Dinsos Pekanbaru Bekali Penyandang Disabilitas dengan Keterampilan Membatik dan Pijat untuk Tingkatkan Kemandirian

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:10:19 WIB

PEKANBARU(JKR.com)_Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Sosial terus mendorong kemandirian penyandang disabilitas melalui pelatihan keterampilan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan Peduli Penyandang Disabilitas (PENTAS) 2026 yang menghadirkan pelatihan membatik dan pijat bagi para peserta.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Suka, Rabu (5/8/2026), dibuka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Junaedy, S.Sos. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari 12 penyandang disabilitas fisik serta 8 penyandang disabilitas sensorik, termasuk 20 tuna rungu dan tuna netra.

Kepala Dinas Sosial,Junaedy menegaskan bahwa penyandang disabilitas tidak seharusnya dipandang dari keterbatasannya, melainkan dari potensi, kemampuan, dan semangat yang mereka miliki.

"Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, mandiri, dan memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, maupun daerah. Tugas kita adalah memastikan kesempatan itu benar_benar terbuka melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan yang berkelanjutan," ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga bertujuan membangun rasa percaya diri, memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta mempersiapkan peserta agar mampu bersaing dan mandiri secara ekonomi.

Junaedy menjelaskan, keterampilan membatik memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi yang tinggi. Sementara keterampilan pijat merupakan profesi yang selalu dibutuhkan masyarakat dan memiliki peluang usaha yang menjanjikan jika ditekuni secara serius.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik_baiknya.

"Ikuti setiap materi dengan semangat, disiplin, dan kesungguhan. Jangan ragu bertanya dan berdiskusi. Jadikan pelatihan ini sebagai langkah awal untuk terus meningkatkan kompetensi dan menghasilkan karya maupun layanan yang berkualitas," pesannya.

Lebih lanjut, Junaedy mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, di mana seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri.

Ia mengungkapkan, program ini juga merupakan arahan langsung dari Wali Kota Pekanbaru agar pemerintah terus memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas sehingga mereka mampu berkarya dan meningkatkan taraf perekonomian keluarga.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas Sosial tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyerahkan perlengkapan usaha kepada seluruh peserta. Peserta pelatihan membatik memperoleh canting, kain, pewarna, serta perlengkapan membatik lainnya. Sementara peserta pelatihan pijat mendapatkan satu paket peralatan pijat dan terapi untuk menunjang usaha mereka setelah pelatihan selesai.

Para instruktur yang dihadirkan merupakan praktisi berpengalaman di bidangnya. Untuk pelatihan pijat, Dinas Sosial menghadirkan narasumber profesional yang telah lama berkecimpung di bidang terapi pijat. Sedangkan pelatihan membatik dibimbing oleh pelatih lokal asal Pekanbaru yang telah berpengalaman membina para perajin batik.

Dinas Sosial juga memastikan program ini tidak berhenti setelah pelatihan berakhir. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk melihat perkembangan peserta, sekaligus memberikan pendampingan agar usaha yang dirintis dapat terus berkembang.

Melalui program PENTAS 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap penyandang disabilitas semakin percaya diri, mandiri, dan mampu menciptakan peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Terkini