<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://jangkarnews.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://jangkarnews.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Wali Kota Pekanbaru Buka Festival Literasi 2026, Dorong Budaya Baca dan Pembelajaran Sepanjang Hayat</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3778/wali-kota-pekanbaru-buka-festival-literasi-2026-dorong-budaya-baca-dan-pembelajaran-sepanjang-hayat</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(Jkr.com)_&lt;/strong&gt;Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara resmi membuka Festival Literasi Kota Pekanbaru Tahun 2026 yang mengusung tema “Pekanbaru Bestari (Berbudaya, Sejahtera, Aman, Ramah, dan Inovatif)”, Rabu (17/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru, Jalan Dr. Sutomo, tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke&#45;242 Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Turut hadir dalam acara itu Bunda Literasi Kota Pekanbaru Sulastri Agung, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Syamsuwir, Asisten II Ingot Ahmad Hutasuhut, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si, menjelaskan bahwa Festival Literasi 2026 berlangsung sejak Maret hingga Agustus 2026 dengan berbagai kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat dan memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat informasi serta ruang aktivitas edukatif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Festival literasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya baca dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar sepanjang hayat,” ujarnya kepada media ini di ruang kerjanya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Amin, pelaksanaan festival merupakan implementasi kebijakan transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dicanangkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Program tersebut bertujuan mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk terus belajar guna meningkatkan kesejahteraan melalui literasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menambahkan, penyelenggaraan festival juga sejalan dengan amanat Undang_Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang menegaskan bahwa perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, profesionalisme, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Festival Literasi Kota Pekanbaru 2026. Di antaranya lomba menulis resensi buku koleksi Perpustakaan Tenas Effendy bertema lingkungan hidup yang diikuti 50 siswa SMP/MTs se_Kota Pekanbaru. Kegiatan ini menghasilkan buku kumpulan resensi berjudul “Bumi Membaca Kita”.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, Dispusip juga menggelar bimbingan teknis kepenulisan berbasis konten budaya lokal yang diikuti 53 peserta dengan narasumber Syaiful Anuar dan WS Djambak. Dari kegiatan tersebut lahir buku “Bunga Rampai: Wajah dan Budaya Pekanbaru” yang direncanakan diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional RI.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Festival juga menghadirkan lomba video konten literasi yang diikuti 32 peserta dari berbagai kalangan. Karya terbaik dapat diakses melalui platform YouTube dengan dewan juri Bayu Amde Winata, Gegana Agung Putra, dan Rico Anggara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan lainnya meliputi Bimbingan Teknis Literasi Informasi yang diikuti 150 pegiat literasi, pustakawan, dan guru, serta lomba bertutur tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang melibatkan 88 peserta. Ajang tersebut melahirkan para penutur muda cerita Melayu yang kreatif dan inovatif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebagai bagian dari puncak festival, Dispusip Kota Pekanbaru juga menggelar sosialisasi budaya gemar membaca bagi 176 siswa SD dan SMP dengan menghadirkan narasumber Kak Mamik dan Kak Jo.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pekanbaru mengukuhkan Forum Komunikasi Pegiat Literasi Kota Pekanbaru sekaligus mencanangkan Gerakan Literasi Kota Pekanbaru bersama Bunda Literasi, perwakilan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta komunitas literasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Acara juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoA) antara Dispusip Kota Pekanbaru dengan lima fakultas perguruan tinggi, yakni FKIP Universitas Riau, FTK UIN Sultan Syarif Kasim Riau, FIB Universitas Lancang Kuning, FIPV Universitas Lancang Kuning, dan FKIP Universitas Islam Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, Dispusip memberikan penghargaan hasil pengawasan kearsipan (ASKI) kepada enam OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada sesi siang hari, festival dilanjutkan dengan Wicara Literasi yang menghadirkan Michiko Frizdew, S.I.Kom., M.I.Kom., dan Chandra Alfindodes, M.Pd. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 120 pegiat literasi dari berbagai kalangan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk menjaga keberlanjutan semangat literasi, Dispusip telah menjadwalkan Lomba Perpustakaan SD/MTs se_Kota Pekanbaru yang akan digelar pada Agustus 2026 mendatang&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/1763730084-img_20260617_125934.jpg"/><pubDate>Wed, 17 Jun 2026 18:42:47 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3778/wali-kota-pekanbaru-buka-festival-literasi-2026-dorong-budaya-baca-dan-pembelajaran-sepanjang-hayat</guid></item><item><title>Pekanbaru Job Fair 2026 Dibuka, 1.417 Lowongan Kerja Siap Serap Tenaga Kerja Lokal</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3777/pekanbaru-job-fair-2026-dibuka-1417-lowongan-kerja-siap-serap-tenaga-kerja-lokal</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke_242, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar Pekanbaru Job Fair 2026 di Mall SKA Pekanbaru, Rabu (17/6/2026) sore.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, didampingi Wakil Wali Kota Markarius Anwar. Turut hadir unsur Forkopimda, staf ahli, kepala OPD, camat, serta lurah se_Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung Nugroho menegaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Hari ini secara resmi saya membuka Pekanbaru Job Fair Tahun 2026. Melalui kegiatan ini kita berupaya menjawab persoalan ketenagakerjaan yang masih menjadi tantangan di Kota Pekanbaru,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Agung, masih banyak lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi yang membutuhkan akses terhadap lapangan pekerjaan. Karena itu, pemerintah terus berupaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada Job Fair tahun ini, tersedia 1.417 lowongan pekerjaan yang berasal dari 47 perusahaan dari berbagai sektor usaha. Kesempatan tersebut juga terbuka bagi penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan dunia kerja yang inklusif dan setara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi formalitas. Data para pencari kerja akan kami himpun dan kami kawal. Kami juga meminta perusahaan untuk memaksimalkan peluang penerimaan bagi para pelamar yang mengikuti Job Fair ini,&quot; jelas Agung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia berharap tingkat penyerapan tenaga kerja dari kegiatan tersebut dapat mencapai minimal 70 persen dari total pelamar yang mendaftar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain membuka akses lapangan pekerjaan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mendorong generasi muda untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya diraih melalui pekerjaan formal, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kreativitas dan inovasi dalam berusaha.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kita ingin anak_anak muda Pekanbaru memiliki mental pengusaha. Banyak contoh pengusaha sukses yang memulai usaha dengan modal terbatas, namun mampu berkembang karena kreativitas dan inovasi,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung juga mengapresiasi perusahaan_perusahaan yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan Job Fair 2026. Ia secara khusus mendorong perusahaan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada penyandang disabilitas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Beberapa perusahaan, seperti Indogrosir dan Alfamart, disebut telah membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Pemerintah berharap jumlah kuota tersebut terus bertambah sebagai wujud kesetaraan kesempatan kerja bagi seluruh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui Pekanbaru Job Fair 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap dapat memperluas akses lapangan pekerjaan, mengurangi angka pengangguran, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang produktif, mandiri, dan berdaya saing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/10313353637-img_20260617_163603.jpg"/><pubDate>Wed, 17 Jun 2026 18:23:06 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3777/pekanbaru-job-fair-2026-dibuka-1417-lowongan-kerja-siap-serap-tenaga-kerja-lokal</guid></item><item><title>MAN 2 Model Pekanbaru Luncurkan ECO&#45;Only, Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi dan Edukasi</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3776/man-2-model-pekanbaru-luncurkan-ecoonly-ubah-sampah-jadi-bernilai-ekonomi-dan-edukasi</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(Jkr.com)_&lt;/strong&gt;Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh MAN 2 Model Pekanbaru. Madrasah ini resmi meluncurkan program ECO&#45;Only dalam sebuah kegiatan yang digelar di halaman MAN 2 Model Pekanbaru, Rabu pagi (17/6).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peluncuran program tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, bersama sejumlah tamu undangan dan perwakilan Pemerintah Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syahrul Mauludi menjelaskan bahwa ECO&#45;Only merupakan program yang bertujuan mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Melalui ECO&#45;Only, kita ingin mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah tidak lagi dianggap sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi barang yang bernilai dan bermanfaat. Harapannya, MAN 2 Pekanbaru bukan hanya menjadi madrasah yang bersih dari sampah, tetapi juga mampu menjadikan sampah sebagai sumber nilai ekonomi,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Syahrul, program tersebut sejalan dengan gerakan pelestarian lingkungan yang selama ini dijalankan Kementerian Agama melalui program Ekoteologi. Setelah tahap penghijauan dan penanaman pohon, langkah berikutnya adalah mengelola sampah agar memiliki manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia juga mengapresiasi sinergi antara Kementerian Agama, Pemerintah Kota Pekanbaru, dan berbagai pihak dalam mendukung program lingkungan, termasuk gerakan Pekanbaru Green City.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Lingkungan dan alam ini bukan hanya milik kita saat ini, tetapi juga warisan untuk anak cucu kita. Karena itu, menjaga kebersihan dan kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Kepala MAN 2 Model Pekanbaru melalui Wakil Kepala Bidang Humas, Efni Novita, menjelaskan bahwa ECO&#45;Only menjadi simbol semangat madrasah dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menerangkan bahwa fasilitas ECO&#45;Only berfungsi sebagai tempat penampungan sampah plastik yang telah dipilah. Sampah tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari bahan penelitian siswa hingga pembuatan karya kreatif dan produk kewirausahaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Program ini hadir untuk mendukung Ekoteologi Kementerian Agama sekaligus menyukseskan program Pekanbaru Green City. Sampah plastik yang terkumpul akan disalurkan melalui kerja sama dengan DLHK, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai bahan riset dan prakarya siswa,” jelas Efni.