PEKANBARU(JKR)_Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar. Hal ini ditandai dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur MBG Simpang Baru #008 yang berada di Kecamatan Binawidya, Selasa (30/12/2025).
Peresmian dilakukan oleh Camat Binawidya, Indah Vidya Astuti S.STP, yang mewakili Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Dapur MBG tersebut berada di bawah naungan Yayasan Kolaborasi Cipta Sejahtera (YKCS) dan menjadi bagian penting dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi anak.
Dalam keterangannya kepada awak media, Camat Indah vidya Astuti mengatakan bahwa kehadiran SPPG ini akan menambah jumlah peserta didik penerima manfaat MBG, khususnya di wilayah Binawidya yang memiliki banyak sekolah.
“Dengan hadirnya SPPG ini, jumlah murid yang mendapatkan MBG bertambah. Sebelumnya masih ada sekolah yang belum terlayani. Sekarang, dengan dukungan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), penerima manfaat bertambah lebih dari 2.000 siswa, mulai dari TK, SD hingga SMK,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses operasional dapur harus memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, terutama terkait perizinan, kebersihan, dan kualitas makanan. Camat juga berharap pengelola dapur dapat melibatkan masyarakat sekitar dalam operasional dapur.
“Harapan ke depan, warga lokal dilibatkan, misalnya untuk pekerjaan kebersihan atau pekerjaan lain yang tidak memerlukan keahlian khusus. Dengan begitu, masyarakat sekitar ikut merasa memiliki dan menjaga dapur ini,” tambahnya.
Selain itu, Indah vidya Asuti juga menekankan pentingnya kualitas bahan makanan. Ia mengingatkan agar pengelola dapur memperlakukan program ini layaknya memberi makan anak sendiri.
“Ini bukan sekadar memasak. Anggaplah kita memberi makan anak kita sendiri, tentu yang terbaik. Jangan asal-asalan. Harus ada pesan moral dalam setiap porsi makanan yang disajikan,” tegasnya.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Kolaborasi Cipta Sejahtera, Syafril Koto, menjelaskan bahwa dapur MBG Simpang Baru merupakan dapur kedua yang dioperasikan yayasan tersebut. Sebelumnya, dapur pertama telah berjalan selama dua bulan di daerah Duri
“Dapur ketiga sedang dalam tahap persiapan di lokasi #0012. Insya Allah, dapur Simpang Baru dan dapur Karya akan mulai beroperasi penuh pada 8 Januari mendatang,” jelas Syafril.
Pada tahap awal, dapur ini akan memproduksi sekitar 1.200 porsi makanan per hari, dan secara bertahap ditargetkan meningkat hingga lebih dari 3.000 porsi seiring bertambahnya penerima manfaat.
Syafril menambahkan, dapur MBG ini telah dilengkapi fasilitas lengkap, mulai dari ruang gizi, ruang akuntan, ruang penyimpanan bahan basah dan kering, area memasak, pencucian, hingga pengemasan makanan. Seluruh fasilitas tersebut telah melalui peninjauan dan dinyatakan layak oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Untuk tenaga kerja, dapur MBG Simpang Baru mempekerjakan 47 orang, ditambah tiga tenaga profesional dari BGN, yakni ahli gizi, akuntan, dan tenaga pendukung lainnya. Mayoritas pekerja direkrut dari warga sekitar.
“Kami sengaja merekrut warga setempat dan lingkungan sekitar agar manfaat ekonomi dari program ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Terkait isu keracunan makanan yang sempat beredar di sejumlah daerah, Syafril menegaskan bahwa pihaknya menerapkan pengawasan ketat terhadap bahan baku dan proses pengolahan.
“Setiap bahan yang masuk diperiksa dengan teliti. Yang tidak layak konsumsi langsung kami tolak. Saat proses memasak, seluruh pekerja dan dapur harus steril untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Syafril berharap pemerintah terus memberikan dukungan dan edukasi, khususnya kepada pihak sekolah, agar seluruh sekolah bersedia menerima program MBG.
“Program makan bergizi gratis ini adalah hak anak-anak kita. Ini program nasional dari Presiden, dan harus kita dukung bersama demi masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.