Pemerintah Kota Pekanbaru Dukung Rencana Pembangunan Pasar Modern dan Kawasan Wisata Terpadu

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:51:19 WIB

PEKANBARU(JKR)_Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong pengembangan kawasan ekonomi baru yang berorientasi pada pertumbuhan usaha dan penataan kota. Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, memimpin langsung rapat ekspose rencana pembangunan Pasar Modern Budiman Swalayan dan kawasan wisata terpadu bersama PT Jaya Srihatmas Sejati, Kamis (8/1/2026) siang.

Rapat yang berlangsung di Lantai V Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya tersebut membahas pemanfaatan lahan strategis di Jalan Subrantas yang selama ini belum tergarap optimal. Lahan seluas kurang lebih 4,5 hektare tersebut merupakan aset milik Radio Republik Indonesia (RRI) yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai lokasi menara pemancar.

Owner Budiman Swalayan, Yusmar, menjelaskan bahwa lahan tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, selama bertahun-tahun dibiarkan kosong dan sebagian dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang selokan pinggir Jalan Subrantas.

“Selama ini lahannya kosong, padahal sangat produktif. Di bagian depan juga banyak UMKM kaki lima yang berjualan di atas selokan. Ini yang kemudian kami kerja samakan dengan RRI untuk dijadikan satu kawasan bisnis terpadu bernama Madani Trade Center,” ungkap Yusmar kepada wartawan usai rapat.

Dalam rencana pengembangannya, Madani Trade Center akan menjadi kawasan multifungsi yang mencakup pasar modern, pusat kuliner, sport center, serta sentra UMKM yang tertata rapi. Kawasan ini diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi baru sekaligus destinasi wisata belanja bagi masyarakat Pekanbaru.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga merencanakan pelebaran Jalan Bangau Sakti hingga 12 meter untuk mendukung kelancaran akses menuju kawasan tersebut, termasuk jalur menuju Rumah Sakit Jantung yang berada di bagian belakang lokasi. Pelebaran jalan akan memanfaatkan sebagian lahan RRI dan dirancang menjadi jalan dua jalur guna mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

Yusmar menegaskan, para pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di lokasi tersebut tidak akan ditinggalkan. Pemerintah bersama pihak pengembang akan memprioritaskan mereka untuk menempati lapak UMKM yang disediakan di dalam kawasan Madani Trade Center.

“Kita tetap memikirkan pedagang yang ada sekarang. Mereka akan kita tempatkan di area UMKM yang lebih tertata. Tentu dengan sistem sewa yang wajar sebagai bentuk tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Budiman Swalayan akan mengembangkan beberapa cabang di Pekanbaru. Kawasan Madani Trade Center akan menjadi cabang ketiga setelah lokasi lainnya di Jalan Kartini dan kawasan lainnya yang tengah dipersiapkan.

Kerja sama pemanfaatan lahan ini telah melalui proses administrasi yang panjang. Memorandum of Understanding (MoU) dengan RRI telah ditandatangani sejak Oktober 2025, dan saat ini telah memasuki tahap awal pembangunan berupa penimbunan dan pematangan lahan.

“Alhamdulillah, Pemko Pekanbaru sangat mendukung investasi ini. Prosesnya berjalan baik, mulai dari kerja sama hingga persiapan pembangunan di lapangan,” tutup Yusmar.

Dengan hadirnya Madani Trade Center, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap dapat menciptakan kawasan bisnis modern yang tertata, ramah UMKM, serta mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Terkini