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, MAN 2 Pekanbaru memiliki sejumlah kelas yang fokus pada penelitian dan inovasi. Berbagai riset siswa bahkan telah menembus kompetisi tingkat nasional. Saat ini, terdapat 11 tim penelitian siswa yang lolos seleksi proposal nasional dalam ajang penelitian siswa Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Beragam inovasi tengah dikembangkan para siswa, mulai dari pemanfaatan limbah sebagai sumber energi alternatif hingga penelitian di bidang lingkungan dan mikrobiologi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Efni menegaskan bahwa tujuan utama program ECO&#45;Only bukan sekadar mengumpulkan sampah, melainkan membangun kesadaran generasi muda untuk mengurangi, mengelola, dan memanfaatkan sampah secara bertanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa agar peduli terhadap lingkungan. Sampah memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi kita bisa belajar bagaimana mengelolanya dengan baik sehingga tidak menjadi masalah, bahkan bisa memberikan manfaat,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui program ECO&#45;Only, MAN 2 Model Pekanbaru berharap dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan, penelitian, dan kewirausahaan ke dalam kegiatan pembelajaran sehari_hari.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/42340659181-img_20260617_125621.jpg"/><pubDate>Wed, 17 Jun 2026 12:56:46 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3776/man-2-model-pekanbaru-luncurkan-ecoonly-ubah-sampah-jadi-bernilai-ekonomi-dan-edukasi</guid></item><item><title>O2SN dan GSI Kota Pekanbaru Resmi Dibuka, Wadah Lahirkan Atlet Pelajar Berprestasi</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3775/o2sn-dan-gsi-kota-pekanbaru-resmi-dibuka-wadah-lahirkan-atlet-pelajar-berprestasi</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Semangat sportivitas dan pembinaan generasi muda kembali bergema di Kota Pekanbaru. Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta se&#45;Kota Pekanbaru resmi dibuka, Senin (15/6/2026) pagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Jalan Syamsul Bahri, Kelurahan Sungai Sibam, tersebut dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Syamsuir, yang hadir mewakili Wali Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam arahannya, Syamsuir menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan O2SN dan GSI tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi_tingginya kepada Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, panitia penyelenggara, para guru, serta seluruh pihak yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, O2SN dan GSI merupakan wujud komitmen bersama dalam mencari, membina, dan mengembangkan bibit_bibit atlet muda yang kelak mampu mengharumkan nama Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, bahkan Indonesia di tingkat yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan program nasional di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Pusat Prestasi Nasional. Program ini bertujuan mengembangkan potensi, bakat, minat, serta membentuk karakter peserta didik melalui bidang olahraga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ajang ini bukan hanya soal meraih kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, disiplin, kerja keras, dan sportivitas para siswa. Dari sinilah akan lahir generasi muda yang unggul dan berprestasi di masa depan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syamsuir juga mengajak para guru, pelatih, dan orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak&#45;anak dalam mengembangkan bakat yang mereka miliki. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, positif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pengaruh negatif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami titipkan anak_anak kita untuk terus dibina dan didukung. Mari bersama_sama memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang dan bersaing secara sehat. Jauhkan mereka dari segala bentuk kekerasan dan pengaruh negatif yang dapat menghambat masa depan mereka,” pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, para guru diharapkan dapat memberikan penilaian yang jujur dan adil, sementara guru pendamping diminta untuk selalu menjaga keselamatan dan kesehatan peserta selama kegiatan berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mengakhiri arahannya, Syamsuir secara resmi membuka pelaksanaan O2SN dan GSI tingkat Kota Pekanbaru Tahun 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam melahirkan atlet_atlet pelajar terbaik yang mampu mengharumkan nama Kota Pekanbaru di berbagai ajang olahraga, sekaligus membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/85630381875-img_20260615_185738.jpg"/><pubDate>Mon, 15 Jun 2026 20:41:43 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3775/o2sn-dan-gsi-kota-pekanbaru-resmi-dibuka-wadah-lahirkan-atlet-pelajar-berprestasi</guid></item><item><title>Dewi Juliani SH Serahkan Beasiswa PIP untuk 398 Siswa di Pekanbaru, Tegaskan Tidak Boleh Ada Potongan</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3774/dewi-juliani-sh-serahkan-beasiswa-pip-untuk-398-siswa-di-pekanbaru-tegaskan-tidak-boleh-ada-potongan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Komitmen dalam memperjuangkan akses pendidikan bagi generasi muda terus ditunjukkan Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Riau I, Dewi Juliani, SH. Pada Senin (15/6/2026) siang, Dewi menyerahkan sekaligus mensosialisasikan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa di SMA Negeri 16 Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kesempatan tersebut, Dewi menegaskan bahwa bantuan pendidikan yang disalurkan merupakan hasil perjuangan aspirasi masyarakat Riau di tingkat pusat. Meski tidak bertugas di Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ini adalah aspirasi yang kami perjuangkan dari DPR RI Dapil Riau I. Walaupun saya bukan berasal dari Komisi X, saya hadir karena ini merupakan tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat dari daerah ini,” ujar politikus partai PDI Perjuangan kepada wartawan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, keberhasilan penyaluran bantuan PIP tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari anggota DPRD Provinsi Riau, DPRD Kota Pekanbaru, hingga para pemangku kepentingan yang mengusulkan kebutuhan masyarakat di daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dewi menjelaskan, untuk Kota Pekanbaru terdapat 398 penerima Program Indonesia Pintar yang berhasil diperjuangkannya. Bantuan tersebut tersebar di enam sekolah pada jenjang SD, SMP, hingga SMA.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Khusus di SMA Negeri 16 Pekanbaru, sebanyak 68 siswa dinyatakan memenuhi syarat dan berhak menerima bantuan pendidikan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Adapun besaran bantuan yang diterima siswa berbeda sesuai jenjang pendidikan, yakni:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;1.SD sebesar Rp 450.000&lt;br&gt;2.SMP sebesar Rp 750.000&lt;br&gt;3.SMA sebesar Rp 1.800.000&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dewi berharap dana bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kebutuhan pendidikan siswa, seperti membeli perlengkapan sekolah, buku pelajaran, seragam, maupun kebutuhan belajar lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Saya berharap bantuan ini benar_benar digunakan untuk mendukung pendidikan anak_anak kita agar semakin maju dan berprestasi,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada kesempatan itu, Dewi juga memberikan penegasan terkait transparansi penyaluran bantuan. Ia menekankan bahwa dana PIP harus diterima secara utuh oleh siswa penerima manfaat tanpa adanya pemotongan ataupun pungutan dalam bentuk apa pun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Program ini adalah hak siswa yang telah ditetapkan pemerintah. Tidak boleh ada potongan dengan alasan apa pun. Jika ada wali murid yang menemukan adanya pungutan atau pemotongan, saya minta segera melaporkan agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk mempermudah proses pencairan, para penerima juga diberikan sertifikat yang memuat nama siswa beserta nomor virtual account dan nomor rekening penerima bantuan. Selanjutnya, siswa dapat meminta surat keterangan dari sekolah untuk proses pencairan dana di bank.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pengambilan dana bantuan harus didampingi orang tua atau wali dengan membawa identitas diri seperti KTP atau Kartu Keluarga sebagai bukti hubungan dengan siswa penerima manfaat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menutup kegiatan tersebut, Dewi Juliani mengajak seluruh orang tua dan siswa untuk memanfaatkan bantuan pemerintah dengan bijak demi meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi yang cerdas serta berdaya saing.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Program pemerintah ini sangat baik dan sangat membantu masyarakat. Mari kita manfaatkan sebaik_baiknya demi kemajuan pendidikan anak_anak kita,” pungkasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/40358792339-img_20260615_203622.jpg"/><pubDate>Mon, 15 Jun 2026 20:36:59 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3774/dewi-juliani-sh-serahkan-beasiswa-pip-untuk-398-siswa-di-pekanbaru-tegaskan-tidak-boleh-ada-potongan</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru Resmi Buka O2SN dan GSI Tingkat Kota Tahun 2026</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3773/pemko-pekanbaru-resmi-buka-o2sn-dan-gsi-tingkat-kota-tahun-2026</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(Jkr com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan secara resmi membuka pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Kota Pekanbaru tahun 2026 untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pembukaan kegiatan tersebut dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Syamsuir, yang mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Jalan Samsul Bahri, Kelurahan Sungai Sibam, Senin (15/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam laporannya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, menyampaikan bahwa O2SN dan GSI merupakan program strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang bertujuan mengembangkan talenta peserta didik di bidang olahraga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, karakter sportivitas, serta jiwa kompetitif yang sehat,&quot; ujar Alek.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, O2SN dan GSI tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa yang berintegritas, disiplin, tangguh, dan mampu bekerja sama. Ia menekankan bahwa nilai kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, dan sportivitas jauh lebih penting dibandingkan sekadar kemenangan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dan pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas serta mampu meraih hasil terbaik,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Alek menjelaskan, O2SN tingkat Kota Pekanbaru tahun 2026 diikuti oleh 455 peserta dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat. Kompetisi tersebut mempertandingkan enam cabang olahraga, yakni atletik, bulutangkis, renang, pencak silat, panjat tebing, dan senam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Gala Siswa Indonesia (GSI) yang diperuntukkan bagi siswa SMP/MTs negeri dan swasta diikuti sebanyak 369 peserta yang merupakan juara tingkat kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pelaksanaan O2SN dan GSI berlangsung mulai 14 hingga 17 Juni 2026. Untuk memotivasi para peserta, panitia menyediakan penghargaan berupa trofi, sertifikat, dan uang pembinaan bagi para juara I hingga III.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Alek juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru, pembina olahraga, serta para camat yang telah memberikan dukungan dan pembinaan kepada para siswa sehingga dapat mengikuti O2SN maupun GSI.