Arafat. Ia mengatakan pihaknya pada prinsipnya mendukung program pemerintah terkait optimalisasi penggunaan air Perumdam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, Indofood juga telah merencanakan kerja sama dengan Perumdam Tirta Siak untuk memenuhi kebutuhan air bagi kegiatan industrinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pada prinsipnya Indofood mendukung program pemerintah dalam hal ini penggunaan air Perumdam. Dan mudah_mudahan dalam akhir tahun ini kita akan kerja sama dengan Perumdam (PDAM),” kata Asrul.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Implementasi Perwako Nomor 9 Tahun 2026 tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan air perpipaan secara lebih optimal sekaligus menjadi bagian dari upaya pengendalian penggunaan air tanah di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/97699408114-img_20260917_125552.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 17:00:00 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3837/pemko-pekanbaru-mulai-“gedor”-pelaku-usaha-dorong-penggunaan-air-perumdam-tirta-siak</guid></item><item><title>MTQ Kampung Bandar Resmi Dibuka, Lurah Nugrah Dorong Lahirnya Qori&#45;Qoriah Generasi Baru</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3836/mtq-kampung-bandar-resmi-dibuka-lurah-nugrah-dorong-lahirnya-qoriqoriah-generasi-baru</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Semarak syiar Al&#45;Qur’an kembali menggema di Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kelurahan resmi dibuka di Masjid Al&#45;Mukarramah, Kamis (17/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan generasi Qur’ani sekaligus upaya menjaring qori dan qoriah potensial untuk dipersiapkan mengikuti MTQ pada tingkat kecamatan hingga Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lurah Kampung Bandar, Nugrah Ditio Ramadhan, S.STP., M.IP., mengatakan pelaksanaan MTQ tingkat kelurahan merupakan bagian dari semangat gotong royong yang terus didorong Pemerintah Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Alhamdulillah, telah dilaksanakan MTQ tingkat Kelurahan Kampung Bandar. Sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota, kita bersama_sama bergotong royong untuk melaksanakan MTQ mulai dari tingkat kelurahan hingga nantinya ke tingkat kota,” ungkap Nugrah kepada media ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Senapelan beserta jajaran yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ, baik dari sisi anggaran maupun fasilitas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami sebagai Lurah Kampung Bandar mengucapkan terima kasih kepada Ibu Camat Kecamatan Senapelan yang telah memberikan support penuh, baik dari segi anggaran maupun fasilitas untuk pelaksanaan MTQ ini,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kesempatan tersebut, pihak kelurahan juga menyampaikan sejumlah program Pemerintah Kota Pekanbaru kepada masyarakat, mulai dari pemenuhan standar pelayanan minimal hingga berbagai program prioritas yang tengah dan akan dilaksanakan pemerintah kota.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, MTQ Kelurahan Kampung Bandar tahun ini diikuti sebanyak 42 peserta yang merupakan perwakilan dari masing_masing RW. Para peserta akan mengikuti sejumlah cabang perlombaan yang telah disiapkan panitia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Cabang yang diperlombakan antara lain tilawah anak putra dan putri, tilawah remaja putra dan putri, tilawah dewasa putra dan putri, serta tahfiz khusus kategori anak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari seluruh peserta tersebut nantinya akan ditetapkan juara I, II dan III pada masing_masing cabang yang diperlombakan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif, panitia melibatkan empat orang dewan hakim yang berasal dari unsur Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Kantor Urusan Agama (KUA).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lebih dari sekadar kompetisi, Nugrah menekankan pentingnya MTQ sebagai wadah pembinaan dan regenerasi qori serta qoriah di lingkungan Kelurahan Kampung Bandar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap peserta yang tampil merupakan generasi baru sehingga pembinaan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tidak hanya mengandalkan peserta yang sama dari tahun ke tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Saya menekankan kepada dewan juri, kalau bisa yang tampil adalah qori dan qoriah yang baru. Saya juga memerintahkan kepada para RW untuk mencari qori dan qoriah baru agar terjadi peremajaan generasi,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, regenerasi menjadi hal penting agar potensi generasi muda di bidang seni baca Al&#45;Qur’an terus berkembang dan dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia juga mengingatkan para peserta mengenai komitmen mengikuti MTQ sesuai ketentuan yang telah disepakati. Hal itu berkaitan dengan adanya peserta yang sebelumnya tercatat mengikuti perlombaan serupa di kelurahan lain.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita berharap para peserta mengikuti arahan dan pakta integritas yang sudah ditetapkan. Apabila ada yang tidak mengikuti ketentuan tersebut, konsekuensinya hadiah dan sertifikat yang diterima dapat dikembalikan,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, Pemerintah Kelurahan Kampung Bandar berharap lahir qori dan qoriah baru yang tidak hanya berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari generasi yang dekat dengan Al&#45;Qur’an serta mampu membawa nama baik kelurahan pada ajang MTQ di tingkat berikutnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/28917638268-img_20260917_111355.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 11:53:01 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3836/mtq-kampung-bandar-resmi-dibuka-lurah-nugrah-dorong-lahirnya-qoriqoriah-generasi-baru</guid></item><item><title>Percepat Pemerataan Listrik Desa, Wabup Misharti Hadiri Rapat Sinkronisasi Program Lisdes Bersama PLN UID Riau dan Kepulauan Riau</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3835/percepat-pemerataan-listrik-desa-wabup-misharti-hadiri-rapat-sinkronisasi-program-lisdes-bersama-pln-uid-riau-dan-kepulauan-riau</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(Jkr.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kabupaten Kampar terus berupaya mendorong percepatan pemerataan akses energi listrik hingga ke wilayah terisolir. Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., menghadiri Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) dari Pemerintah Daerah serta Fasilitasi Penyiapan Lahan dan Penyelesaian Perizinan yang berlangsung di Kantor PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau, Pekanbaru. Rabu (16/09).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Turut mendampingi Wakil Bupati Kampar dalam agenda strategis tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kampar Drs. Muhammad, M.Si., serta Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kampar Irwan, AR., S.Pi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rapat koordinasi ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, A.P., M.Si., dan dihadiri oleh General Manager PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau Didik Wicaksono, Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Ismon Diando Simatupang, S.T., M.T., para Bupati/Wakil Bupati se&#45;Provinsi Riau atau yang mewakili, serta jajaran Senior Manager dan Manager PLN UP3.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam paparannya, Wabup Misharti menyampaikan bahwasanya Pemerintah Kabupaten Kampar saat ini sedang gencar melakukan penataan kawasan cagar budaya Candi Muara Takus yang memiliki luas zonasi sekitar 136,6 hektare. Penataan tersebut membutuhkan proses identifikasi ulang aset serta penyelarasan tata ruang secara terpadu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kawasan strategis Candi Muara Takus berada berdampingan dengan zona infrastruktur PLTA Koto Panjang milik PLN. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan penyelarasan tata ruang yang tepat agar pengembangan kedua wilayah ini berjalan optimal tanpa melanggar batasan hukum yang berlaku,&quot; ujar Misharti.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain masalah zonasi cagar budaya, Wabup Kampar Misharti juga menyuarakan serta memaparkan terkait jaringan listrik ke desa&#45;desa terisolir yang melintasi kawasan hutan dan aliran sungai. Untuk menyiasati hambatan regulasi pada jaringan yang menyusuri jalur Sungai Subayang, seperti di Desa Tanjung Belit, Muara Bio, (Kecamatan Kampar Kiri Hulu) hingga Pangkalan Serai, PLN perlu menempuh jalur Pembangunan Strategis yang Tidak Dapat Dielakkan melalui mekanisme amandemen Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Balai Besar KSDA Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Proses konstruksi di wilayah konservasi tersebut membutuhkan pengawasan ketat dan evaluasi koridor secara berkala sehingga memerlukan waktu penanganan yang terukur. Dalam rapat ini, Pemkab Kampar juga menyerahkan usulan sebanyak 555 titik pemasangan baru yang telah diajukan secara resmi sesuai dengan prosedur tata kelola yang berlaku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Melalui sinergi antara Pemkab Kampar, Pemprov Riau, BKSDA, dan PT PLN (Persero), diharapkan hambatan perizinan serta kendala geografis di lapangan dapat segera teratasi demi terwujudnya Riau Terang dan percepatan kesejahteraan masyarakat perdesaan di Kabupaten Kampar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/71084718166-img-20260916-wa0016.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 18:55:21 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3835/percepat-pemerataan-listrik-desa-wabup-misharti-hadiri-rapat-sinkronisasi-program-lisdes-bersama-pln-uid-riau-dan-kepulauan-riau</guid></item><item><title>Jurnalis di Era AI: Syahrul Aidi Dorong Insan Pers Melek Teknologi dan Keamanan Digital</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3834/jurnalis-di-era-ai-syahrul-aidi-dorong-insan-pers-melek-teknologi-dan-keamanan-digital</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah wajah dunia jurnalistik. Di satu sisi, teknologi menawarkan kecepatan dan kemudahan dalam mencari serta mengolah informasi. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait akurasi, keamanan data, etika, kebebasan pers, hingga regulasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Persoalan tersebut menjadi salah satu bahasan dalam Seminar/Webinar Merajut Nusantara yang digelar Anggota DPR RI periode 2024–2029, Dr. Syahrul Aidi Maazat, Lc., MA. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom itu diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan insan pers di berbagai daerah di Provinsi Riau Rabu (16/9/26)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mengangkat tema “Jurnalis di Era AI: Antara Kebebasan Pers, Keamanan Digital dan Regulasi”, webinar tersebut menjadi ruang diskusi bagi para jurnalis untuk memahami perkembangan AI sekaligus melihat peluang dan tantangan penggunaannya dalam aktivitas jurnalistik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syahrul Aidi mengatakan, perkembangan teknologi digital harus diikuti dengan peningkatan kemampuan dan kesadaran para penggunanya. Khusus bagi insan pers, pemanfaatan teknologi tidak cukup hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga harus tetap mengedepankan akurasi dan tanggung jawab jurnalistik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Jurnalis di era AI menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Teknologi memang dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi proses verifikasi, independensi, keamanan data, dan tanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan kepada publik tetap menjadi hal penting,” ungkap Syahrul Aidi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, perkembangan AI membuka berbagai peluang dalam proses jurnalistik, mulai dari membantu pencarian informasi, pengolahan data hingga mendukung produksi konten. Namun, teknologi tersebut tetap membutuhkan kontrol dan kemampuan profesional dari jurnalis agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Webinar Merajut Nusantara sendiri merupakan bagian dari kegiatan literasi dan edukasi digital yang diselenggarakan pemerintah bersama berbagai mitra terkait, termasuk kalangan legislatif.