PEKANBARU(JKR.com)_Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait terus melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan hal tersebut usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Karlahut di Kota Pekanbaru, Rabu (19/8/2026). Apel yang diikuti personel lintas instansi tersebut berlangsung di Lapangan Baterai B Arhanudse 13/PBY, Jalan Imam Munandar.
Agung mengatakan, apel kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh personel dan unsur terkait siap bergerak cepat ketika terjadi kebakaran lahan.
“Apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan menanggulangi kebakaran lahan,” ujar Agung.
Menurutnya, penanganan Karlahut membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemerintah Kota Pekanbaru bersama jajaran TNI dan kepolisian terus berkoordinasi dalam melakukan pemadaman di lokasi-lokasi yang terdampak.
Agung mengakui, kebakaran lahan masih terjadi di sejumlah titik. Namun, kondisi tersebut telah mendapatkan penanganan dari tim gabungan yang berada di lapangan.
“Namun saat ini sudah dalam penanganan. TNI dan kepolisian juga mendukung upaya pemadaman di lapangan,” katanya.
Ia optimistis kebakaran lahan di wilayah Pekanbaru dapat dikendalikan dengan baik. Pengalaman dalam menangani Karlahut pada tahun-tahun sebelumnya menjadi salah satu modal pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran tahun ini.
“Kita belajar dari tahun-tahun sebelumnya dalam menangani kebakaran lahan di Kota Pekanbaru,” ucapnya.
Tak hanya fokus di dalam wilayah kota, tim gabungan juga disiapkan untuk mengantisipasi kebakaran lahan di kawasan perbatasan Pekanbaru dengan daerah lain, termasuk Kabupaten Kampar dan Pelalawan.
Koordinasi dengan para lurah di wilayah rawan juga terus dilakukan untuk mempercepat informasi dan penanganan apabila ditemukan titik api. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas hingga berdampak terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru.
“Kita antisipasi kebakaran lahan di perbatasan kota, seperti perbatasan dengan Kampar maupun Pelalawan, agar kabut asap tidak melanda kota,” tegas Agung.
Dengan kesiapsiagaan personel dan sinergi lintas instansi, Pemko Pekanbaru berharap potensi kebakaran lahan dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas dan mengganggu aktivitas masyarakat.