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menambahkan, para juara O2SN dari enam cabang olahraga serta juara GSI tingkat Kota Pekanbaru akan mewakili Kota Pekanbaru pada ajang tingkat Provinsi Riau. Selanjutnya, para pemenang tingkat provinsi akan berkesempatan tampil pada tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami optimistis Kota Pekanbaru dapat menjadi daerah dengan jumlah wakil terbanyak untuk Provinsi Riau pada ajang nasional,&quot; tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepada seluruh peserta, Alek berpesan agar menjadikan kompetisi ini sebagai ajang mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter positif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kalah dan menang adalah hal biasa dalam pertandingan. Yang terpenting adalah menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran dalam setiap perlombaan,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/21610769284-img_20260615_132953.jpg"/><pubDate>Mon, 15 Jun 2026 13:53:08 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3773/pemko-pekanbaru-resmi-buka-o2sn-dan-gsi-tingkat-kota-tahun-2026</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru Perkuat Perang Melawan Narkoba, Satgas Anti Narkoba Disiagakan</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3772/pemko-pekanbaru-perkuat-perang-melawan-narkoba-satgas-anti-narkoba-disiagakan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Berbagai langkah pencegahan hingga upaya memutus mata rantai peredaran narkotika dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Komitmen tersebut ditegaskan melalui apel kesiapsiagaan Satgas Anti Narkoba yang digelar bersama jajaran Pemko Pekanbaru dan Polresta Pekanbaru di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP), Jumat (12/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa narkoba merupakan persoalan yang harus dihadapi secara bersama&#45;sama karena dampaknya tidak hanya merusak individu, tetapi juga mengancam ketahanan sosial dan masa depan daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman nyata di Kota Pekanbaru. Jika tidak ditangani secara serius, kondisi tersebut dapat merusak generasi muda yang merupakan aset penting dalam pembangunan kota.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak bisa dianggap sebagai masalah biasa. Ini adalah ancaman yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda serta menghambat kemajuan daerah,&quot; ujarnya usai mengikuti apel kesiapsiagaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui pembentukan dan kesiapsiagaan Satgas Anti Narkoba, Pemko Pekanbaru berharap pengawasan, pencegahan, serta edukasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif. Pemerintah juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif berperan dalam memerangi peredaran narkoba dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing_masing.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemko Pekanbaru menegaskan akan terus memperkuat sinergi lintas sektor guna mewujudkan Kota Pekanbaru yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkotika demi menjaga masa depan generasi penerus bangsa.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/41970202169-fb_img_1781240490787.jpg"/><pubDate>Fri, 12 Jun 2026 12:02:59 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3772/pemko-pekanbaru-perkuat-perang-melawan-narkoba-satgas-anti-narkoba-disiagakan</guid></item><item><title>Sambut HUT ke&#45;242 Pemko Pekanbaru Gelar Sunat Massal</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3771/sambut-hut-ke242-pemko-pekanbaru-gelar-sunat-massal</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke&#45;242, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan menggelar kegiatan sunat massal yang ditargetkan melayani sekitar 1.207 anak dari berbagai kecamatan di Kota Bertuah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan sosial tersebut akan dilaksanakan pada 21 Juni 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru dengan melibatkan rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, klinik kesehatan, serta organisasi profesi tenaga medis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala Dinas Kesehatan melalauai sekretaris Dedi Sambudi, mengatakan persiapan pelaksanaan kegiatan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kita meminta dukungan dari rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, klinik&#45;klinik kesehatan, serta organisasi profesi seperti IDI dan PPNI untuk memaksimalkan pelayanan sunat massal ini. Sampai kemarin, jumlah peserta yang sudah terdata mencapai sekitar 1.207 anak,&quot; ujar Dedi Sambudi kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinkes Pekanbaru telah menyiapkan sekitar 85 tempat tidur atau bed yang akan disebar dan dikelola bersama fasilitas kesehatan yang terlibat. Pelayanan akan berlangsung selama satu hari penuh, mulai pagi hingga sore hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Dedi, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Awalnya jumlah peserta yang mendaftar sekitar 1.100 anak, namun terus bertambah setelah informasi kegiatan tersebar luas di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Begitu masyarakat mengetahui adanya program sunat massal gratis ini, banyak yang langsung mendaftarkan anaknya. Alhamdulillah respons masyarakat sangat positif,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dedi menjelaskan, seluruh peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum tindakan dilakukan. Langkah tersebut bertujuan memastikan kondisi anak layak untuk menjalani prosedur sunat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kalau dalam pemeriksaan ditemukan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan dilakukan tindakan saat itu, maka akan ditunda demi keselamatan anak,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tak hanya sampai proses sunat, Dinkes juga telah menyiapkan layanan kontrol pasca tindakan. Tiga hari setelah pelaksanaan, peserta dapat melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat sesuai domisili maupun tempat layanan kesehatan yang bekerja sama dalam program tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebagai bentuk perhatian kepada peserta, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Wali Kota Agung Nugroho juga telah menyiapkan berbagai souvenir untuk anak_anak yang mengikuti kegiatan tersebut. Hadiah yang diberikan berupa perlengkapan alat tulis sekolah dan sarung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dedi berharap kegiatan sunat massal ini dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami berharap kegiatan ini terlaksana dengan baik dan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memberikan pelayanan kesehatan sekaligus meringankan beban masyarakat,&quot; tutupnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui kegiatan sosial ini, peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang inklusif dan mudah diakses.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/43018677742-fb_img_1781185893892.jpg"/><pubDate>Thu, 11 Jun 2026 20:53:18 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3771/sambut-hut-ke242-pemko-pekanbaru-gelar-sunat-massal</guid></item><item><title>Kue Talam Ketan Durian Siap Jadi Ikon Kuliner Pekanbaru, Hadir di Hotel dan Bandara</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3770/kue-talam-ketan-durian-siap-jadi-ikon-kuliner-pekanbaru-hadir-di-hotel-dan-bandara</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya mengangkat produk unggulan daerah agar semakin dikenal luas. Salah satunya melalui penguatan kue talam ketan durian sebagai ikon kuliner khas Kota Pekanbaru yang nantinya akan menjadi sajian penyambutan atau welcome food di hotel&#45;hotel dan Bandara Sultan Syarif Kasim II.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Pekanbaru di Ruang Rapat Wali Kota, Lantai 5 Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (11/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sekretaris Disperindag Kota Pekanbaru, Ali Imron didampingi Kabid Pasar Itang Trasan, mengatakan bahwa Disperindag bertindak sebagai leading sector dalam pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kota Pekanbaru. Melalui kesepakatan ini, berbagai pihak diajak berkolaborasi untuk memperkuat eksistensi kue talam ketan durian sebagai produk unggulan UMKM daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kesepakatan ini melibatkan pelaku usaha, pihak perhotelan, pusat oleh&#45;oleh, hingga pengelola bandara dalam rangka penguatan kue talam ketan durian sebagai produk unggulan UMKM sekaligus sajian penyambutan khas Kota Pekanbaru,&quot; ujar Ali Imron kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Riau, PT Angkasa Pura Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, serta pusat oleh&#45;oleh Nadira Napoleon dan Insyira.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Ali Imron, langkah ini merupakan tindak lanjut dari penetapan produk unggulan daerah berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Pekanbaru Nomor 331 Tahun 2021, yang menetapkan olahan durian sebagai salah satu produk unggulan daerah yang perlu terus dikembangkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ke depan, hotel_hotel di Pekanbaru diharapkan menyediakan kue talam ketan durian sebagai hidangan penyambutan bagi tamu yang datang. Dengan demikian, wisatawan maupun tamu dari luar daerah akan langsung mengenal cita rasa khas Pekanbaru sejak pertama kali menginjakkan kaki di kota ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tidak hanya kuliner, Pemko Pekanbaru juga mendorong promosi produk_produk UMKM lainnya melalui penyediaan pojok promosi di hotel_hotel. Nantinya, berbagai produk unggulan seperti batik, songket, anyaman rotan, kerajinan tangan, hingga produk makanan khas daerah akan dipajang untuk memperkenalkan kekayaan ekonomi kreatif Pekanbaru kepada para tamu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, pemerintah juga terus menggaungkan penggunaan Baju Sikat, busana khas daerah yang telah didaftarkan sebagai identitas budaya Kota Pekanbaru. Bahkan, pihak perhotelan didorong untuk mulai memperkenalkan dan menggunakan pakaian tersebut, khususnya bagi petugas yang berada di bagian depan hotel.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebagai bagian dari promosi yang lebih luas, Pemko Pekanbaru juga akan menggelar Festival Kue Talam Ketan Durian pada 21 Juni mendatang. Festival tersebut direncanakan menghadirkan kue talam ketan durian serpanjang I km yang dibuat secara gotong royong oleh pelaku UMKM.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui berbagai langkah strategis ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap kue talam ketan durian tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional, tetapi juga menjadi ikon kuliner yang mampu memperkuat identitas daerah serta mendukung pertumbuhan ekonomi UMKM lokal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami ingin kue talam ketan durian menjadi ikon Pekanbaru yang dikenal luas oleh masyarakat maupun wisatawan yang datang ke kota ini,&quot; tutup Ali Imron.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/49868001265-img_20260611_195328.jpg"/><pubDate>Thu, 11 Jun 2026 19:53:54 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3770/kue-talam-ketan-durian-siap-jadi-ikon-kuliner-pekanbaru-hadir-di-hotel-dan-bandara</guid></item><item><title>IMSYA Indonesia Lepas Ratusan Mahasiswa KKN 2026, Siap Mengabdi dan Membangun Masyarakat Berbasis Nilai Qurani</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3769/imsya-indonesia-lepas-ratusan-mahasiswa-kkn-2026-siap-mengabdi-dan-membangun-masyarakat-berbasis-nilai-qurani</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Sebanyak ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Imam Syafii (IMSYA) Indonesia resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Melalui program pengabdian masyarakat ini, para mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang mandiri, religius, dan berdaya saing.