&quot;Jelasnya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan produktif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat di era digital turut menjadi bagian dari materi literasi. Dalam aspek kecakapan digital, pembahasan mencakup pemanfaatan perdagangan elektronik (e&#45;commerce) serta strategi pengembangan bisnis berbasis teknologi informasi.&quot;Terangnya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara dari sisi keamanan digital, masyarakat didorong untuk memahami penggunaan teknologi finansial (fintech) secara bijak serta meningkatkan kesadaran terhadap keamanan anak ketika beraktivitas di berbagai platform digital.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Aspek budaya dan etika digital juga menjadi perhatian. Masyarakat didorong untuk menciptakan ruang digital yang santun dan aman serta mencegah terjadinya perundungan siber (cyberbullying). Pemahaman terhadap pilar_pilar literasi digital juga dinilai penting agar masyarakat semakin bijak dalam menggunakan teknologi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bagi dunia jurnalistik, kehadiran AI pada akhirnya bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan juga menyangkut profesionalisme dan tanggung jawab terhadap publik.&quot;tambahnya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kecepatan produksi informasi yang ditawarkan AI perlu diimbangi dengan proses verifikasi yang ketat. Jurnalis juga dituntut menjaga independensi, melindungi data, memahami keamanan digital, serta memastikan setiap informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami perkembangan teknologi digital dan mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab, baik dalam menjalankan tugas jurnalistik maupun dalam kehidupan sehari_hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat menjadi alat pendukung bagi kerja jurnalistik tanpa mengesampingkan prinsip_prinsip dasar pers dan kepentingan publik.&quot;Pungkasnya&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/16925420147-img-20260916-wa0000.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 20:19:01 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3834/jurnalis-di-era-ai-syahrul-aidi-dorong-insan-pers-melek-teknologi-dan-keamanan-digital</guid></item><item><title>Harga Kelapa Anjlok, Pemprov Riau Dorong Kepastian Harga dan Hilirisasi</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3833/harga-kelapa-anjlok-pemprov-riau-dorong-kepastian-harga-dan-hilirisasi</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Provinsi Riau terus mencari solusi untuk mengatasi anjloknya harga kelapa yang berdampak langsung terhadap pendapatan petani. Persoalan tersebut bahkan telah mendapat respons positif dari pemerintah pusat setelah beberapa kali disampaikan oleh Gubernur Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, S.Hut., MT, mengatakan pemerintah pusat telah merespons persoalan harga kelapa dan meminta jajaran terkait untuk membahasnya bersama para pemangku kepentingan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ini sudah kita bahas kemarin dan direspons positif. Pak Gubernur sudah mengirim surat beberapa kali ke kementerian dan yang terakhir langsung direspons positif, khusus untuk harga kelapa,” ungkap Supriadi kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Supriadi, Menteri terkait telah memerintahkan Direktur Jenderal untuk menggelar rapat bersama berbagai pihak guna membahas persoalan tersebut. Pertemuan itu melibatkan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pihak terkait lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama yang dihadapi petani saat ini adalah harga kelapa yang sempat berada di kisaran Rp1.500 per butir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah menurunnya permintaan kelapa di pasar dunia. Di sisi lain, produksi kelapa di daerah juga sedang memasuki masa panen besar sehingga pasokan meningkat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Yang paling dominan adalah turunnya permintaan pasar dunia. Kemudian kita juga sedang panen raya sehingga pasokan melimpah. Teman_teman sudah berupaya maksimal untuk menampung, tetapi permintaan sangat minim karena pasar global melambat,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk mengatasi persoalan yang terus berulang, Pemprov Riau mendorong adanya penetapan harga pembelian kelapa sehingga petani memiliki kepastian harga sebagaimana mekanisme yang telah diterapkan pada komoditas sawit.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Supriadi, kepastian harga menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi petani dari gejolak harga pasar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain persoalan harga, pemerintah juga mendorong agar pemanfaatan kelapa tidak hanya bergantung pada penjualan buah dalam bentuk utuh. Hilirisasi dinilai perlu dikembangkan hingga tingkat masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pemanfaatan produk harus mulai dilakukan, termasuk dalam skala kecil di tingkat masyarakat. Misalnya dibuat arang atau cocopeat. Industrialisasi itu bukan hanya berbicara soal industri besar, tetapi pemanfaatan di tingkat masyarakat juga penting,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Supriadi juga menyoroti kebiasaan petani yang selama ini cenderung menjual kelapa dalam bentuk butiran. Padahal, menurut dia, pengolahan kelapa menjadi produk turunan seperti kopra dapat memberikan nilai tambah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia mencontohkan kondisi di sejumlah daerah di Sulawesi yang memiliki harga lebih tinggi karena sebagian hasil kelapa yang dipasarkan telah melalui proses pengolahan menjadi kopra.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kenapa tidak dalam bentuk koperasi atau kopra? Harganya lebih mahal. Kenapa di provinsi di Sulawesi harganya lebih tinggi? Karena yang mereka jual kopra,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, perubahan pola pikir di tingkat petani dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemerintah Provinsi Riau bersama DPRD juga telah beberapa kali membahas persoalan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Supriadi berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha dan masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret bagi persoalan komoditas kelapa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Terlebih, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebagai salah satu daerah penghasil kelapa di Riau masih menghadapi persoalan sosial ekonomi yang perlu mendapat perhatian serius.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/69775535570-img_20260915_124647.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 11:37:41 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3833/harga-kelapa-anjlok-pemprov-riau-dorong-kepastian-harga-dan-hilirisasi</guid></item><item><title>Pemprov Riau Dorong Percepatan Fasilitasi Kebun Masyarakat Sekitar</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3832/pemprov-riau-dorong-percepatan-fasilitasi-kebun-masyarakat-sekitar</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Provinsi Riau terus mendorong percepatan pelaksanaan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perkebunan sekaligus membangun hubungan kemitraan yang lebih baik antara perusahaan perkebunan dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Riau di Hotel The Zuri Pekanbaru, Selasa (15/9/2026) pagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Riau yang dalam kesempatan itu diwakili Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, S.Hut., MT. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir untuk menyamakan persepsi sekaligus membahas berbagai tantangan dalam pelaksanaan kewajiban fasilitasi pembangunan kebun masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ya, hari ini merupakan pertemuan para stakeholder untuk menyikapi berbagai tantangan tata kelola perkebunan di Provinsi Riau. Banyak hal yang kita bahas, salah satunya terkait fasilitasi pembangunan kebun masyarakat,” ungkap Supriadi kepada awak media.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Supriadi, selama ini pelaksanaan program tersebut masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu penyebabnya adalah belum meratanya pemahaman para pihak mengenai ketentuan dan implementasi fasilitasi pembangunan kebun masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, sosialisasi menjadi momentum penting untuk menyatukan pemahaman antara pemerintah, perusahaan perkebunan dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Selama ini banyak kendala dan hambatan yang kita rasakan, tetapi biasanya diawali karena ketidaktahuan kita. Maka para stakeholder hari ini berkumpul untuk menyamakan persepsi, bagaimana sebenarnya implementasi dan implikasinya terhadap pembangunan kebun masyarakat,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kegiatan tersebut, pihak Direktorat Jenderal Perkebunan turut memberikan pemaparan sebagai narasumber untuk memperjelas mekanisme serta pelaksanaan kewajiban fasilitasi pembangunan kebun masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Supriadi mengatakan, dari sisi kewenangan pemerintah provinsi, capaian pelaksanaan saat ini telah berada di atas 30 persen. Namun, jika dihitung secara keseluruhan, capaian Riau masih berada di kisaran 20 persen sehingga masih diperlukan kerja bersama untuk mengejar target.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Supriadi menegaskan bahwa fasilitasi pembangunan kebun masyarakat bukan sekadar program tambahan, melainkan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, ia mengajak seluruh perusahaan perkebunan untuk bersama_sama mempercepat pelaksanaannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita ingin membawa seluruh perusahaan untuk sama_sama menjalani dan menyelesaikan kewajiban ini. Ini mandat dan lintas kewenangan,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap proses pemenuhan kewajiban tersebut dapat semakin dipercepat hingga seluruh pihak memperoleh manfaat yang nyata.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, keberadaan kebun masyarakat juga tidak semata_mata berbicara mengenai nilai ekonomi. Lebih jauh, program tersebut berkaitan dengan hubungan kemitraan dan keterikatan sosial antara perusahaan dengan masyarakat yang berada di sekitar wilayah perkebunan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ini penting bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan hubungan kemitraan dan hubungan emosional antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Perusahaan adalah tetangga masyarakat,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Supriadi berharap hubungan antara perusahaan dan masyarakat dapat dibangun dalam semangat saling menjaga, meningkatkan kesejahteraan dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menilai kemitraan yang berjalan baik akan menciptakan hubungan yang lebih kuat antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar perkebunan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Harapan kita masyarakat dengan perusahaan ini menjadi para pihak yang saling menjaga dan saling meningkatkan. Itu bisa diwujudkan melalui fasilitasi pembangunan kebun masyarakat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain FPKMS, Supriadi juga menyampaikan perkembangan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Riau. Hingga Agustus 2026, realisasi PSR disebut telah mencapai sekitar 7.244 hektare, melampaui target awal yang berada di kisaran 6.000 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Capaian tersebut, menurut Supriadi, merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan melalui berbagai jalur kemitraan dan fasilitasi dinas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap capaian tersebut dapat terus meningkat hingga akhir tahun dan pelaksanaan program perkebunan masyarakat semakin merata di seluruh kabupaten/kota di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Harapan saya mudah_mudahan sampai akhir tahun bisa lebih tinggi daripada tahun_tahun sebelumnya,” pungkas Supriadi&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/11898313960-img_20260915_092052.