PEKANBARU(JKR.com)_Sebanyak ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Imam Syafii (IMSYA) Indonesia resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Melalui program pengabdian masyarakat ini, para mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang mandiri, religius, dan berdaya saing.
Kegiatan pembekalan dan pelepasan mahasiswa KKN tersebut digelar di Aula Lantai II Masjid Imam Syafii, Kompleks Pendidikan Imam Syafii, Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Rabu (10/6/2026) pagi yang dihadiri oleh Plg Sekdako Pekanbaru H Syamsuir
Mengusung tema “Integrasi Keilmuan Islam dalam Membangun Kemandirian Masyarakat, Penguatan Ekonomi Syariah, Pendidikan dan Ketahanan Sosial Berbasis Nilai Qurani Menuju Pencapaian SDGs”, program ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, H. Syamsuir, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan KKN IMSYA Indonesia. Menurutnya, program ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari selama perkuliahan.
"Hari ini kita menghadiri acara pembekalan dan pelepasan mahasiswa KKN tahun 2026. Harapannya, para mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh di tengah$tengah masyarakat serta mampu membangun komunikasi yang baik selama menjalankan tugas pengabdian," ujarnya.
Syamsuir menambahkan, pembekalan yang diberikan sebelum keberangkatan menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan memahami karakteristik masyarakat yang akan mereka dampingi.
Sementara itu, Rektor IMSYA Indonesia, Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA, menjelaskan bahwa pihak kampus sengaja melibatkan unsur pemerintah dalam kegiatan pelepasan tersebut guna memperkuat koordinasi dan memudahkan mahasiswa saat menjalankan program KKN di lapangan.
"Kami mengundang unsur pemerintah agar mahasiswa mendapatkan dukungan dan informasi yang baik. Dengan demikian, ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka dapat diterima oleh tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, serta berbagai elemen lainnya," jelasnya.
Menurut Ali Musri, mahasiswa KKN nantinya akan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Mereka akan berkolaborasi dengan majelis taklim, membantu proses pendidikan di madrasah, menggelar berbagai perlombaan yang bersifat edukatif, hingga berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan rumah ibadah.
"Mereka juga dapat membantu kegiatan kebersihan, pembangunan, maupun aktivitas keagamaan yang perlu dikembangkan di lingkungan masyarakat," katanya.
Pada tahun ini, IMSYA Indonesia memberangkatkan sekitar 300 kurang lebih mahasiswa untuk melaksanakan KKN di sejumlah daerah. Lokasi pengabdian tersebar di dua provinsi dalam negeri, yakni Riau dan Sumatera Barat, serta satu lokasi luar negeri di Malaysia.
Ali Musri berharap program KKN tidak hanya menjadi ajang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi proses pembelajaran berharga bagi para mahasiswa dalam memahami realitas kehidupan sosial.
"Kami ingin mahasiswa mengenal langsung kondisi masyarakat dan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat. Pengalaman di lapangan akan menjadi pelajaran berharga yang tidak bisa diperoleh hanya dari teori di kelas," ungkapnya.
Ia menegaskan, keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat akan melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta kepekaan sosial mahasiswa. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang siap menghadapi berbagai tantangan dan hadir memberikan solusi di tengah masyarakat.
"Melalui KKN ini, mahasiswa akan belajar banyak hal, mulai dari memahami persoalan masyarakat hingga menemukan cara terbaik untuk berkontribusi. Ketika kembali ke kampus, mereka tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri demi menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa," tutupnya.