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan pembekalan dan pelepasan mahasiswa KKN tersebut digelar di Aula Lantai II Masjid Imam Syafii, Kompleks Pendidikan Imam Syafii, Jalan Soekarno&#45;Hatta, Pekanbaru, Rabu (10/6/2026) pagi yang dihadiri oleh Plg Sekdako Pekanbaru H Syamsuir&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mengusung tema “Integrasi Keilmuan Islam dalam Membangun Kemandirian Masyarakat, Penguatan Ekonomi Syariah, Pendidikan dan Ketahanan Sosial Berbasis Nilai Qurani Menuju Pencapaian SDGs”, program ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, H. Syamsuir, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan KKN IMSYA Indonesia. Menurutnya, program ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari selama perkuliahan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Hari ini kita menghadiri acara pembekalan dan pelepasan mahasiswa KKN tahun 2026. Harapannya, para mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh di tengah$tengah masyarakat serta mampu membangun komunikasi yang baik selama menjalankan tugas pengabdian,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syamsuir menambahkan, pembekalan yang diberikan sebelum keberangkatan menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan memahami karakteristik masyarakat yang akan mereka dampingi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Rektor IMSYA Indonesia, Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA, menjelaskan bahwa pihak kampus sengaja melibatkan unsur pemerintah dalam kegiatan pelepasan tersebut guna memperkuat koordinasi dan memudahkan mahasiswa saat menjalankan program KKN di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami mengundang unsur pemerintah agar mahasiswa mendapatkan dukungan dan informasi yang baik. Dengan demikian, ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka dapat diterima oleh tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, serta berbagai elemen lainnya,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Ali Musri, mahasiswa KKN nantinya akan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Mereka akan berkolaborasi dengan majelis taklim, membantu proses pendidikan di madrasah, menggelar berbagai perlombaan yang bersifat edukatif, hingga berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan rumah ibadah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Mereka juga dapat membantu kegiatan kebersihan, pembangunan, maupun aktivitas keagamaan yang perlu dikembangkan di lingkungan masyarakat,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada tahun ini, IMSYA Indonesia memberangkatkan sekitar 300 kurang lebih mahasiswa untuk melaksanakan KKN di sejumlah daerah. Lokasi pengabdian tersebar di dua provinsi dalam negeri, yakni Riau dan Sumatera Barat, serta satu lokasi luar negeri di Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ali Musri berharap program KKN tidak hanya menjadi ajang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi proses pembelajaran berharga bagi para mahasiswa dalam memahami realitas kehidupan sosial.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami ingin mahasiswa mengenal langsung kondisi masyarakat dan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat. Pengalaman di lapangan akan menjadi pelajaran berharga yang tidak bisa diperoleh hanya dari teori di kelas,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menegaskan, keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat akan melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta kepekaan sosial mahasiswa. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang siap menghadapi berbagai tantangan dan hadir memberikan solusi di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Melalui KKN ini, mahasiswa akan belajar banyak hal, mulai dari memahami persoalan masyarakat hingga menemukan cara terbaik untuk berkontribusi. Ketika kembali ke kampus, mereka tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri demi menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa,&quot; tutupnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/33914763680-img_20260610_135504.jpg"/><pubDate>Wed, 10 Jun 2026 13:55:44 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3769/imsya-indonesia-lepas-ratusan-mahasiswa-kkn-2026-siap-mengabdi-dan-membangun-masyarakat-berbasis-nilai-qurani</guid></item><item><title>Napak Tilas Pramuka Pekanbaru 2026, Menyusuri Jejak Sejarah dan Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3768/napak-tilas-pramuka-pekanbaru-2026-menyusuri-jejak-sejarah-dan-menumbuhkan-jiwa-kepemimpinan-generasi-muda</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Semangat kebersamaan, disiplin, dan kecintaan terhadap sejarah bangsa terpancar dalam kegiatan Napak Tilas Pramuka se_Kota Pekanbaru Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 6 Pekanbaru. Kegiatan yang diikuti puluhan tim dari tingkat SMP hingga SMA/SMK ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter bagi generasi muda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;SMA Negeri 6 Pekanbaru melalui Gugus Depan 017/018 dipercaya sebagai pelaksana kegiatan napak tilas yang memperebutkan Piala Bergilir Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Pekanbaru Hj. Sulastri, SE., MH. untuk golongan Penggalang serta Piala Bergilir Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Pramuka Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, SE., MM. untuk golongan Penegak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SMA Negeri 6 Pekanbaru, Drs. Yon Hendri, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan napak tilas merupakan salah satu media pendidikan karakter yang efektif untuk menanamkan nilai&#45;nilai perjuangan, persatuan, dan tanggung jawab kepada para pelajar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Napak tilas ini menjadi momentum untuk mengenang jejak sejarah bangsa sekaligus menumbuhkan semangat persatuan di kalangan pelajar sebagai penerus bangsa. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami pentingnya perjuangan dan kebersamaan,” ujar Yon Hendri saat ditemui wartawan, Minggu (8/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah sekolah yang ambil bagian. Sebanyak 13 sekolah tingkat SMP mengikuti perlombaan dengan total 21 tim, terdiri dari 13 tim putra dan delapan tim putri. Sementara itu, pada tingkat SMA/SMK, tercatat 16 tim dari delapan sekolah turut berkompetisi. Kegiatan juga semakin semarak dengan keikutsertaan 20 tim ekstrakurikuler lintas alam SMA Negeri 6 Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Para peserta dilepas dari halaman SMA Negeri 6 Pekanbaru dan menempuh rute sepanjang 14,7 kilometer menuju garis finis di halaman Kantor Wali Kota Pekanbaru. Perjalanan yang dimulai pukul 07.30 WIB itu berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sepanjang rute, peserta tidak hanya dituntut memiliki ketahanan fisik yang baik, tetapi juga kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kecakapan menyelesaikan berbagai tantangan yang telah disiapkan panitia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Yon Hendri, kegiatan seperti ini perlu terus digelar secara berkelanjutan karena memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Sebagai tuan rumah, kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah bangsa, meningkatkan keterampilan anggota Pramuka, serta memperkuat semangat kebangsaan. Dengan dukungan seluruh pihak, gerakan Pramuka di Pekanbaru akan semakin maju dan diminati generasi muda,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan trofi kepada para pemenang yang dilaksanakan di Kantor Wali Kota Pekanbaru. Wali Kota Pekanbaru diwakili oleh Akmal Khairi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru, yang menyerahkan langsung piala kepada para juara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada perlombaan tahun ini, SMP Negeri 18 Pekanbaru berhasil meraih Juara Umum Golongan Penggalang, sementara SMK Negeri 6 Pekanbaru keluar sebagai Juara Umum Golongan Penegak, sekaligus mengukuhkan prestasinya sebagai tuan rumah penyelenggara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan Napak Tilas Pramuka 2026 dipimpin oleh Ketua Panitia Refna Silvia, S.Pd., yang juga merupakan Pembina Gudep Putri SMA Negeri 6 Pekanbaru, didampingi Sekretaris Pelaksana Merico, S.Pd.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui kegiatan ini, Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru kembali membuktikan perannya sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tangguh, berkarakter, cinta tanah air, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang siap membawa bangsa menuju masa depan yang lebih baik.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/47367234360-img-20260608-wa0020.jpg"/><pubDate>Mon, 08 Jun 2026 17:56:26 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3768/napak-tilas-pramuka-pekanbaru-2026-menyusuri-jejak-sejarah-dan-menumbuhkan-jiwa-kepemimpinan-generasi-muda</guid></item><item><title>Bus Listrik Mulai Mengaspal di Pekanbaru, Warga Segera Nikmati Transportasi Ramah Lingkungan</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3767/bus-listrik-mulai-mengaspal-di-pekanbaru-warga-segera-nikmati-transportasi-ramah-lingkungan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menguji coba pengoperasian dua unit bus listrik yang resmi diluncurkan pada Kamis (4/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Uji coba bus listrik tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam rangkaian acara Launching Logo Hari Jadi Kota Pekanbaru ke&#45;242 yang digelar di Atrium Siak Mal SKA.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Momentum ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan transportasi publik di Kota Bertuah. Kehadiran bus listrik tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan angkutan umum, tetapi juga mendukung upaya pengurangan emisi dan penciptaan lingkungan yang lebih bersih serta sehat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Agung Nugroho didampingi Wakil Wali Kota Markarius Anwar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut merasakan langsung kenyamanan armada bus listrik. Mereka menempuh perjalanan dari Mal SKA menuju Mal Pekanbaru (MP) sebagai bagian dari simulasi operasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Suasana perjalanan berlangsung lancar. Bus listrik yang beroperasi tanpa suara mesin yang bising memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kendaraan konvensional. Selain lebih nyaman, armada ini juga menawarkan teknologi yang lebih ramah lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemko Pekanbaru berharap kehadiran bus listrik dapat menjadi solusi transportasi masa depan yang mampu menarik minat masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan umum. Dengan demikian, kemacetan lalu lintas dapat ditekan sekaligus mendukung program pembangunan kota yang berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Uji coba ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik yang sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jika hasil uji coba berjalan sesuai harapan, bus listrik akan menjadi salah satu pilihan transportasi andalan warga Pekanbaru dalam beraktivitas sehari_hari.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/23603093290-fb_img_1780577741479.jpg"/><pubDate>Thu, 04 Jun 2026 19:57:03 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3767/bus-listrik-mulai-mengaspal-di-pekanbaru-warga-segera-nikmati-transportasi-ramah-lingkungan</guid></item><item><title>Bunda PAUD se&#45;Riau Deklarasikan Dukungan Wajib Belajar 13 Tahun</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3766/bunda-paud-seriau-deklarasikan-dukungan-wajib-belajar-13-tahun</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(Jkr.com)_&lt;/strong&gt;Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau menggelar kegiatan advokasi kepada pemerintah daerah guna memperkuat komitmen penyediaan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bermutu serta mendukung implementasi kebijakan wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut dihadiri Bunda PAUD kabupaten/kota se&#45;Provinsi Riau, termasuk Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hulu, Suci Rahmiani, S.Sos., M.Si. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah dalam menghadirkan layanan pendidikan prasekolah yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh anak di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Kurniawan, S.T., MBA, yang membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia suatu bangsa sangat ditentukan oleh pendidikan yang diterima sejak dini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, seluruh anak Indonesia berhak memperoleh layanan pendidikan yang bermutu tanpa memandang suku, agama, kondisi ekonomi, letak geografis, status sosial, maupun kebutuhan khusus.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pendidikan bermutu untuk semua harus dapat dinikmati oleh seluruh anak Indonesia, termasuk pada jenjang pendidikan anak usia dini,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi wajib belajar 13 tahun, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan pin oleh Kepala BPMP Provinsi Riau, Dr. Nilam Suri, kepada seluruh Bunda PAUD kabupaten/kota se&#45;Riau. Prosesi tersebut dirangkai dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi dukungan terhadap kebijakan wajib belajar 13 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam sesi “Bunda PAUD Bercerita”, Suci Rahmiani menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Indragiri Hulu. Ia menilai pendidikan pada usia dini merupakan fondasi penting dalam menjamin tumbuh kembang anak secara optimal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Suci menegaskan dukungannya terhadap kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Karena itu, setiap anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses layanan PAUD yang berkualitas,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada kesempatan tersebut, Suci juga memaparkan sejumlah program yang telah dan akan terus dijalankan untuk menyosialisasikan kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah di Kabupaten Indragiri Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Program tersebut berfokus pada Gerakan PAUD Bermutu melalui Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD dengan tiga strategi utama, yakni memperluas akses layanan PAUD, meningkatkan mutu pembelajaran, dan memperkuat pendidikan karakter bagi anak usia dini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui kegiatan advokasi ini, pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bunda PAUD, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mewujudkan layanan PAUD yang merata, berkualitas, dan inklusif sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/41525949241-img_20260604_113114.jpg"/><pubDate>Thu, 04 Jun 2026 11:34:07 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3766/bunda-paud-seriau-deklarasikan-dukungan-wajib-belajar-13-tahun</guid></item><item><title>Bupati Kampar Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026, Perkuat Kesiapan Hadapi Musim Kemarau</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3765/bupati-kampar-pimpin-apel-siaga-karhutla-2026-perkuat-kesiapan-hadapi-musim-kemarau</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;KAMPAR(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kabupaten Kampar menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Tahun 2026 di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Kamis (4/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kebakaran yang kerap meningkat saat musim kemarau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kampar, unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, staf ahli bupati, para asisten sekretariat daerah, kepala OPD, serta ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, dan berbagai unsur terkait lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam amanatnya, Ahmad Yuzar menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kesiapsiagaan personel, kelengkapan peralatan, serta langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini menjadi kunci utama untuk menekan risiko terjadinya kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan kita dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Melalui sinergi dan koordinasi yang baik antarinstansi, kita berharap dapat mencegah serta menanggulangi Karhutla secara cepat, tepat, dan efektif,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia meminta warga untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di lingkungan sekitar agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Usai apel, Bupati bersama Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda melakukan inspeksi terhadap pasukan serta peralatan pendukung yang disiapkan masing_masing instansi. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh personel dan sarana penanggulangan Karhutla berada dalam kondisi siap digunakan sewaktu&#45;waktu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla yang setiap tahun berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Kampar, terutama saat musim kemarau panjang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Pemerintah Kabupaten Kampar kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat kolaborasi antarlembaga, serta membangun kesadaran masyarakat demi mewujudkan Kampar yang tangguh terhadap bencana dan terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/65398320086-img_20260604_111942.jpg"/><pubDate>Thu, 04 Jun 2026 11:20:22 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3765/bupati-kampar-pimpin-apel-siaga-karhutla-2026-perkuat-kesiapan-hadapi-musim-kemarau</guid></item><item><title>Bupati Kampar Hadiri Sertijab Danyonif 132/Bima Sakti</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3764/bupati-kampar-hadiri-sertijab-danyonif-132bima-sakti</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;KAMPAR(Jkr.com)_&lt;/strong&gt;Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Wakil Bupati Kampar Misharti menghadiri upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 132/Bima Sakti dari Letkol Inf Diyan Mantofani, S.H. kepada Letkol Inf Hendri Sihombing, S.Hub.Int., M.Tr.Mil. Kegiatan berlangsung di Lapangan Markas Komando Yonif 132/Bima Sakti, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Rabu (3/6).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat TNI&#45;Polri, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi kepada Letkol Inf Diyan Mantofani atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Yonif 132/Bima Sakti. Menurutnya, kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Kampar dan Yonif 132/BS telah memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar dan masyarakat Kampar, kami mengucapkan terima kasih kepada Letkol Inf Diyan Mantofani atas pengabdian dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Semoga sukses dalam mengemban amanah di tempat tugas yang baru,” ujar Ahmad Yuzar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bupati juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Letkol Inf Hendri Sihombing sebagai Danyonif 132/Bima Sakti yang baru. Ia berharap sinergi dan koordinasi yang selama ini terjalin dapat terus ditingkatkan guna mendukung keamanan dan pembangunan di Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu mengatakan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI Angkatan Darat dalam rangka penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta peningkatan kualitas kepemimpinan di lingkungan satuan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia juga memberikan apresiasi kepada pejabat lama atas berbagai capaian dan prestasi selama memimpin Yonif 132/Bima Sakti. Kepada pejabat baru, Danrem berharap dapat melanjutkan dan meningkatkan kinerja satuan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rangkaian upacara berlangsung khidmat dan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat lama maupun pejabat baru oleh seluruh tamu undangan yang hadir. Momentum sertijab tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendukung kemajuan Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/31856803939-img_20260603_135731.jpg"/><pubDate>Wed, 03 Jun 2026 13:58:14 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3764/bupati-kampar-hadiri-sertijab-danyonif-132bima-sakti</guid></item><item><title>SMP Negeri 3 Pekanbaru Lepas 191 Siswa Kelas IX, Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Melanjutkan Pendidikan</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3763/smp-negeri-3-pekanbaru-lepas-191-siswa-kelas-ix-kepala-sekolah-tekankan-pentingnya-melanjutkan-pendidikan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara perpisahan serta penyerahan peserta didik kelas IX SMP Negeri 3 Pekanbaru kepada orang tua pada Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung sederhana namun khidmat ini digelar di halaman sekolah, Jalan Dahlia, Kelurahan Kedung sari, Kecamatan Sukajadi, Rabu (3/6/2026) pagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Mengusung tema “Mengantarkan Generasi Berkarakter dan Berprestasi Menuju Pendidikan yang Lebih Tinggi”, acara tersebut menjadi momentum penting bagi 191 siswa yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah pertama dan bersiap melangkah ke jenjang berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain prosesi pelepasan siswa, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas yang ditampilkan para peserta didik. Beragam pertunjukan tersebut mendapat sambutan hangat dari para guru, orang tua, dan tamu undangan yang hadir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala SMP Negeri 3 Pekanbaru, Doddy Ydhianto, S.Pd, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa yang berhasil menuntaskan pendidikan mereka. Ia berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi sesuai minat dan kemampuan masing_masing.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Tahun ini sebanyak 191 siswa dinyatakan lulus. Harapan kami, seluruhnya dapat melanjutkan pendidikan ke SMA maupun SMK. Mulai 8 Juni nanti akan ada sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), dan kami berharap para orang tua terus memberikan dukungan agar anak&#45;anak dapat meraih kesuksesan di masa depan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Doddy juga berpesan kepada para lulusan agar tidak berhenti menempuh pendidikan setelah lulus SMP. Menurutnya, pendidikan merupakan bekal utama dalam menghadapi tantangan masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Jangan sampai putus sekolah. Lanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK. Selain itu, jagalah nama baik almamater. Kami berharap lulusan SMP Negeri 3 Pekanbaru tetap menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu menunjukkan sikap yang baik di lingkungan baru mereka,&quot; pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepada para orang tua, ia juga meminta agar terus mendampingi dan memberikan motivasi kepada anak_anak hingga berhasil meraih cita_cita.