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 11:35:48 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3832/pemprov-riau-dorong-percepatan-fasilitasi-kebun-masyarakat-sekitar</guid></item><item><title>Naskah Kuno Pekanbaru Kembali ke Panggung, Jejak Budaya Masa Lampau Dibedah</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3831/naskah-kuno-pekanbaru-kembali-ke-panggung-jejak-budaya-masa-lampau-dibedah</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Jejak pemikiran, budaya, ilmu pengetahuan hingga kearifan lokal masyarakat Pekanbaru dan Melayu masa lampau kembali dihadirkan melalui pameran naskah kuno bertema “Curatan Pekanbaru: Naskah Kuno Pekanbaru dalam Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026.”&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru tersebut berlangsung selama tiga hari, 14–16 September 2026, di Kantor Dispusip Kota Pekanbaru, Jalan Sutomo, Kelurahan Suka Mulia, Kecamatan Sail Senen (14/09/26)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pembukaan pameran secara resmi dilakukan oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, SE, MM, yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Mardiansyah, S.STP.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mengangkat tema “Talkshow dan Pameran Naskah Curatan: Naskah Kuno Pekanbaru, Membedah Ingatan Kolektif Nasional melalui Jejak Sejarah dan Literatur Masa Lampau,” kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenalkan kembali kekayaan literasi masa lalu kepada masyarakat, khususnya generasi muda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mardiansyah mengatakan keberadaan masyarakat dan komunitas yang masih peduli terhadap naskah kuno menjadi bukti bahwa warisan literasi masa lalu masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, naskah kuno bukan sekadar lembaran atau kertas peninggalan masa lampau. Di balik tulisan yang tersimpan di dalamnya terdapat berbagai informasi penting mengenai budaya, pemikiran, ilmu pengetahuan, kearifan lokal serta peradaban masyarakat Pekanbaru dan Melayu pada masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Keberadaan kita semua di sini membuktikan bahwa semangat dan komitmen terhadap pelestarian naskah kuno masih terus hidup. Naskah tersebut memang merupakan kertas peninggalan masa lalu, tetapi di dalamnya terkandung budaya, pemikiran, ilmu pengetahuan, kearifan lokal dan peradaban luhur masyarakat Pekanbaru dan Melayu pada masa lampau,” ungkap Mardiansyah kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menuturkan, melalui tema Curatan Pekanbaru, masyarakat diajak menyadari bahwa apa yang ditulis oleh para pendahulu memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan identitas budaya bangsa Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Naskah_naskah tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari ingatan kolektif yang menghubungkan masyarakat masa kini dengan sejarah dan peradaban masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Melalui tema Curatan Pekanbaru, kita diajak untuk menyadari bahwa apa yang tertulis di masa lalu memiliki kontribusi besar dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan identitas budaya bangsa Indonesia,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mardiansyah juga menyoroti tantangan pelestarian naskah kuno di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi. Menurutnya, kemajuan zaman harus dimanfaatkan untuk menjaga agar warisan literasi masa lalu tidak hilang atau terlupakan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, Pemerintah Kota Pekanbaru memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan pameran tersebut. Kegiatan ini dinilai tidak hanya menjadi ajang pameran fisik, tetapi juga sarana edukasi untuk menghidupkan kembali nilai dan pengetahuan yang terkandung dalam naskah kuno.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita tidak hanya merawat fisiknya, tetapi juga menghidupkan kembali roh dan isi dari naskah tersebut agar dapat dipelajari dan dikembangkan oleh generasi muda,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menambahkan, naskah kuno memiliki cakupan informasi yang sangat luas. Di dalamnya dapat ditemukan berbagai catatan mengenai hukum, adat istiadat, pengobatan, sastra hingga kehidupan masyarakat pada masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, keberadaan naskah kuno dinilai penting untuk memahami bagaimana jati diri masyarakat terbentuk hingga seperti sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Di dalam naskah kuno tidak hanya terdapat tulisan, tetapi juga pemikiran tentang hukum, adat istiadat, pengobatan, sastra hingga informasi kehidupan masa lalu yang ikut membentuk jati diri kita hari ini,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada kesempatan tersebut, Mardiansyah juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, komunitas dan generasi muda Pekanbaru, untuk lebih mencintai perpustakaan, peduli terhadap naskah kuno serta bangga terhadap identitas lokal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, nilai_nilai luhur yang terkandung dalam naskah kuno perlu terus diperkenalkan dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, para budayawan, pemerhati sejarah, pemilik naskah serta seluruh panitia dan narasumber yang telah berkontribusi dalam menyelamatkan, merawat dan memperkenalkan kembali warisan literasi tersebut kepada publik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Momentum ini adalah bagian penting dari upaya menjaga agar budaya kita tidak hilang. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan menjadi ruang bersama untuk mengenal serta merawat warisan sejarah dan budaya kita,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pameran naskah kuno yang berlangsung hingga 16 September 2026 ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa warisan tulisan masa lalu bukan sekadar benda koleksi, melainkan sumber pengetahuan dan cermin perjalanan peradaban yang patut dijaga untuk generasi mendatang.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/51672371011-img_20260914_191532.jpg"/><pubDate>Mon, 14 Sep 2026 19:16:58 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3831/naskah-kuno-pekanbaru-kembali-ke-panggung-jejak-budaya-masa-lampau-dibedah</guid></item><item><title>Bawa Nama Kuansing dan Riau ke MTQN Semarang, Duta Qur’ani Diminta Tampil Tenang dan Maksimal</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3830/bawa-nama-kuansing-dan-riau-ke-mtqn-semarang-duta-qur’ani-diminta-tampil-tenang-dan-maksimal</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;KUANSING(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Harapan dan doa masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi menyertai perjuangan para duta Qur’ani daerah yang akan tampil pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) di Semarang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, H. Suhelmon, MA, menyampaikan dukungan tersebut pada Jumat (11/9/2026). Ia berharap para kafilah Kuansing mampu tampil maksimal sekaligus menjaga nama baik daerah dan Provinsi Riau di tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, keikutsertaan para kafilah bukan sekadar mengikuti perlombaan. Mereka membawa amanah untuk mengharumkan nama Kabupaten Kuantan Singingi serta menjadi bagian dari perwakilan Provinsi Riau pada ajang MTQ tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Para duta Qur’ani Kuansing juga diingatkan agar tampil penuh percaya diri, menjaga ketenangan hati, serta memberikan kemampuan terbaik pada setiap cabang yang diikuti.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Berangkatlah dengan niat yang ikhlas, hati yang tenang, bacaan yang terbaik, dan keyakinan bahwa setiap ayat yang dilantunkan adalah ibadah di hadapan Allah SWT,” pesan Suhelmon.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menegaskan, prestasi dan kemenangan tentu menjadi kebanggaan. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana para kafilah mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus menjaga kehormatan daerah selama mengikuti kompetisi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Membawa nama Kuantan Singingi ke panggung nasional, lanjutnya, merupakan sebuah kebanggaan. Lebih dari sekadar hasil perlombaan, para kafilah diharapkan mampu mencerminkan nilai_nilai Al&#45;Qur’an melalui sikap, akhlak, dan perilaku selama berada di arena MTQN.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dukungan masyarakat Kuansing pun mengiringi keberangkatan para kafilah. Doa dipanjatkan agar seluruh duta Qur’ani diberikan kesehatan, kelancaran, ketenangan hati, kekuatan hafalan, kejernihan suara, serta ketepatan dalam membaca ayat suci Al&#45;Qur’an.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Para kafilah juga diharapkan mampu mempertahankan sikap rendah hati, baik ketika menghadapi persaingan maupun saat meraih prestasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kini, perjuangan duta Qur’ani Kuansing memasuki panggung nasional. Setiap lantunan ayat Al&#45;Qur’an menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengharumkan nama daerah sekaligus membawa semangat syiar Al&#45;Qur’an.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Berprestasi dengan Al&#45;Qur’an, berakhlak dengan Al&#45;Qur’an, mengharumkan Kuantan Singingi dengan Al&#45;Qur’an.”&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Masyarakat Kuantan Singingi berharap para kafilah mampu meraih hasil terbaik dan pulang membawa prestasi yang membanggakan bagi daerah dan Provinsi Riau.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/69612706561-fb_img_1789088989846.jpg"/><pubDate>Fri, 11 Sep 2026 08:24:56 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3830/bawa-nama-kuansing-dan-riau-ke-mtqn-semarang-duta-qur’ani-diminta-tampil-tenang-dan-maksimal</guid></item><item><title>Harga Ayam Sempat Melonjak, Disperindag Pekanbaru Panggil Produsen dan Pedagang</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3829/harga-ayam-sempat-melonjak-disperindag-pekanbaru-panggil-produsen-dan-pedagang</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memperkuat pengawasan terhadap harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasaran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan pemantauan harga barang kebutuhan pokok yang digelar di Hotel New Hollywood Pekanbaru, Kamis (10/9/2026) siang. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Hj. Yulianis, S.Sos.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan ini turut mempertemukan sejumlah produsen dan pedagang pasar. Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan rantai distribusi barang berjalan dengan baik, mulai dari produsen hingga ke tingkat pengecer.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kadisperindag melalui Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Herawati, S.Kom., MM, mengatakan pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan secara rutin setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, informasi perkembangan harga juga disampaikan kepada masyarakat melalui media sosial resmi Disperindag Kota Pekanbaru, salah satunya melalui akun Instagram. Namun, pemantauan tidak dilakukan di seluruh pasar yang ada di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Bahan pokok yang kita awasi setiap hari kita update melalui media sosial Disperindag, salah satunya Instagram. Harga yang kita pantau berasal dari pasar_pasar yang memang sudah kita daftarkan sesuai dengan aturan dari pemerintah pusat,” jelas Herawati kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menambahkan, pembahasan dalam kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada harga bahan pokok, tetapi juga menyangkut kelancaran distribusi komoditas dari produsen hingga pengecer.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Produsen dan pengecer kita pertemukan dalam kegiatan ini. Kita ingin sinerginya berjalan baik, baik untuk komoditas yang diatur maupun yang tidak diatur,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Herawati mencontohkan komoditas ayam yang sempat mengalami kenaikan harga di pasar. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya menghadirkan produsen ayam dalam kegiatan sosialisasi tersebut untuk mencari solusi bersama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kemarin terjadi lonjakan harga ayam di pasar. Karena itu, hari ini kita undang produsen ayam agar persoalan tersebut bisa kita bahas bersama,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ke depan, Disperindag Pekanbaru berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita berharap ke depannya bisa lebih baik lagi dan pengawasan terhadap harga bahan pokok di Kota Pekanbaru semakin meningkat,” tutur Herawati.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, salah satu pasar yang menjadi lokasi pemantauan harga adalah Pasar Cik Puan. Informasi mengenai perkembangan harga dari pasar&#45;pasar yang menjadi objek pemantauan tersebut secara berkala dipublikasikan melalui media sosial Instagram Disperindag Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Langkah ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih terbuka kepada masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/80817691383-img_20260910_185515.jpg"/><pubDate>Thu, 10 Sep 2026 18:55:39 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3829/harga-ayam-sempat-melonjak-disperindag-pekanbaru-panggil-produsen-dan-pedagang</guid></item><item><title>Lampaui Target Nasional, Pembangunan KDKMP di Riau Tembus 58 Persen</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3828/lampaui-target-nasional-pembangunan-kdkmp-di-riau-tembus-58-persen</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) terus memperkuat pengawalan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan rapat koordinasi percepatan tim verifikasi dan validasi (verval) gerai KDKMP yang digelar di Angkasa Garden, Rabu (9/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut dibuka secara virtual oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syarial Abdi. Rapat ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan gerai, pergudangan serta berbagai fasilitas pendukung KDKMP sebelum memasuki tahap operasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala Disperindagkop dan UKM Provinsi Riau, Taufiq OH, mengatakan program KDKMP merupakan salah satu amanat besar pemerintah pusat yang harus dikawal secara serius oleh pemerintah daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari kebijakan strategis nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari akar rumput, mulai dari swasembada pangan hingga hilirisasi produk desa,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Taufiq, setelah beberapa bulan pemerintah daerah melakukan pemetaan lahan dan memantau progres pembangunan, saat ini pelaksanaan memasuki tahapan berikutnya, yakni mempersiapkan operasional gerai KDKMP.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun memenuhi ketentuan, pemerintah telah membentuk tim verifikasi dan validasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Tim tersebut melibatkan unsur teknis dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Taufiq menegaskan, tim verval memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan gerai fisik, pergudangan, serta seluruh kelengkapan yang dibangun oleh PT Agrinas Pangan Nusantara sesuai dengan standar teknis dan dokumen perencanaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Proses verifikasi dan validasi ini merupakan benteng akuntabilitas kita. Karena itu, lingkup kerja tim harus dilakukan dengan sangat teliti, mulai dari verifikasi administratif, verifikasi lapangan hingga pemeriksaan menggunakan instrumen teknis,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menjelaskan, hasil verifikasi tersebut nantinya menjadi dasar dalam penandatanganan berita acara serah terima (BAST) final. Dokumen itu juga menjadi salah satu persyaratan dalam proses penyaluran dana desa maupun DAU/DBH untuk pembayaran angsuran pembiayaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, Taufiq meminta seluruh anggota tim menjalankan tugas secara bertanggung jawab, transparan dan akuntabel. Menurutnya, keberhasilan program KDKMP sangat ditentukan oleh ketelitian dalam memastikan kelayakan fisik gerai sebelum digunakan untuk kegiatan operasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita pastikan setiap bangunan yang berdiri benar_benar andal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Di sisi lain, Taufiq menyampaikan bahwa perkembangan program KDKMP di Provinsi Riau menunjukkan hasil yang cukup positif. Dari total 1.862 KDKMP yang ada di Riau, sebanyak 1.090 unit atau sekitar 58 persen telah terbangun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Capaian tersebut bahkan telah melampaui target nasional yang berada di angka 35 persen.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari sisi kelembagaan, sebanyak 83 persen KDKMP di Riau telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Capaian ini juga dinilai telah melampaui target nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Meski demikian, capaian tersebut tidak membuat Pemerintah Provinsi Riau berpuas diri. Pendampingan dan pengawalan akan terus dilakukan agar program KDKMP dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita akan terus bersama&#45;sama mengawal program strategis nasional ini agar berjalan dengan baik, khususnya di Provinsi Riau,” pungkas Taufiq&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/92586319873-img_20260909_203349.jpg"/><pubDate>Wed, 09 Sep 2026 20:34:11 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3828/lampaui-target-nasional-pembangunan-kdkmp-di-riau-tembus-58-persen</guid></item><item><title>Peringatan Maulid Nabi, Pemkab Kampar Salurkan Beasiswa hingga Bantuan Zakat untuk Panti Asuhan</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3827/peringatan-maulid-nabi-pemkab-kampar-salurkan-beasiswa-hingga-bantuan-zakat-untuk-panti-asuhan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;KAMPAR(Jkr.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan yang berlandaskan nilai&#45;nilai keislaman. Hal itu disampaikan Bupati Kampar Ahmad Yuzar saat menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Agung Al&#45;Ihsan Markaz Islamic Kampar, Bangkinang Kota, Rabu (9/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yuzar mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum bagi umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Yuzar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain menyampaikan pesan keagamaan, Bupati juga memaparkan sejumlah program Pemkab Kampar yang menyasar masyarakat kurang mampu dan kelompok yang membutuhkan perhatian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, Pemkab Kampar memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu serta mahasiswa penghafal Al&#45;Qur&apos;an, khususnya hafiz 20 juz dan 30 juz. Pemerintah daerah juga menyediakan bantuan keberangkatan umrah secara gratis bagi pengurus masjid yang berasal dari kalangan kurang mampu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ini bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus peduli kepada masyarakat, kaum dhuafa, anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah Daerah berkomitmen melanjutkan pembangunan yang berlandaskan nilai_nilai keislaman,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada rangkaian kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Kampar bersama jajaran juga menyerahkan bantuan zakat kepada sejumlah panti asuhan yang berada di enam kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bantuan tersebut disalurkan kepada Panti Asuhan Muhammadiyah, Panti Asuhan Aisyah, dan Panti Asuhan Kasih Ibu di Kecamatan Bangkinang Kota; Panti Asuhan Adhar As_Salafiyah di Kecamatan Bangkinang,Panti Asuhan Muhammadiyah dan Panti Asuhan Aisyah di Kecamatan Kuok,Panti Asuhan Darul Huda di Kecamatan Tapung,Panti Asuhan Baiturrahman di Kecamatan Tambang, serta Panti Asuhan YLPI dan Panti Asuhan Al_Hasnah di Kecamatan Siak Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tabligh Akbar tersebut menghadirkan penceramah Buya Ristawardi Datuak Inyiak Tungkek Marajo. Dalam tausiyahnya, ia mengajak umat Islam untuk menjadikan sifat_sifat Rasulullah SAW, seperti kejujuran, amanah, kesabaran, dan kasih sayang, sebagai pedoman dalam kehidupan sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW perlu diterapkan dalam berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, masyarakat hingga pemerintahan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., Sekretaris Daerah Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kampar Yuni Pratiwi Sari Ardi, unsur Forkopimda, para staf ahli, asisten, kepala OPD, pejabat eselon III, ASN di lingkungan Pemkab Kampar, PPP, serta organisasi masyarakat Islam.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/9110595972-img_20260909_155128.jpg"/><pubDate>Wed, 09 Sep 2026 15:51:43 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3827/peringatan-maulid-nabi-pemkab-kampar-salurkan-beasiswa-hingga-bantuan-zakat-untuk-panti-asuhan</guid></item><item><title>Rektor President University Sambangi SMAN 8 Pekanbaru, Beri Motivasi dan Buka Peluang Beasiswa</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3826/rektor-president-university-sambangi-sman-8-pekanbaru-beri-motivasi-dan-buka-peluang-beasiswa</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Rektor President University, Prof. Handa S. Abidin, terus memperluas jejaring pendidikan dengan mengunjungi sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di berbagai daerah di Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia pendidikan tinggi sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa dalam mempersiapkan masa depan akademik mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Salah satu sekolah yang menjadi tujuan kunjungan adalah SMAN 8 Pekanbaru, Senin (7/9/2026). Kedatangan Prof. Handa S. Abidin disambut hangat oleh Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, S.Si., M.Si., beserta jajaran sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kunjungan tersebut, Rektor President University berdialog langsung dengan para siswa. Selain memberikan motivasi dan wawasan mengenai kepemimpinan, Prof. Handa juga memperkenalkan berbagai keunggulan yang ditawarkan President University sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki lingkungan pembelajaran berorientasi internasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Salah satu keunggulan yang disampaikan adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses perkuliahan. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi persaingan pendidikan dan dunia kerja yang semakin terbuka secara global.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tak hanya sosialisasi, kunjungan tersebut juga diisi dengan sesi tanya jawab dan wawancara bagi siswa berprestasi yang memiliki minat melanjutkan pendidikan ke President University.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Beliau memberikan motivasi, wawasan kepemimpinan, dan informasi seputar kuliah di President University,” ujar Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, kepada media.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Benny mengungkapkan, kehadiran langsung seorang rektor di lingkungan sekolah memberikan pengalaman dan motivasi tersendiri bagi para peserta didik. Terlebih, siswa mendapatkan kesempatan berdialog langsung dan menggali informasi mengenai dunia perguruan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa yang memiliki visi dan misi kuat untuk menunjukkan potensi serta keseriusan mereka dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Sebagai kepala sekolah, kami tentu sangat bangga dan senang dengan kehadiran Bapak Rektor President University di SMAN 8 Pekanbaru. Kehadiran beliau tentunya bisa menjadi motivasi bagi anak_anak peserta didik,” ungkap Benny.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, kegiatan road show yang dilakukan Prof. Handa S. Abidin merupakan bagian dari kunjungan ke berbagai sekolah di sejumlah kota di Indonesia. Dalam setiap kunjungan, siswa diberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat President University sekaligus memperoleh informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Khusus di SMAN 8 Pekanbaru, proses wawancara bagi siswa yang mengikuti seleksi telah dilakukan. Hasilnya nantinya akan diumumkan, sebelum memasuki tahapan wawancara berikutnya bagi peserta yang memenuhi kriteria.