MAN 2 Model Pekanbaru Luncurkan ECO-Only, Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi dan Edukasi

Rabu, 17 Juni 2026 | 12:56:46 WIB

PEKANBARU(Jkr.com)_Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh MAN 2 Model Pekanbaru. Madrasah ini resmi meluncurkan program ECO-Only dalam sebuah kegiatan yang digelar di halaman MAN 2 Model Pekanbaru, Rabu pagi (17/6).

Peluncuran program tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, bersama sejumlah tamu undangan dan perwakilan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Syahrul Mauludi menjelaskan bahwa ECO-Only merupakan program yang bertujuan mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

“Melalui ECO-Only, kita ingin mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah tidak lagi dianggap sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi barang yang bernilai dan bermanfaat. Harapannya, MAN 2 Pekanbaru bukan hanya menjadi madrasah yang bersih dari sampah, tetapi juga mampu menjadikan sampah sebagai sumber nilai ekonomi,” ujarnya.

Menurut Syahrul, program tersebut sejalan dengan gerakan pelestarian lingkungan yang selama ini dijalankan Kementerian Agama melalui program Ekoteologi. Setelah tahap penghijauan dan penanaman pohon, langkah berikutnya adalah mengelola sampah agar memiliki manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Kementerian Agama, Pemerintah Kota Pekanbaru, dan berbagai pihak dalam mendukung program lingkungan, termasuk gerakan Pekanbaru Green City.

“Lingkungan dan alam ini bukan hanya milik kita saat ini, tetapi juga warisan untuk anak cucu kita. Karena itu, menjaga kebersihan dan kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Model Pekanbaru melalui Wakil Kepala Bidang Humas, Efni Novita, menjelaskan bahwa ECO-Only menjadi simbol semangat madrasah dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik.

Ia menerangkan bahwa fasilitas ECO-Only berfungsi sebagai tempat penampungan sampah plastik yang telah dipilah. Sampah tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari bahan penelitian siswa hingga pembuatan karya kreatif dan produk kewirausahaan.

“Program ini hadir untuk mendukung Ekoteologi Kementerian Agama sekaligus menyukseskan program Pekanbaru Green City. Sampah plastik yang terkumpul akan disalurkan melalui kerja sama dengan DLHK, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai bahan riset dan prakarya siswa,” jelas Efni.

Menurutnya, MAN 2 Pekanbaru memiliki sejumlah kelas yang fokus pada penelitian dan inovasi. Berbagai riset siswa bahkan telah menembus kompetisi tingkat nasional. Saat ini, terdapat 11 tim penelitian siswa yang lolos seleksi proposal nasional dalam ajang penelitian siswa Indonesia.

Beragam inovasi tengah dikembangkan para siswa, mulai dari pemanfaatan limbah sebagai sumber energi alternatif hingga penelitian di bidang lingkungan dan mikrobiologi.

Efni menegaskan bahwa tujuan utama program ECO-Only bukan sekadar mengumpulkan sampah, melainkan membangun kesadaran generasi muda untuk mengurangi, mengelola, dan memanfaatkan sampah secara bertanggung jawab.

“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa agar peduli terhadap lingkungan. Sampah memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi kita bisa belajar bagaimana mengelolanya dengan baik sehingga tidak menjadi masalah, bahkan bisa memberikan manfaat,” pungkasnya.

Melalui program ECO-Only, MAN 2 Model Pekanbaru berharap dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan, penelitian, dan kewirausahaan ke dalam kegiatan pembelajaran sehari_hari.

Terkini