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Peran orang tua sangat penting. Dukungan yang berkelanjutan akan menjadi penyemangat bagi anak_anak untuk terus belajar dan mencapai kesuksesan,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kesempatan tersebut, Doddy turut menyinggung kebijakan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran mendatang. Ia menjelaskan bahwa SMP Negeri 3 Pekanbaru diperkirakan hanya menerima sekitar 160 siswa baru yang terbagi dalam lima rombongan belajar (rombel), mengikuti ketentuan terbaru terkait jumlah maksimal siswa per kelas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi daya tampung sekolah yang selama ini memiliki minat pendaftar cukup tinggi. Meski demikian, pihak sekolah akan tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Acara pelepasan berlangsung penuh kehangatan dan menjadi penanda berakhirnya perjalanan para siswa di bangku SMP. Kini, mereka bersiap membuka lembaran baru untuk menggapai masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan yang lebih tinggi&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/63776116583-img_20260603_131230.jpg"/><pubDate>Wed, 03 Jun 2026 13:17:37 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3763/smp-negeri-3-pekanbaru-lepas-191-siswa-kelas-ix-kepala-sekolah-tekankan-pentingnya-melanjutkan-pendidikan</guid></item><item><title>Bupati Kuansing Perjuangkan Legalitas Lahan Masyarakat di Kementerian Kehutanan</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3762/bupati-kuansing-perjuangkan-legalitas-lahan-masyarakat-di-kementerian-kehutanan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA(Jkr.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus mendorong penyelesaian persoalan lahan masyarakat yang hingga kini masih berstatus kawasan hutan. Upaya tersebut ditunjukkan melalui audiensi yang dipimpin Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam pertemuan tersebut, Bupati Suhardiman didampingi Ketua DPRD Kuansing Juprizal, Asisten I Sekretariat Daerah dr. Fahdiansyah, Kepala Dinas Perkebunan Andriyama, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sigit Purnomo, serta Camat Singingi Hilir dan Camat Logas Tanah Darat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Audiensi membahas usulan pelepasan lahan masyarakat yang masih masuk dalam kawasan hutan agar dapat diakomodasi melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Program tersebut dinilai menjadi salah satu solusi untuk memberikan legalitas dan kepastian hukum bagi masyarakat yang telah lama mengelola lahan di wilayah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bupati Suhardiman Amby menegaskan, penyelesaian status lahan masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, kepastian hukum atas lahan tidak hanya penting untuk melindungi hak&#45;hak masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan warga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar masyarakat memperoleh kepastian status lahan yang mereka kelola,” ujar Suhardiman dalam pertemuan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kuansing, Sigit Purnomo, mengatakan usulan yang disampaikan kepada Kementerian Kehutanan merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan agraria yang selama ini dihadapi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pak Bupati memperjuangkan pembebasan lahan masyarakat yang berada dalam kawasan hutan agar dapat masuk sebagai indikator TORA. Ini menjadi salah satu langkah untuk memberikan kepastian dan perlindungan terhadap hak_hak masyarakat,” kata Sigit.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Kehutanan telah dilakukan secara berkelanjutan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari serangkaian upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi untuk mempercepat penyelesaian persoalan lahan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemerintah daerah berharap usulan yang disampaikan dapat memperoleh tindak lanjut dari pemerintah pusat sehingga masyarakat yang selama ini mengelola lahan di kawasan hutan dapat memperoleh legalitas yang jelas melalui program reforma agraria.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/6172611541-img_20260603_113827.jpg"/><pubDate>Wed, 03 Jun 2026 11:38:49 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3762/bupati-kuansing-perjuangkan-legalitas-lahan-masyarakat-di-kementerian-kehutanan</guid></item><item><title>Walikota Pekanbaru Secara Resmi Lepas Petugas Pendataan Kewilayahan Melalui Program 1 ASN 1 RW,Perkuat Pendataan dan  Pengawasan Wilayah</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3761/walikota-pekanbaru-secara-resmi-lepas-petugas-pendataan-kewilayahan-melalui-program-1-asn-1-rwperkuat-pendataan-dan--pengawasan-wilayah</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara resmi melepas petugas pendataan kewilayahan melalui program 1 ASN 1 RW dalam sebuah apel yang digelar di Lapangan Bola Belimbing, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu (3/6/2026) pagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Apel tersebut dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, serta ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang akan ditugaskan langsung ke lingkungan masyarakat untuk melakukan pendataan dan pemantauan kondisi wilayah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Program 1 ASN 1 RW merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memperkuat pelayanan publik berbasis data sekaligus memastikan setiap persoalan di tingkat lingkungan dapat terpantau secara cepat dan akurat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung Nugroho menegaskan bahwa pemerintah kota ingin membangun sistem pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui keterlibatan langsung ASN di wilayah tempat tinggal mereka masing_masing.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;ASN akan turun langsung ke lingkungan RW tempat mereka tinggal untuk mendata kondisi masyarakat, kebersihan lingkungan, status kependudukan, hingga berbagai persoalan sosial yang ada di lapangan,&quot; ujar Agung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan bahwa Pekanbaru memiliki sekitar 13.000 pegawai yang terdiri dari ASN dan PPPK. Potensi sumber daya manusia tersebut dinilai perlu dimaksimalkan untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui program ini, para ASN dan PPPK akan mengumpulkan berbagai data penting, mulai dari kondisi kebersihan lingkungan, rumah kosong, lahan terlantar, pendatang baru, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pendataan juga mencakup pembaruan data administrasi kependudukan, termasuk warga yang masih menggunakan dokumen lama setelah pemekaran wilayah kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Semua data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menyalurkan berbagai program bantuan agar lebih tepat sasaran,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung mencontohkan masih banyak warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan, namun tidak terakomodasi karena data yang dimiliki pemerintah belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menilai kehadiran ASN di setiap RW akan membantu pemerintah memperoleh informasi yang lebih akurat sehingga program bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar_benar membutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain mendata, para ASN juga akan berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan Pemerintah Kota Pekanbaru. Mereka dapat menyampaikan berbagai informasi mengenai program pemerintah, seperti pengobatan gratis, sunatan massal, penghapusan denda pajak, hingga berbagai layanan sosial lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Di sisi lain, Pemko Pekanbaru juga terus memperkuat penanganan kebersihan lingkungan. Setiap kecamatan akan mendapatkan dukungan petugas kebersihan lengkap dengan perlengkapan kerja, kendaraan operasional, serta anggaran operasional untuk mendukung kegiatan di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan dukungan tersebut, camat dan lurah diharapkan dapat lebih cepat menangani berbagai persoalan lingkungan tanpa harus selalu menunggu bantuan dari organisasi perangkat daerah terkait.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saat ini program 1 ASN 1 RW telah berjalan di enam kecamatan dengan jumlah petugas mencapai sekitar 360 orang. Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan program tersebut dapat diperluas hingga menjangkau seluruh 15 kecamatan yang ada di Kota Bertuah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung optimistis program ini akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat, serta pembangunan yang berbasis pada data yang akurat dan terintegrasi.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/14036696524-img_20260603_112751.jpg"/><pubDate>Wed, 03 Jun 2026 11:28:47 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3761/walikota-pekanbaru-secara-resmi-lepas-petugas-pendataan-kewilayahan-melalui-program-1-asn-1-rwperkuat-pendataan-dan--pengawasan-wilayah</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru dan APJATEL Riau Percepat Penataan Kabel Fiber Optik, Wujudkan Kota yang Lebih Rapi dan Aman</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3760/pemko-pekanbaru-dan-apjatel-riau-percepat-penataan-kabel-fiber-optik-wujudkan-kota-yang-lebih-rapi-dan-aman</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Riau terus mematangkan langkah penataan kabel fiber optik yang selama ini semrawut di sejumlah ruas jalan. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat TRC Pekanbaru Aman 112, Jalan Dahlia, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Sukajadi, Selasa (2/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Pekanbaru untuk menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Penataan kabel udara yang selama ini menjuntai di berbagai titik dinilai penting karena tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sekretaris APJATEL Riau, Dardi Suryanto, mengatakan pihaknya mendukung penuh program yang digagas Pemko Pekanbaru. Namun, pelaksanaannya membutuhkan perencanaan yang matang melalui kajian teknis, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pemerintah meminta agar ada kajian teknis yang jelas. Harus ada rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar penataan jaringan telekomunikasi dapat berjalan efektif,” ujar Dardi kepada wartawan usai rapat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk jangka pendek, APJATEL bersama para operator akan fokus melakukan perapian kabel melalui metode crimping dan penertiban kabel_kabel yang tidak teratur. Langkah ini dinilai paling memungkinkan untuk segera dilaksanakan sambil menunggu kajian teknis yang lebih komprehensif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Dardi, Pemko Pekanbaru juga telah meminta identifikasi ruas jalan yang siap menjadi lokasi prioritas pembersihan kabel. Beberapa titik bahkan telah dilakukan penataan sebelumnya, seperti di Jalan Ronggo Warsito, Jalan Paus, Parit Indah, Harapan Raya, hingga Jalan Samarinda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Program perapian ini akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Memang tidak ada target jumlah ruas jalan tertentu, tetapi kami akan rutin melakukan penataan pada kawasan_kawasan yang menjadi prioritas pemerintah,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia mengakui bahwa salah satu tantangan utama dalam penataan jaringan telekomunikasi adalah banyaknya pelaku usaha yang membangun infrastruktur sendiri_sendiri, mulai dari pemasangan tiang hingga penarikan kabel. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan kabel menjadi semakin padat dan sulit ditata.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, APJATEL mendorong penerapan konsep penggunaan infrastruktur bersama agar seluruh operator dapat memanfaatkan fasilitas yang sama. Langkah tersebut diyakini mampu mengurangi jumlah tiang dan kabel yang saat ini memenuhi sejumlah ruas jalan di Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain perapian kabel udara, Pemko Pekanbaru juga tengah mengkaji kemungkinan pemindahan jaringan kabel ke bawah tanah secara bertahap. Konsep ini akan dikolaborasikan dengan proyek pembangunan dan revitalisasi drainase yang sedang berjalan di beberapa kawasan kota.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dardi mencontohkan pembangunan drainase di Jalan Lobak dan Jalan Delima yang direncanakan pada tahun 2026 dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan jalur khusus atau ducting kabel bawah tanah. Dengan demikian, infrastruktur telekomunikasi dapat ditata lebih rapi tanpa mengganggu pemandangan kota.