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Benny berharap, kunjungan tersebut tidak berhenti sebatas sosialisasi pendidikan, tetapi mampu mendorong siswa SMAN 8 Pekanbaru untuk semakin berani menentukan cita_cita dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Harapannya, semoga anak_anak bisa semakin termotivasi dengan kehadiran Bapak Rektor President University di SMAN 8 Pekanbaru ini,” pungkasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/22156394650-img_20260907_164951.jpg"/><pubDate>Mon, 07 Sep 2026 16:50:23 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3826/rektor-president-university-sambangi-sman-8-pekanbaru-beri-motivasi-dan-buka-peluang-beasiswa</guid></item><item><title>Kemenag Pekanbaru Tinjau Pelaksanaan OMI 2026 di MAN 2, Sistem CAT Dipastikan Aman dan Siap</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3825/kemenag-pekanbaru-tinjau-pelaksanaan-omi-2026-di-man-2-sistem-cat-dipastikan-aman-dan-siap</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, Drs. H. Syahrul Mauludin, M.A., meninjau langsung pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Pekanbaru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru, Senin (7/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kompetisi berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengecek kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan peserta. Dalam kesempatan itu, Syahrul didampingi Kepala MAN 2 Pekanbaru, Gafardi, S.Ag., M.Pd.I.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;OMI tingkat Madrasah Aliyah (MA) di Kota Pekanbaru tahun ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni MAN 1 Pekanbaru dan MAN 2 Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syahrul mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di kedua lokasi, pelaksanaan OMI berjalan lancar. Kehadiran peserta juga dinilai maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Alhamdulillah hari ini kita sudah mulai kegiatan OMI tingkat Madrasah Aliyah. Sesuai kebijakan panitia pelaksana, lokasinya ada dua titik. Yang pertama di MAN 1, tadi kita juga sudah monitor dan kegiatan berjalan lancar. Anak_anak juga hadir semua, tidak ada yang tidak hadir. Begitu juga di MAN 2 Kota Pekanbaru,” ungkap Syahrul kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Syahrul, penetapan MAN 1 dan MAN 2 sebagai lokasi pelaksanaan OMI telah mempertimbangkan sejumlah aspek, terutama kenyamanan peserta serta kesiapan perangkat dan jaringan komputer.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menilai MAN 2 Pekanbaru memiliki pengalaman dan fasilitas yang cukup mumpuni untuk menjadi lokasi pelaksanaan ujian berbasis komputer.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pemilihan titik lokasi ini mempertimbangkan kenyamanan dan alat&#45;alat yang digunakan. Alhamdulillah MAN 2 ini merupakan salah satu tempat CAT yang aman, baik bagi internal maupun eksternal,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;MAN 2 Pekanbaru sebelumnya juga dipercaya menjadi lokasi semifinal Olimpiade Siswa Nasional (OSN) yang digelar Dinas Pendidikan serta berbagai pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pengalaman tersebut, kata Syahrul, menjadi salah satu indikator bahwa perangkat komputer, jaringan, hingga sarana pendukung di MAN 2 Pekanbaru telah memenuhi standar yang dibutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Artinya, alat_alat dan sertifikasinya sudah bisa kita jamin. Alhamdulillah pelaksanaan sudah mantap dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita juga tidak bisa mengintervensi hal_hal teknis karena semuanya sudah diatur dari pusat, termasuk waktu dan soal,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam pelaksanaan OMI, panitia daerah dan pihak madrasah bertugas menyediakan lokasi serta memastikan seluruh standar teknis terpenuhi. Sementara soal, waktu, dan mekanisme kompetisi ditentukan oleh panitia pusat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syahrul berharap seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan serius dan memberikan kemampuan terbaiknya. Ia juga berharap para siswa terbaik dari Pekanbaru mampu melaju hingga tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita mengimbau agar para peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan sebaik&#45;baiknya. Sesuai komitmen kita, Kota Pekanbaru merupakan salah satu spektrum pendidikan di Provinsi Riau, termasuk pendidikan madrasah,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Kepala MAN 2 Pekanbaru Gafardi melalui Humas MAN 2, Furgon, mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi sebelum pelaksanaan OMI.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Simulasi digelar pada 4 dan 5 September 2026 untuk memastikan kesiapan server dan perangkat komputer yang akan digunakan peserta.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Untuk pelaksanaan OMI tingkat Kota Pekanbaru, dari MAN 2 sebelumnya kami sudah melaksanakan simulasi pada tanggal 4 dan 5 September. Simulasi dilakukan selama 10 menit di setiap bidang dengan waktu tertentu untuk mengecek kekuatan server,” jelas Furgon.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hasil simulasi, kata dia, menunjukkan seluruh sistem berjalan dengan baik. Pelaksanaan OMI kemudian dilanjutkan secara resmi pada Senin dengan empat sesi, mulai pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 17.30 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sejumlah bidang mata pelajaran yang dilombakan meliputi fisika terintegrasi, ekonomi terintegrasi, biologi terintegrasi, geografi terintegrasi, matematika terintegrasi, serta kimia terintegrasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari sisi fasilitas, Furgon memastikan unit komputer di MAN 2 Pekanbaru cukup memadai untuk mendukung pelaksanaan kompetisi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Unit komputer kita memang dari tahun ke tahun sudah sering digunakan untuk berbagai kegiatan. Kemarin juga OSN, serta PPDB dengan sekitar 1.200 pendaftar. Kita juga melaksanakan tes PPDB di sini,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain komputer, madrasah tersebut juga dilengkapi ruang berpendingin udara dan jaringan Wi&#45;Fi berkecepatan tinggi. Fasilitas itu diharapkan dapat memberikan kenyamanan sekaligus menunjang kelancaran peserta selama mengikuti ujian berbasis komputer.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Secara keseluruhan, OMI tingkat Kota Pekanbaru tahun ini diikuti sekitar 1.040 siswa. Khusus peserta yang mengikuti kompetisi di MAN 2 Pekanbaru, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 300 peserta.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan kesiapan perangkat, jaringan, server, serta fasilitas pendukung yang telah diuji melalui simulasi, pihak MAN 2 Pekanbaru optimistis seluruh rangkaian OMI dapat berlangsung aman dan lancar hingga sesi terakhir.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/58842417129-img_20260907_130316.jpg"/><pubDate>Mon, 07 Sep 2026 13:14:20 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3825/kemenag-pekanbaru-tinjau-pelaksanaan-omi-2026-di-man-2-sistem-cat-dipastikan-aman-dan-siap</guid></item><item><title>Juleha Riau Tingkatkan Kompetensi Juru Sembelih, Pastikan Proses Penyembelihan Sesuai Syariat</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3824/juleha-riau-tingkatkan-kompetensi-juru-sembelih-pastikan-proses-penyembelihan-sesuai-syariat</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Perkumpulan Juru Sembelih Halal (Juleha) Riau terus mendorong peningkatan kompetensi para juru sembelih agar mampu menjalankan proses penyembelihan hewan sesuai syariat Islam, standar keamanan pangan, serta prinsip kesejahteraan hewan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) Riau yang digelar di Hotel Ayola Pekanbaru. Kegiatan mengusung tema “Sembelih Sesuai Syariah, Daging Halal, Hati Tenang, Masyarakat Sejahtera.”&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ketua DPW Juleha Riau, Surya Ananda, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga memastikan para juru sembelih memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber terkait aturan dan standar terbaru, termasuk Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 147 Tahun 2022 yang berkaitan dengan kompetensi kerja di bidang penyembelihan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Setelah mendapatkan pembekalan, peserta akan mengikuti uji kompetensi. Jadi, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi benar_benar menguji kemampuan mereka,” ujar Surya kepada wartawan Jumat (04/09/26)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti program tersebut bukanlah pemula. Mereka diwajibkan memiliki pengalaman minimal dua tahun di bidang penyembelihan yang dibuktikan melalui portofolio.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Portofolio tersebut dapat berupa rekomendasi dari pengurus masjid tempat peserta biasa melakukan penyembelihan, dokumentasi berupa foto maupun video, hingga dokumen yang menunjukkan pengalaman bekerja di tempat pemotongan hewan atau jasa penyembelihan untuk kebutuhan akikah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Artinya, peserta memang sudah memiliki pengalaman menyembelih. Ini bukan pelatihan untuk pemula,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Surya menambahkan, program tersebut berbeda dengan pelatihan rutin yang biasanya digelar Juleha Riau menjelang Iduladha. Pelatihan kali ini lebih diarahkan untuk membentuk juru sembelih yang benar_benar kompeten dan mampu memenuhi standar syariat Islam, keamanan pangan, serta kesejahteraan hewan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan dan uji kompetensi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari Rumah Potong Hewan (RPH), tempat pemotongan hewan skala kecil, hingga juru sembelih yang melayani kebutuhan akikah dan kuliner.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Surya menyebutkan, Juleha Riau saat ini telah memiliki kepengurusan di 10 kabupaten/kota. Dua daerah yang masih dalam proses pembentukan kepengurusan adalah Kepulauan Meranti dan Indragiri Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menuturkan, sertifikasi kompetensi tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah mengenai kewajiban produk halal. Sebab, kehalalan produk pangan asal hewan sangat berkaitan dengan proses penyembelihan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kalau makanan dan minuman itu halal, khususnya yang berasal dari hewan, tentu proses penyembelihannya juga harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan memahami syariat Islam,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Surya juga menjelaskan bahwa setelah memperoleh sertifikat kompetensi, para juru sembelih tetap memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan standar yang telah dipelajari. Pengawasan dilakukan melalui komitmen dan integritas para juru sembelih dalam menjalankan pekerjaannya sesuai ketentuan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Direktur Bank Indonesia, Panji Ahmad, menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan dan uji kompetensi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menegaskan, kehalalan sebuah produk tidak hanya dilihat ketika produk tersebut sudah berada di tangan konsumen. Prosesnya harus diperhatikan sejak hewan disembelih, diproses, hingga akhirnya dikonsumsi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Produk halal harus dijaga sejak awal, mulai dari penyembelihan, kemudian prosesnya, sampai dijual dan digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Panji juga mengapresiasi para peserta yang telah memiliki pengalaman dalam melakukan penyembelihan. Namun, menurutnya, pengalaman sehari_hari tetap perlu diperkuat dengan pengetahuan dan sertifikasi kompetensi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dan uji kompetensi dengan serius dan sabar. Menurutnya, sertifikat bukan sekadar dokumen, tetapi menjadi bukti bahwa seorang juru sembelih telah memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ilmu yang diperoleh harus dipertahankan dan diterapkan dalam pekerjaan sehari_hari,” pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pelatihan dan uji kompetensi ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak juru sembelih halal yang profesional, kompeten dan berintegritas di Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain memperkuat kualitas sumber daya manusia, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam mempercepat ekosistem produk halal, sehingga masyarakat dapat memperoleh produk hewani yang tidak hanya aman dan berkualitas, tetapi juga terjamin kehalalannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan semakin banyaknya juru sembelih yang tersertifikasi, Juleha Riau berharap kepercayaan masyarakat terhadap produk daging halal semakin kuat serta memberikan manfaat bagi pelaku usaha, konsumen dan pembangunan ekosistem halal di daerah&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/93053472154-img_20260904_183601.