PEKANBARU(JKR)_Pemerintah Kota Pekanbaru melalui PDAM Tirta Siak terus mendorong optimalisasi layanan air bersih bagi masyarakat. Upaya tersebut ditandai dengan sosialisasi Peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor 9 Tahun 2026 tentang optimalisasi sistem penyediaan air minum dalam rangka pengendalian penggunaan air tanah.
Kegiatan yang digelar di ballroom Hotel Prime Park, Selasa (12/05/26) pagi itu, dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teekait, akademisi, hingga para pelaku usaha di Kota Pekanbaru.
Plt Direktur PDAM Tirta Siak Pekanbaru, Suryana, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan investasi besar dalam pengembangan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Menurutnya, saat ini jaringan distribusi air sudah menjangkau sekitar 212 ribu meter pipa di berbagai wilayah Kota Pekanbaru.
“Jaringan yang sudah dibangun ini tinggal dimanfaatkan secara maksimal. Pemerintah daerah memiliki kewajiban memenuhi standar pelayanan minimal di bidang air bersih, sehingga investasi yang sudah besar ini harus dimanfaatkan bersama,” ujar Suryana.
Ia menjelaskan, kapasitas produksi air di sejumlah zona pelayanan sebenarnya masih sangat memadai. Di Zona 2 misalnya, kapasitas mencapai 500 liter per detik, namun baru terpakai sekitar 140 liter per detik. Sementara di Zona 3, kapasitas bahkan mencapai 1.000 liter per detik dan masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, PDAM Tirta Siak kini terus memperluas jaringan distribusi sekaligus melakukan pemetaan wilayah yang siap terhubung dengan layanan air bersih. Pemerintah Kota Pekanbaru juga memberikan masa transisi agar masyarakat dan pelaku usaha memiliki waktu mempersiapkan diri sebelum beralih sepenuhnya ke layanan PDAM.
“Kita tidak bisa bergerak secara mendadak. Semua butuh persiapan, baik dari sisi jaringan maupun pengguna. Kalau pipanya sudah tersedia di depan rumah atau tempat usaha, tentu tinggal dilakukan pemasangan,” jelasnya.
Suryana mengakui, masih ada sejumlah tantangan dalam pelayanan air bersih di Pekanbaru. Salah satunya adalah instalasi pengolahan air lama yang membutuhkan pembaruan teknologi agar pelayanan semakin optimal.
Selain itu, kerusakan pipa dan kebocoran jaringan juga masih terjadi karena sebagian sistem baru disambungkan dengan jaringan lama yang belum sepenuhnya diganti.
“Kita masih berjuang memperbaiki sistem lama. Ada pipa baru yang disambungkan dengan jaringan lama sehingga kebocoran masih terjadi. Namun perbaikan terus dilakukan secara bertahap,” katanya.
PDAM Tirta Siak juga tengah berupaya mengaktifkan kembali ribuan pelanggan nonaktif melalui program yang sudah dibuat. Program ini ditujukan bagi pelanggan lama yang sebelumnya berhenti berlangganan akibat gangguan layanan air.
Menurut Suryana, langkah optimalisasi penggunaan air PDAM sangat penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air tanah, terutama saat musim kemarau.
“Kalau masyarakat mendukung optimalisasi dan efisiensi penggunaan air PDAM, bukan tidak mungkin ke depan harga layanan juga bisa lebih stabil dan terjangkau,” tambahnya.
Sementara itu, akademisi Universitas Islam Riau, Sri Wahyuni, menilai kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga sumber daya air tanah agar tidak mengalami kerusakan di masa mendatang.
“Persoalan air bukan hanya soal kebutuhan hari ini, tetapi juga menyangkut masa depan lingkungan. Jika eksploitasi air tanah terus dilakukan tanpa pengendalian, risiko penurunan permukaan tanah hingga kerusakan lingkungan bisa terjadi,” ujarnya.
Sri Wahyuni juga mengingatkan bahwa kualitas air sangat berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Menurutnya, penggunaan air bersih yang layak dapat membantu menekan berbagai penyakit yang disebabkan oleh kualitas air yang buruk.
Ia berharap sosialisasi terkait pengendalian penggunaan air tanah tidak berhenti di kalangan pelaku usaha saja, tetapi terus diperluas hingga menyentuh masyarakat secara umum.
“Kesadaran menjaga lingkungan dan air bersih harus menjadi gerakan bersama. Ini bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” tutupnya.