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami melihat peluang untuk berkolaborasi dengan program pembangunan drainase. Nantinya bisa disiapkan jalur khusus kabel sehingga ke depan jaringan telekomunikasi tidak lagi bergantung pada tiang_tiang di tepi jalan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan para penyelenggara jaringan telekomunikasi, diharapkan penataan kabel fiber optik di Kota Pekanbaru dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya meningkatkan keselamatan masyarakat, tetapi juga mendukung terwujudnya wajah Kota Pekanbaru yang lebih tertata, modern, dan berdaya saing.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/57906315623-fb_img_1780399381025.jpg"/><pubDate>Tue, 02 Jun 2026 18:23:18 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3760/pemko-pekanbaru-dan-apjatel-riau-percepat-penataan-kabel-fiber-optik-wujudkan-kota-yang-lebih-rapi-dan-aman</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru dan APJATEL Riau Bahas Penataan Kabel Fiber Optik, Fokus pada Keselamatan dan Keindahan Kota</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3759/pemko-pekanbaru-dan-apjatel-riau-bahas-penataan-kabel-fiber-optik-fokus-pada-keselamatan-dan-keindahan-kota</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Riau terus mematangkan langkah penataan kabel fiber optik yang selama ini semrawut di sejumlah ruas jalan. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat TRC Pekanbaru Aman 112, Jalan Dahlia, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Sukajadi, Selasa (2/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Pekanbaru untuk menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Penataan kabel udara yang selama ini menjuntai di berbagai titik dinilai penting karena tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sekretaris APJATEL Riau, Dardi Suryanto, mengatakan pihaknya mendukung penuh program yang digagas Pemko Pekanbaru. Namun, pelaksanaannya membutuhkan perencanaan yang matang melalui kajian teknis, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pemerintah meminta agar ada kajian teknis yang jelas. Harus ada rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar penataan jaringan telekomunikasi dapat berjalan efektif,” ujar Dardi kepada wartawan usai rapat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk jangka pendek, APJATEL bersama para operator akan fokus melakukan perapian kabel melalui metode crimping dan penertiban kabel_kabel yang tidak teratur. Langkah ini dinilai paling memungkinkan untuk segera dilaksanakan sambil menunggu kajian teknis yang lebih komprehensif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Dardi, Pemko Pekanbaru juga telah meminta identifikasi ruas jalan yang siap menjadi lokasi prioritas pembersihan kabel. Beberapa titik bahkan telah dilakukan penataan sebelumnya, seperti di Jalan Ronggo Warsito, Jalan Paus, Parit Indah, Harapan Raya, hingga Jalan Samarinda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Program perapian ini akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Memang tidak ada target jumlah ruas jalan tertentu, tetapi kami akan rutin melakukan penataan pada kawasan_kawasan yang menjadi prioritas pemerintah,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia mengakui bahwa salah satu tantangan utama dalam penataan jaringan telekomunikasi adalah banyaknya pelaku usaha yang membangun infrastruktur sendiri_sendiri, mulai dari pemasangan tiang hingga penarikan kabel. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan kabel menjadi semakin padat dan sulit ditata.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, APJATEL mendorong penerapan konsep penggunaan infrastruktur bersama agar seluruh operator dapat memanfaatkan fasilitas yang sama. Langkah tersebut diyakini mampu mengurangi jumlah tiang dan kabel yang saat ini memenuhi sejumlah ruas jalan di Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain perapian kabel udara, Pemko Pekanbaru juga tengah mengkaji kemungkinan pemindahan jaringan kabel ke bawah tanah secara bertahap. Konsep ini akan dikolaborasikan dengan proyek pembangunan dan revitalisasi drainase yang sedang berjalan di beberapa kawasan kota.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dardi mencontohkan pembangunan drainase di Jalan Lobak dan Jalan Delima yang direncanakan pada tahun 2026 dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan jalur khusus atau ducting kabel bawah tanah. Dengan demikian, infrastruktur telekomunikasi dapat ditata lebih rapi tanpa mengganggu pemandangan kota.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami melihat peluang untuk berkolaborasi dengan program pembangunan drainase. Nantinya bisa disiapkan jalur khusus kabel sehingga ke depan jaringan telekomunikasi tidak lagi bergantung pada tiang_tiang di tepi jalan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan para penyelenggara jaringan telekomunikasi, diharapkan penataan kabel fiber optik di Kota Pekanbaru dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya meningkatkan keselamatan masyarakat, tetapi juga mendukung terwujudnya wajah Kota Pekanbaru yang lebih tertata, modern, dan berdaya saing.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/9792091076-img_20260602_171236.jpg"/><pubDate>Tue, 02 Jun 2026 17:13:30 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3759/pemko-pekanbaru-dan-apjatel-riau-bahas-penataan-kabel-fiber-optik-fokus-pada-keselamatan-dan-keindahan-kota</guid></item><item><title>AKLI Dukung Program Perbaikan Instalasi Listrik Gratis Pemko Pekanbaru untuk Masyarakat Kurang Mampu</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3758/akli-dukung-program-perbaikan-instalasi-listrik-gratis-pemko-pekanbaru-untuk-masyarakat-kurang-mampu</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan keselamatan dan kualitas instalasi listrik bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI). Melalui program perbaikan instalasi listrik gratis, Pemko Pekanbaru menggandeng AKLI untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan instalasi listrik yang dinilai berpotensi membahayakan warga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Program tersebut diawali dengan survei lapangan yang dilakukan di Jalan Kopi, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota. Dalam kegiatan itu, tim melakukan inspeksi langsung terhadap kondisi instalasi listrik di rumah_rumah warga penerima bantuan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AKLI Kota Pekanbaru, Exjhonson Bone, mengatakan hasil pemeriksaan sementara menemukan sejumlah instalasi yang perlu diperbaiki atau diganti sebagian karena tidak lagi memenuhi standar keselamatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Dari hasil inspeksi di lapangan, ada beberapa rumah yang perlu dilakukan penggantian sebagian instalasinya. Secara umum instalasi yang digunakan warga sudah sesuai standar, namun ada beberapa material yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Material seperti itu nantinya akan diganti melalui program yang digagas oleh Wali Kota Pekanbaru,” ujar Exjhonson Bone kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menjelaskan, proses penggantian instalasi di dalam rumah tidak akan memakan waktu lama. Pemadaman listrik hanya dilakukan pada rumah yang sedang diperbaiki dan diperkirakan tidak sampai satu hari pengerjaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kalau perbaikan instalasi di dalam rumah, biasanya tidak sampai satu hari. Namun apabila ada penggantian jaringan atau kabel di luar rumah yang berkaitan dengan jaringan PLN, mungkin membutuhkan waktu satu hingga dua hari, tergantung kondisi di lapangan,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Exjhonson, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PLN apabila ditemukan kabel atau jaringan yang sudah rusak dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami akan melihat kondisi kabel yang ada. Jika ditemukan kabel yang terkelupas atau sudah tidak layak sehingga berisiko membahayakan warga, tentu akan kami rekomendasikan untuk diganti. Semua hasil temuan di lapangan akan kami laporkan kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain melakukan perbaikan, AKLI juga berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar keselamatan. Pasalnya, masih ditemukan penggunaan kabel yang tidak semestinya, seperti kabel berukuran kecil bahkan kabel speaker yang digunakan untuk instalasi listrik rumah tangga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami masih menemukan penggunaan kabel yang tidak sesuai standar. Kondisi seperti ini sangat berisiko dan dapat memicu kebakaran. Karena itu, kami juga akan memberikan edukasi kepada warga agar menggunakan material listrik yang layak dan memenuhi standar keamanan,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Program perbaikan instalasi listrik gratis ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses listrik yang aman, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya keselamatan instalasi listrik di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, AKLI, dan PLN, program ini menjadi langkah nyata dalam mencegah potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak memenuhi standar.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/3723108259-img-20260602-wa0016.jpg"/><pubDate>Tue, 02 Jun 2026 17:03:36 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3758/akli-dukung-program-perbaikan-instalasi-listrik-gratis-pemko-pekanbaru-untuk-masyarakat-kurang-mampu</guid></item><item><title>Usai Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Kampar Gelar Evaluasi Kinerja OPD</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3757/usai-pimpin-upacara-hari-lahir-pancasila-bupati-kampar-gelar-evaluasi-kinerja-opd</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;KAMPAR(Jkr.com)_&lt;/strong&gt;Usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar langsung menggelar rapat staf evaluasi kinerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, Selasa (2/6). Rapat berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Bangkinang Kota.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ahmad Yuzar dan didampingi Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti serta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah. Pertemuan itu membahas evaluasi kinerja perangkat daerah, penerapan sistem merit, serta percepatan pencapaian indikator pembangunan daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam arahannya, Ahmad Yuzar menegaskan pentingnya evaluasi secara berkala terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan roda pemerintahan berjalan efektif dan terarah. Ia meminta seluruh OPD fokus pada program&#45;program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Evaluasi berkala ini menjadi instrumen untuk menjaga konsistensi mutu pelayanan publik. Program yang dijalankan harus benar_benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga Kampar,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain mengevaluasi pelaksanaan program kerja, Bupati juga menyampaikan rencana penerapan manajemen talenta dalam sistem birokrasi Pemkab Kampar. Kebijakan tersebut bertujuan memastikan penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, penerapan manajemen talenta akan menjadi langkah strategis dalam menjaring aparatur terbaik guna mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah secara optimal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya pada sektor jaminan sosial dan pemenuhan hak_hak masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan sistem penilaian kinerja serta pemetaan kompetensi pegawai sesuai regulasi manajemen talenta nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rapat yang berlangsung dinamis tersebut dihadiri para staf ahli bupati, asisten Sekretariat Daerah, kepala OPD, serta kepala bagian di lingkungan Setda Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui rapat evaluasi ini, seluruh pimpinan OPD berkomitmen menyelaraskan strategi kerja pada triwulan kedua tahun 