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 18:36:25 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3824/juleha-riau-tingkatkan-kompetensi-juru-sembelih-pastikan-proses-penyembelihan-sesuai-syariat</guid></item><item><title>Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1448H, SMAN 15 Hadirkan Ustadz Sarwan Kelana</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3823/gelar-peringatan-maulid-nabi-muhammad-1448h-sman-15-hadirkan-ustadz-sarwan-kelana</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(Jkr.com)_&lt;/strong&gt;Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 15) Pekanbaru Mentaja Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448H. Pada peringatan Maulid Nabi ini langsung menghadirkan Ustadz &amp;nbsp;Sarwan Kelana As&#45;Samsi S.Ud atau USK sebagai penceramah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hal ini langsung disampaikan Oleh Kepala Sekolah SMAN 15 Pekanabaru. Siti Rohana. S. Pd dalam sambutannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot; Ya alhamdulillah hari ini kita menggelar peringatan maulid Nabi, kita minta kepada pak Ustadz tolong sampaikan sosok dan esensi Rasulullah dalam kehidupan sehari&#45;hari. &quot; Kata Kapsek, Jum&apos;at (4/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam tausiahnya Ustadz Sarwan Kelana menyampaikan sejarah lahirnya nabi Muhammad SAW, dan memiliki akhlak yang baik yang mesti menjadi teladan oleh umatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot; Kepada anak&#45;anak Semuanya dengan peringatan maulid nabi ini kita semua dapat menjadikan nabi Muhammad sebagai suritauladan yang baik dalam kehidupan sehari&#45;hari. Jadikan Cinta kita kepada Nabi, cinta Ilmu dan Cinta Kebaikan antar sesama kita &quot;.katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lebih lanjut di Terang Kan Ketua Umum DPD Ittihadul Muballighin Kota Pekanbaru itu, dengan momentum peringatan maulid nabi khususnya kepada anak&#45;anak SMAN 15 &amp;nbsp;ini belajar dengan semangat dan giat biar sukses.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot; selesai acara Peringatan Maulid Nabi ini ustadz harapkan kepada kalian semua dapat menjadikan Nabi Muhammad Suri tauladan dalam kehidupan, banyak Membaca Shalawat dan jangan lupa beribadah kepada Allah jauhilah segala hal yang terlarang seperti LGBT. &quot; Tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tampak hadir dalam acara tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Bapak Basri. S. Ag, bidang Kurikulum Erawati. SE. MM, bidang Humas Syarti Ekamasni. M. Pd, bidang Sarana dan Prasarana Romawati S. Pd serta Bapak Ibuk Guru lainnya. Acara terakhir ditutup dengan penyerahan Hadiah dan Foto Bersama.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/56449131695-img-20260904-wa0008.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 11:19:20 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3823/gelar-peringatan-maulid-nabi-muhammad-1448h-sman-15-hadirkan-ustadz-sarwan-kelana</guid></item><item><title>Dari Sekolah untuk Bumi, BTM Tanam Pohon dan Ajak Pelajar Jaga Lingkungan</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3822/dari-sekolah-untuk-bumi-btm-tanam-pohon-dan-ajak-pelajar-jaga-lingkungan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Kepedulian terhadap lingkungan terus digaungkan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dilakukan Yayasan Barisan Tampar Marspagodangan (BTM) dengan menggelar aksi penanaman bibit pohon di lingkungan SMAN 19 Pekanbaru, Kamis (3/9/2026) siang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus BTM dan mendapat sambutan dari Kepala SMAN 19 Pekanbaru, Agusmir, M.Pd. Aksi penghijauan ini menjadi bagian dari upaya BTM menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kelestarian lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ketua Yayasan Barisan Tampar Marspagodangan, M. Rustam, SH, mengatakan BTM merupakan yayasan yang bergerak di bidang lingkungan dengan fokus utama mendorong gerakan penghijauan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Alhamdulillah, hari ini BTM hadir di SMAN 19 Pekanbaru untuk melakukan penanaman pohon. Kita tahu sendiri seperti apa kondisi Riau hari ini. Berangkat dari situasi itu, kami merasa BTM harus menjadi penggerak dan pelopor agar kesadaran serta kepedulian terhadap lingkungan muncul di tengah masyarakat,&quot; ujar Rustam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kegiatan tersebut, BTM bersama pihak sekolah melakukan penanaman sejumlah bibit pohon, di antaranya pohon kelapa, jarak, lengkeng dan beberapa jenis tanaman lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Rustam, aksi penghijauan tersebut bukan kali pertama dilakukan BTM. Program serupa telah dilaksanakan di sejumlah sekolah, panti asuhan dan beberapa lokasi lainnya. Ke depan, kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Program ini sudah kami lakukan di beberapa sekolah, sebelumnya juga di panti asuhan dan beberapa tempat lainnya. Insya Allah akan terus berlanjut. Tidak hanya sekadar penanaman pohon, tetapi kami juga akan mengembangkan kegiatan lingkungan lainnya,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;BTM juga berencana mengampanyekan pengelolaan sampah kepada masyarakat, termasuk pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah organik agar dapat diolah menjadi pupuk.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rustam menilai sekolah menjadi salah satu lokasi strategis untuk membangun kesadaran lingkungan karena para pelajar dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami memilih sekolah karena di sini ada adik_adik siswa. Ketika mereka bergerak, kesadaran menjaga lingkungan ini bisa ikut tumbuh di lingkungan keluarga dan masyarakat,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menambahkan, para siswa SMAN 19 Pekanbaru menyambut positif kegiatan tersebut. Dalam dialog yang dilakukan bersama para pelajar, mereka berharap program penghijauan tidak berhenti pada kegiatan seremonial penanaman saja, tetapi dilanjutkan dengan perawatan tanaman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Harapan kami, pohon_pohon ini harus dirawat. Mungkin hari ini bukan kita yang menikmati hasilnya, tetapi nanti anak cucu kita yang akan merasakan lingkungan yang lebih asri,&quot; tutur Rustam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Kepala SMAN 19 Pekanbaru, Agusmir, M.Pd, mengapresiasi kepedulian BTM yang dimotori para aktivis mahasiswa dan pemuda tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, kegiatan penghijauan sejalan dengan upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus memberikan pembelajaran langsung kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga alam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Terima kasih kepada BTM dan kawan_kawan aktivis mahasiswa yang masih memiliki kepedulian terhadap bagaimana Riau ini bisa hijau,&quot; ujar Agusmir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menilai kegiatan menanam pohon bukan sekadar membuat lingkungan sekolah menjadi lebih hijau, tetapi juga menjadi proses pendidikan bagi para siswa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Ini merupakan sebuah proses pembelajaran bagi anak_anak. Apalagi dengan kondisi asap seperti sekarang. Tanaman menghasilkan oksigen yang baik. Kalau yang ditanam juga tanaman yang menghasilkan buah, manfaatnya ada dua, yaitu untuk penghijauan dan nantinya bisa menghasilkan,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agusmir berharap kolaborasi antara sekolah dengan BTM dapat terus berlanjut. Menurutnya, keterlibatan aktivis mahasiswa dan pelajar dalam gerakan lingkungan dapat menjadi kekuatan besar untuk membangun kesadaran masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan penanaman pohon di SMAN 19 Pekanbaru tersebut pun diharapkan menjadi langkah kecil yang memberikan dampak panjang, sekaligus mengajarkan generasi muda bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama untuk masa depan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/83010124182-img_20260903_141015.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 14:10:38 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3822/dari-sekolah-untuk-bumi-btm-tanam-pohon-dan-ajak-pelajar-jaga-lingkungan</guid></item><item><title>OMI 2026 Digelar di Dar El Hikmah, Kemenag Pekanbaru: Saatnya Satukan Kekuatan Madrasah</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3821/omi-2026-digelar-di-dar-el-hikmah-kemenag-pekanbaru-saatnya-satukan-kekuatan-madrasah</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kota Pekanbaru resmi digelar. Ajang yang mempertemukan siswa_siswi madrasah berprestasi ini diharapkan menjadi wadah untuk mengasah kemampuan, membangun mental kompetitif, sekaligus mempersiapkan generasi madrasah yang mampu bersaing hingga tingkat nasional dan internasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut resmi dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, Drs. H. Syahrul Mauludin, M.A., di Pondok Pesantren Dar El Hikmah Pekanbaru, Kamis (3/9/2026) pagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kesempatan itu, Syahrul menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Nurul Iman dan Pondok Pesantren Dar El Hikmah yang telah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan OMI 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Saya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Nurul Iman, Pondok Pesantren Dar El Hikmah yang telah bersedia menjadi tuan rumah,” ujar Syahrul kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, penyelenggaraan OMI tahun ini mendapat dukungan luar biasa dari berbagai pihak. Ia menilai rangkaian acara, mulai dari penyambutan hingga pelaksanaan kegiatan, berlangsung dengan sangat baik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syahrul juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk para sponsor dan mitra yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Acara ini tidak bisa kita laksanakan tanpa dukungan kita semua. Begitu juga kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota Pekanbaru yang ikut mendukung kegiatan ini,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap Kota Pekanbaru kembali mampu menjadi daerah dengan kontribusi besar dalam mengirimkan peserta terbaik pada ajang OMI di tingkat provinsi hingga nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebagai ibu kota Provinsi Riau, Syahrul menilai madrasah di Pekanbaru memiliki tanggung jawab sekaligus peluang besar untuk terus menunjukkan prestasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia pun mengapresiasi semangat para guru, pembimbing dan official yang selama ini berupaya membawa nama Kota Pekanbaru tetap berada di posisi terdepan dalam berbagai kompetisi pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pesan saya kepada ananda semua yang akan mengikuti kegiatan ini agar bisa mengikuti kegiatan dengan sebaik_baiknya. Yang terpenting, jaga kesehatan, siapkan diri dan junjung tinggi sportivitas,” pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syahrul menegaskan, menjadi peserta atau utusan dalam ajang OMI saja sudah merupakan sebuah pencapaian. Sebab, tidak semua siswa memiliki kesempatan untuk mewakili daerahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin sehingga mampu melaju hingga tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syahrul menjelaskan, pelaksanaan OMI merupakan salah satu upaya Kementerian Agama untuk memperkuat kemampuan siswa madrasah agar mampu bersaing dalam berbagai ajang bergengsi, termasuk Olimpiade Sains Nasional (OSN).