2026 guna mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/58060636704-img_20260602_134952.jpg"/><pubDate>Tue, 02 Jun 2026 13:50:11 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3757/usai-pimpin-upacara-hari-lahir-pancasila-bupati-kampar-gelar-evaluasi-kinerja-opd</guid></item><item><title>Sekda Kuansing Lantik Dua Pejabat Administrator, Tekankan Profesionalisme dan Dukungan Agenda Daerah</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3756/sekda-kuansing-lantik-dua-pejabat-administrator-tekankan-profesionalisme-dan-dukungan-agenda-daerah</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;KUANSING(Jkr.com)_&lt;/strong&gt;Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuantan Singingi, Zulkarnain, mewakili Bupati Kuantan Singingi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan dua Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Pelantikan berlangsung di Lapangan Apel Kantor Bupati Kuantan Singingi, Selasa (2/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor 800.1.3.3/BKPP&#45;02/VI/2026/63 tentang Pengangkatan Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dua pejabat yang dilantik yakni Piskal Dermawan sebagai Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi dan Izmayudi Hendri sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam sambutannya, Sekda Zulkarnain mengatakan bahwa pelantikan merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus bentuk kepercayaan pemerintah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, setiap jabatan yang diamanahkan harus dijalankan dengan integritas, profesionalisme, dan dedikasi tinggi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Jalani dan laksanakan amanah yang diberikan dengan sebaik_baiknya. Bekerjalah secara profesional, penuh tanggung jawab, dan berikan kontribusi terbaik untuk kemajuan Kabupaten Kuantan Singingi,” kata Zulkarnain.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, Sekda juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi untuk berperan aktif menyukseskan berbagai agenda pembangunan dan kegiatan daerah yang akan digelar dalam waktu dekat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menegaskan bahwa seluruh ASN memiliki tanggung jawab untuk menjadi tuan rumah yang baik serta mendukung kelancaran dan kesuksesan setiap kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Kuantan Singingi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Kuantan Singingi.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/77741536163-img_20260602_133842.jpg"/><pubDate>Tue, 02 Jun 2026 13:50:28 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3756/sekda-kuansing-lantik-dua-pejabat-administrator-tekankan-profesionalisme-dan-dukungan-agenda-daerah</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru Mulai Program Perbaikan Instalasi Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3755/pemko-pekanbaru-mulai-program-perbaikan-instalasi-listrik-gratis-untuk-warga-kurang-mampu</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menggulirkan program perbaikan instalasi listrik gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai upaya meningkatkan keselamatan warga sekaligus mencegah risiko kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak layak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Program tersebut diawali dengan survei lapangan yang dilakukan langsung oleh tim gabungan Pemko Pekanbaru bersama PLN di kawasan padat penduduk Jalan Kopi, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota, Selasa (2/6/2026) pagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pelaksana Harian (Plh) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan kegiatan inspeksi ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Pekanbaru untuk memastikan kondisi instalasi listrik warga yang masuk kategori kurang mampu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Sesuai perintah Pak Wali Kota, hari ini kami turun langsung melakukan inspeksi. Target awal program ini menyasar sekitar 100 rumah. Dari laporan lurah terdapat sekitar 70 rumah dari 76 kepala keluarga yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah berdasarkan data desil 1 sampai desil 4,&quot; ujar Zulhelmi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menjelaskan, survei dilakukan secara menyeluruh dari rumah ke rumah dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Perkim, hingga PLN. Pemeriksaan meliputi kondisi instalasi listrik di dalam rumah maupun jaringan listrik dari sumber hingga meteran pelanggan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, proses inspeksi ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah instalasi listrik perlu diganti seluruhnya atau hanya sebagian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Dari beberapa rumah yang sudah kami cek, kondisi instalasi dalam rumah masih cukup baik. Namun jika ditemukan kabel terkelupas, sambungan yang tidak aman, atau komponen lain yang berpotensi menimbulkan gangguan, maka akan dilakukan penggantian,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain instalasi rumah tangga, PLN juga melakukan pengecekan terhadap jaringan listrik, trafo, kabel distribusi, hingga kWh meter pelanggan. Jika ditemukan meteran yang sudah tua, rusak, atau berpotensi membahayakan, PLN akan melakukan penggantian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Zulhelmi menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas instalasi listrik warga, tetapi juga menjadi bagian dari langkah mitigasi kebakaran di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berdasarkan data yang diterima Pemko Pekanbaru, angka kebakaran dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Salah satu faktor penyebab yang kerap ditemukan adalah gangguan pada instalasi listrik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, Pemko memprioritaskan kawasan padat penduduk, masyarakat kurang mampu, serta wilayah yang memiliki akses terbatas bagi kendaraan pemadam kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami ingin melakukan pencegahan sejak dini. Kawasan padat penduduk dengan akses yang sulit bagi mobil damkar menjadi prioritas karena jika terjadi kebakaran, dampaknya bisa meluas dan penanganannya lebih sulit,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Program ini direncanakan berlangsung hingga akhir tahun 2026 dengan prioritas utama bagi masyarakat kurang mampu yang tinggal di lingkungan padat penduduk.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Tim Teknis PLN Kota Barat, Amar Abdillah, menyebutkan bahwa secara umum kondisi instalasi listrik di rumah_rumah yang telah diperiksa masih tergolong baik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Meski demikian, terdapat beberapa komponen yang perlu mendapatkan perhatian seperti stop kontak yang sudah aus, sakelar yang bermasalah, maupun sambungan listrik yang berpotensi menimbulkan gangguan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Hasil pengecekan awal menunjukkan kondisi instalasi pelanggan masih cukup baik. Namun ada beberapa item yang mungkin perlu dilakukan perbaikan atau penggantian sesuai hasil inspeksi tim,&quot; ujar Amar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menambahkan, apabila ditemukan kebutuhan penggantian kabel atau pekerjaan yang lebih besar, aliran listrik di rumah tersebut akan dipadamkan sementara selama proses pengerjaan berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Untuk pekerjaan normal, perbaikan satu rumah pada umumnya dapat diselesaikan dalam satu hari,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui kolaborasi antara Pemko Pekanbaru dan PLN, program ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan warga, mengurangi risiko kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak standar, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/39848597635-img_20260602_130528.jpg"/><pubDate>Tue, 02 Jun 2026 13:07:43 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3755/pemko-pekanbaru-mulai-program-perbaikan-instalasi-listrik-gratis-untuk-warga-kurang-mampu</guid></item><item><title>Semangat Berbagi di Hari Tasyrik, Dinas Pendidikan Pekanbaru Sembelih 7 Ekor Sapi Kurban</title><link>https://jangkarnews.com/detail/3754/semangat-berbagi-di-hari-tasyrik-dinas-pendidikan-pekanbaru-sembelih-7-ekor-sapi-kurban</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU(JKR.com)_&lt;/strong&gt;Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terasa hangat di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Jalan Samsul Bahri, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Binawidya, Jumat (29/05/2026) pagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melaksanakan pemotongan tujuh ekor sapi kurban yang berasal dari partisipasi para pegawai di lingkungan dinas tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan kurban ini menjadi bagian dari semangat berbagi Pemerintah Kota Pekanbaru kepada masyarakat. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan,yang didampingi oleh ketua panitia kurban Sardius menyebutkan bahwa jumlah hewan kurban di lingkungan Pemko Pekanbaru tahun ini mengalami peningkatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Alhamdulillah, tahun ini Pemerintah Kota Pekanbaru melaksanakan kurban di beberapa OPD. Di Dinas Pendidikan ada tujuh ekor sapi, kemudian di Bapenda enam ekor, dan sebelas ekor di Sekretariat Daerah serta Masjid Agung Al Firdaus. Hari ini, di hari tasyrik terakhir, kita melaksanakan pemotongan hewan kurban,” ujar Alek kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menjelaskan, tujuh ekor sapi tersebut merupakan hasil kebersamaan para pegawai Dinas Pendidikan, mulai dari pejabat struktural, kepala sekolah, hingga pegawai lainnya. Daging kurban nantinya diprioritaskan untuk pegawai yang berhak menerima, termasuk penjaga sekolah dan masyarakat sekitar kantor dinas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kurang lebih ada sekitar 49 orang peserta kurban. Tentunya penerima diprioritaskan bagi yang berhak sesuai syariat, termasuk penjaga sekolah dan masyarakat sekitar lingkungan Dinas Pendidikan,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tak hanya menjadi bentuk ibadah, Alek menilai kurban juga memiliki makna sosial yang mendalam, yakni menumbuhkan kepedulian dan rasa berbagi kepada sesama, terutama masyarakat kurang mampu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Makna kurban ini bagaimana kita bisa menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi dengan sesama. Terutama bagi masyarakat yang berada dekat lingkungan kantor dinas pendidikan Pekanbaru ,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menariknya, seluruh proses penyembelihan hingga pendistribusian daging dilakukan langsung oleh pegawai Dinas Pendidikan tanpa melibatkan pihak luar. Mulai dari proses penyembelihan, pengulitan, pemotongan, hingga pembagian daging dikerjakan secara bersama&#45;sama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ini murni dilakukan oleh pegawai Dinas Pendidikan sendiri. Semangatnya adalah gotong royong dan kebersamaan di antara seluruh pegawai,” tambah Alek.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia juga mengungkapkan optimismenya terhadap peningkatan jumlah hewan kurban pada tahun mendatang. Dinas Pendidikan bahkan telah menyiapkan rencana program tabungan kurban bagi para pegawai dan kepala sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami punya rencana membuat tabungan kurban. Mungkin dimulai setelah tahun ajaran baru nanti. Jadi setiap bulan pegawai menyisihkan sebagian rezekinya. Kalau berjalan maksimal, tahun depan target kita bisa lebih dari 30 ekor sapi,” pungkasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://jangkarnews.com/assets/berita/original/39110515596-img-20260529-wa0011.jpg"/><pubDate>Fri, 29 May 2026 11:26:30 +0700</pubDate><guid>https://jangkarnews.com/detail/3754/semangat-berbagi-di-hari-tasyrik-dinas-pendidikan-pekanbaru-sembelih-7-ekor-sapi-kurban</guid></item></channel></rss>