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menyebutkan, siswa madrasah selama ini telah menunjukkan kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam kompetisi tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bahkan, berdasarkan data yang disampaikannya, sejumlah madrasah masuk dalam jajaran peserta terbanyak pada OSN tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Di antaranya Madrasah Insan Cendekia Serpong dengan 13 peserta, MAN 2 Kota Malang sebanyak 13 peserta, serta sejumlah sekolah lainnya. Sementara MAN 1 Kota Pekanbaru juga tercatat mengirimkan tujuh peserta.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Artinya, kegiatan ini sebenarnya merupakan salah satu ikhtiar kita untuk mempersiapkan siswa_siswa madrasah agar bisa bersaing dalam olimpiade yang lebih besar,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lebih membanggakan lagi, Syahrul menyebut salah satu siswa dari MAN 1 Kota Pekanbaru dipercaya menjadi utusan Indonesia dalam olimpiade tingkat internasional yang digelar di Turki.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki peluang yang sama untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kalian mempunyai peluang yang sama. Oleh karena itu, ikuti persaingan ini dengan sebaik_baiknya,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syahrul mengatakan, pelaksanaan OMI 2026 di Pondok Pesantren Dar El Hikmah menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antar madrasah di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jika sebelumnya kegiatan serupa lebih sering dilaksanakan di madrasah negeri, tahun ini penyelenggara memberikan kesempatan kepada Pondok Pesantren Dar El Hikmah untuk menjadi tuan rumah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap seluruh madrasah di Kota Pekanbaru tidak lagi berjalan sendiri_sendiri, tetapi mampu membangun sinergi dan menyatukan kekuatan untuk meningkatkan prestasi pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita ingin kekuatan madrasah yang ada di Kota Pekanbaru ini kita satukan. Kita tidak lagi berpikir secara parsial, tetapi sudah berpikir secara universal bahwa prestasi ini bisa kita raih bersama_sama untuk kemajuan dan kemenangan serta kebahagiaan Kota Pekanbaru,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Kepala Pondok Pesantren Dar El Hikmah, H. Amran Suardi, S.E., M.M., menyampaikan rasa terima kasih karena pihaknya dipercaya menjadi tuan rumah pembukaan OMI 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Amran, ajang tersebut sangat penting bagi para santri dan siswa madrasah, bukan hanya untuk mengukur kemampuan akademik, tetapi juga mengasah mental dan memperkuat silaturahmi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami sangat berterima kasih karena dengan ajang ini kami berharap sering dilakukan sebagai tempat mengasah dan mengasuh santri, mengasah mental, mengasah ilmu dan saling mengerti satu sama lain,” ungkap Amran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap kegiatan OMI dapat menjadi momentum bagi madrasah untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak demi meningkatkan mutu pendidikan di Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Khusus kepada para peserta yang bertanding di Dar El Hikmah, Amran berpesan agar mereka menunjukkan sikap sportif, ramah dan menjunjung tinggi adab.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Adab lebih tinggi daripada ilmu,” pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Amran mengaku pihaknya tidak menyangka Pondok Pesantren Dar El Hikmah dipercaya menjadi tuan rumah. Surat penunjukan sebagai lokasi kegiatan bahkan diterima sekitar satu minggu sebelum acara.Namun, kepercayaan tersebut disambut dengan penuh antusias.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bagi Amran, pelaksanaan OMI sekaligus menjadi momentum istimewa bagi Pondok Pesantren Dar El Hikmah yang baru saja memperingati usia ke&#45;35 tahun pada 8 Agustus lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap kehadiran para peserta, guru, pembimbing dan official dari berbagai madrasah dapat semakin mempererat silaturahmi serta menjadi doa baik bagi perjalanan Dar El Hikmah ke depan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan dibukanya OMI 2026, persaingan antarsiswa madrasah di Kota Pekanbaru pun resmi dimulai. Bukan sekadar mengejar kemenangan, ajang ini menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, karakter dan semangat berprestasi demi mengharumkan nama daerah.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/48950028902-img_20260903_093539.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 13:49:55 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3821/omi-2026-digelar-di-dar-el-hikmah-kemenag-pekanbaru-saatnya-satukan-kekuatan-madrasah</guid></item><item><title>OMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Pemko Dorong Lahirnya Talenta Madrasah Menuju Indonesia Emas</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3820/omi-2026-digelar-di-pekanbaru-pemko-dorong-lahirnya-talenta-madrasah-menuju-indonesia-emas</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kota Pekanbaru memberikan apresiasi atas pelaksanaan Olimpiade Madrasah Aliyah Indonesia (OMI) Tahun 2026 yang digelar di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini dinilai menjadi wadah penting bagi para siswa madrasah untuk mengasah kemampuan sekaligus mengembangkan potensi dan prestasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pembukaan OMI 2026 berlangsung di Pondok Pesantren Dar El Hikmah Pekanbaru, Jalan Manyar Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, Kamis (3/9/2026) pagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam kegiatan tersebut diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Indra Maulana menyampaikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru yang telah menyelenggarakan ajang OMI 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru yang telah menyelenggarakan olimpiade ini,” ujar Indra.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, OMI bukan sekadar ajang kompetisi antar siswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, membangun sportivitas, serta meraih prestasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Indra menegaskan, pengembangan talenta generasi muda harus dilakukan sejak dini sebagai bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ini bukan sekadar kompetisi, namun merupakan bagian dari upaya membangun talenta generasi unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap madrasah dan sekolah di Kota Pekanbaru dapat terus menjadi tempat tumbuhnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, berintegritas dan siap menghadapi tantangan masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjut Indra, siap mendukung berbagai kegiatan yang dapat mendorong lahirnya generasi berprestasi dan membawa nama baik daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepada seluruh peserta, Indra berpesan agar mengikuti setiap pertandingan dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia juga mengapresiasi peran para guru dan orang tua yang terus memberikan pendampingan serta dukungan kepada para peserta.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Semoga dari Kota Pekanbaru lahir utusan_utusan terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” harapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama_sama mendukung dan menyukseskan pelaksanaan OMI 2026 agar dapat berjalan lancar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan semangat kompetisi yang sehat, OMI 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan siswa_siswi berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda Pekanbaru yang unggul, berkarakter dan memiliki daya saing untuk menghadapi masa depan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/64054507625-img_20260903_133222.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 13:33:20 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3820/omi-2026-digelar-di-pekanbaru-pemko-dorong-lahirnya-talenta-madrasah-menuju-indonesia-emas</guid></item><item><title>Porsenijar PGRI Pekanbaru 2026 Dimulai, 400 Guru Siap Tunjukkan Talenta Terbaik</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3819/porsenijar-pgri-pekanbaru-2026-dimulai-400-guru-siap-tunjukkan-talenta-terbaik</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara resmi membuka Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Kota Pekanbaru tahun 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pembukaan kegiatan berlangsung di Hall A Sport Center, kawasan Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Rabu (2/9/2026). Ajang tersebut diikuti sekitar 400 guru yang berasal dari 15 kecamatan se_Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam sambutannya, Agung Nugroho menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus PGRI Kota Pekanbaru serta seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan Porsenijar 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, saya menyampaikan apresiasi setinggi_tingginya kepada segenap pengurus PGRI Kota Pekanbaru dan seluruh panitia pelaksana,” ujar Agung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, Porsenijar tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pendidik untuk mempererat silaturahmi, menyalurkan bakat, meningkatkan kualitas diri, serta bertukar pengalaman dalam dunia pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung menilai, profesi guru tidak hanya dituntut untuk profesional ketika berada di ruang kelas. Para pendidik juga perlu menjaga kebugaran jasmani, mengembangkan kreativitas di bidang seni, serta terus berinovasi dalam menerapkan metode pembelajaran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Selamat bertanding dan berkompetisi. Junjung tinggi nilai_nilai fair play dan sportivitas. Jadikan momentum ini untuk saling berbagi inspirasi dan praktik baik dalam dunia pendidikan,” pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap para guru yang berhasil menjadi juara dalam kompetisi tingkat Kota Pekanbaru nantinya dapat memberikan prestasi terbaik saat mewakili daerah pada Porsenijar tingkat Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Saya berharap perwakilan yang lahir dari kompetisi tingkat kota ini mampu menorehkan prestasi gemilang dan membawa nama harum Kota Pekanbaru di ajang Porsenijar tingkat Provinsi Riau,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung juga meminta para wasit dan juri menjalankan tugas secara profesional dengan menjunjung tinggi objektivitas, keadilan, dan transparansi selama seluruh pertandingan berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ketua PGRI Kota Pekanbaru, Miftahudin, M.Pd.I., mengatakan Porsenijar PGRI tingkat Kota Pekanbaru tahun 2026 diikuti sekitar 400 atlet yang merupakan guru dari 15 kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ajang seleksi untuk menjaring guru_guru terbaik yang nantinya akan memperkuat kontingen Kota Pekanbaru pada Porsenijar tingkat Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Guru_guru yang nantinya dinyatakan sebagai atlet terbaik akan kita bawa untuk mengikuti Porsenijar tingkat Provinsi Riau yang akan dilaksanakan di Kabupaten Siak Sri Indrapura pada 22 September 2026,” jelas Miftahudin.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menyebutkan, Porsenijar tingkat Kota Pekanbaru berlangsung selama tiga hari. Sejumlah pertandingan dilaksanakan di Hall A Sport Center Rumbai, sementara beberapa cabang lainnya digelar di lokasi berbeda, termasuk kawasan Purna MTQ.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Miftahudin menjelaskan, terdapat 10 cabang lomba yang dipertandingkan dalam Porsenijar tahun ini. Selain cabang olahraga, kegiatan juga mempertandingkan sejumlah cabang seni, seperti tari, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), dan paduan suara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, damai, dan kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita berharap seluruh atlet dan guru yang mengikuti pertandingan maupun seleksi dapat bersama_sama menjaga sportivitas agar kegiatan ini berjalan dengan damai dan kondusif,” pungkasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/68560542880-img_20260902_105755.jpg"/><pubDate>Wed, 02 Sep 2026 18:23:25 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3819/porsenijar-pgri-pekanbaru-2026-dimulai-400-guru-siap-tunjukkan-talenta-terbaik</guid></item><item><title>Gerak Cepat Wali Kota Pekanbaru, Korban Kebakaran Segera Punya Rumah Layak Huni</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3818/gerak-cepat-wali-kota-pekanbaru-korban-kebakaran-segera-punya-rumah-layak-huni</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Harapan baru hadir bagi keluarga korban kebakaran di Jalan Dirgantara, RW 04, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni bagi warga penerima manfaat, Selasa (1/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rumah bantuan tersebut diperuntukkan bagi keluarga yang rumahnya terdampak musibah kebakaran. Pembangunan dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung Nugroho mengapresiasi kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat setempat yang sejak awal turut membantu keluarga korban saat musibah terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga. Sejak awal kejadian kebakaran, masyarakat sudah menunjukkan kebersamaan yang luar biasa, termasuk membantu saat proses pemadaman,” ujar Agung kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong tidak seharusnya hanya muncul ketika terjadi bencana. Nilai tersebut, kata Agung, harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia juga mengapresiasi respons cepat BAZNAS Kota Pekanbaru dalam membantu pembangunan rumah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung menjelaskan, Pemko Pekanbaru sebenarnya juga memiliki anggaran untuk pembangunan rumah layak huni. Namun, proses penganggaran membutuhkan tahapan. Karena kondisi korban membutuhkan penanganan segera, Pemko memilih menggandeng BAZNAS agar pembangunan dapat dilakukan lebih cepat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kalau ini untuk kebaikan, kenapa harus menunggu. Saya bilang, besok pagi saja mulai, supaya rumah ini cepat dibangun dan bisa segera ditempati,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung menyebutkan, bantuan pembangunan rumah tersebut terkumpul sekitar Rp75 juta dari BAZNAS dan sekitar Rp20 juta dari masyarakat, sehingga total dana yang tersedia mencapai kurang lebih Rp95 juta.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan dukungan dana tersebut, ia berharap rumah dapat segera diselesaikan dan keluarga korban bisa kembali menjalani kehidupan dengan lebih nyaman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bahkan, Agung berharap rumah tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat mendukung aktivitas ekonomi keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kalau rumah layak huni tipe 36, informasinya tidak sampai Rp75 juta. Apalagi ini terkumpul sekitar Rp95 juta. Mudah_mudahan bisa langsung digunakan dan tempat usahanya juga bisa kembali berjalan,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung turut memberikan semangat kepada Putri dan seluruh anggota keluarganya yang menjadi korban musibah kebakaran. Ia meminta keluarga tersebut tetap kuat dan tidak larut dalam kesedihan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia juga mengajak keluarga penerima bantuan untuk mendoakan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik melalui BAZNAS maupun masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Putri dan seluruh keluarga yang mengalami bencana, tentu kami ikut merasakan secara batin. Tetap semangat dan doakan semua yang membantu, yang hadir hari ini maupun yang sudah bersedekah untuk bersama_sama membangun rumah ini,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung menambahkan, pembangunan rumah tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah bersama masyarakat dan lembaga zakat dalam membantu warga yang mengalami musibah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap semangat gotong royong seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Semoga Allah memberikan rezeki yang lebih banyak lagi kepada semua yang sudah membantu,” pungkas Agung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pembangunan rumah bagi korban kebakaran ini juga menjadi salah satu pembangunan rumah layak huni yang dilakukan dengan cepat. Agung menyebut prosesnya bahkan tidak sampai satu minggu sejak musibah terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap rumah tersebut segera rampung sehingga keluarga korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan memulai kembali aktivitas kehidupan mereka&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/43029142065-img_20260901_180800.jpg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:09:01 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3818/gerak-cepat-wali-kota-pekanbaru-korban-kebakaran-segera-punya-rumah-layak-huni</guid></item><item><title>Perkuat Kompetensi Guru, Disdik Pekanbaru Dorong Pendidikan Inklusif di Sekolah</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3817/perkuat-kompetensi-guru-disdik-pekanbaru-dorong-pendidikan-inklusif-di-sekolah</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(Jkr.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan terus mendorong terwujudnya pendidikan yang ramah dan setara bagi seluruh peserta didik. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Inklusif bagi Guru Kelas SD Negeri dan Swasta se_Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kompetensi para guru dalam memberikan layanan pendidikan yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik di lingkungan sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam sosialisasi ini, para guru mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar pendidikan inklusif, strategi pembelajaran yang sesuai, hingga cara menangani peserta didik dengan beragam karakteristik dan kebutuhan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pendidikan inklusif tidak hanya menekankan kesempatan belajar yang sama, tetapi juga mendorong sekolah untuk menciptakan suasana pembelajaran yang dapat membuat setiap peserta didik merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru berharap pemahaman guru mengenai pendidikan inklusif semakin kuat dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehari_hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan demikian, satuan pendidikan di Kota Pekanbaru diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, dan inklusif, sehingga setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi serta meraih prestasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem pendidikan yang tidak membeda_bedakan peserta didik dan mampu memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan masing_masing.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/79461422954-img_20260901_175136.jpg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 17:52:19 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3817/perkuat-kompetensi-guru-disdik-pekanbaru-dorong-pendidikan-inklusif-di-sekolah</guid></item><item><title>Tinjau Pembangunan Drainase Jalan Paus, Wali Kota Pekanbaru Soroti Tantangan Penanganan Banjir</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3816/tinjau-pembangunan-drainase-jalan-paus-wali-kota-pekanbaru-soroti-tantangan-penanganan-banjir</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau langsung lokasi pembangunan drainase di Jalan Paus, Kota Pekanbaru. Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru Edward Riansyah beserta jajaran kepala bidang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kesempatan itu, Agung mengakui bahwa pembenahan sistem drainase di Kota Pekanbaru bukan pekerjaan yang mudah. Selain keterbatasan anggaran, pemerintah juga dihadapkan pada berbagai persoalan teknis di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Tidak gampang untuk memperbaiki atau membenarkan saluran air di Kota Pekanbaru,” ungkap Agung kepada wartawan Selasa (01/09/26)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, pemerintah harus membagi anggaran berdasarkan skala prioritas. Di satu sisi, perbaikan infrastruktur jalan terus dilakukan, sementara di sisi lain persoalan banjir juga membutuhkan perhatian serius.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Anggaran menjadi salah satu tantangan. Ada berbagai program yang menjadi prioritas, termasuk jalan yang harus diperbaiki. Saat ini kalau kita lihat, jalan&#45;jalan di Pekanbaru sudah mulai diperbaiki, bukan hanya satu per satu, bahkan hampir di seluruh wilayah,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Meski demikian, Agung menegaskan pemerintah tidak akan mengesampingkan persoalan banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah titik Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Jalan Paus. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk pembangunan drainase di kawasan tersebut, khususnya dari simpang Jalan Paus hingga menuju sungai.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pembangunan drainase diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran air sehingga dapat mengurangi potensi genangan dan banjir, terutama di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung juga mengungkapkan adanya tantangan teknis yang ditemukan saat proses pembangunan berlangsung. Tim PUPR menemukan saluran lama yang berada di bawah permukaan tanah dengan kedalaman lebih dari dua meter.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saluran tersebut diketahui sudah tertutup dan kondisinya telah mengalami pengerasan, bahkan menyerupai struktur beton. Kondisi itu membuat proses pembangunan drainase baru membutuhkan penanganan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ketika dibongkar, ternyata ada saluran lama yang sudah terbentuk dan padat seperti beton. Bahkan di atasnya sudah ada bangunan. Inilah salah satu tantangan yang kita hadapi di lapangan,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain Jalan Paus, pemerintah juga menyoroti persoalan drainase di kawasan Jalan Arifin Ahmad. Menurut Agung, kapasitas saluran yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung debit air ketika hujan dengan intensitas tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk mengatasi persoalan tersebut, diperlukan pembangunan saluran tambahan yang menghubungkan beberapa titik guna memperlancar aliran air. Penanganan di ruas jalan provinsi juga akan melibatkan Pemerintah Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung berharap pembangunan infrastruktur drainase tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia mengajak masyarakat turut menjaga saluran air yang telah dibangun agar tidak kembali tersumbat oleh sampah maupun material lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia mengingatkan, drainase yang sudah dibangun dengan ukuran cukup besar akan kehilangan fungsinya apabila dipenuhi sampah atau digunakan secara tidak semestinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kalau drainase sudah dibangun, tolong dijaga dan dirawat. Jangan sampai setelah dibangun kembali tersumbat sampah. Apalagi di kawasan yang banyak rumah makan dan restoran, jangan sampai aktivitas di sekitar drainase justru mengakibatkan banjir,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung menambahkan, penanganan banjir membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah akan terus melakukan pembenahan infrastruktur, sementara masyarakat diharapkan ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pemerintah akan berjuang maksimal membenahi drainase. Tetapi seluruh masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan, terutama di lokasi_lokasi yang berpotensi menyebabkan banjir,” pungkasnya&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/6851348489-img_20260901_174745.jpg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:03:07 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3816/tinjau-pembangunan-drainase-jalan-paus-wali-kota-pekanbaru-soroti-tantangan-penanganan-banjir</guid></item></channel></rss>