PEKANBARU(Jkr.com)_Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya percepatan imunisasi bagi anak-anak. Langkah itu diwujudkan melalui kegiatan advokasi dan seminar ilmiah program imunisasi yang melibatkan lintas sektor se-Kota Pekanbaru.
Kegiatan bertema “Review dan Akselerasi Imunisasi Campak dalam Rangka Generasi Emas 2045” tersebut digelar di Ballroom Dang Merdu, Bank Riau Kepri, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (20/5/2026) pagi.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Pemko Pekanbaru untuk mengevaluasi capaian imunisasi sekaligus menyusun strategi percepatan guna meningkatkan perlindungan kesehatan anak sejak dini.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan arahan langsung dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyusul masih rendahnya capaian imunisasi di ibu kota Provinsi Riau itu.
“Capaian pelayanan imunisasi Kota Pekanbaru hingga April masih berada di peringkat sembilan se-Provinsi Riau. Sementara untuk imunisasi anak di bawah dua tahun berada di peringkat 12. Karena itu, kami diminta melakukan rapat koordinasi lintas sektor untuk membangun komitmen bersama,” ujar Dedy.
Menurutnya, berbagai langkah percepatan kini tengah disiapkan. Mulai dari sweeping imunisasi, pendataan ulang sasaran, hingga penguatan layanan posyandu di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.
Tak hanya melibatkan tenaga kesehatan, kegiatan ini juga menggandeng berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan kecamatan, tokoh masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), kepala sekolah, guru, organisasi profesi kesehatan, dokter spesialis, hingga unsur TNI.
Dedy menilai keterlibatan seluruh elemen sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi bagi tumbuh kembang anak.
Ia mengakui, rendahnya capaian imunisasi di Pekanbaru bukan disebabkan minimnya antusiasme para ibu. Namun dalam praktiknya, keputusan imunisasi anak kerap terkendala persetujuan dari pihak keluarga, khususnya suami.
“Antusias ibu_ibu sebenarnya cukup tinggi. Tetapi dalam banyak kasus, keputusan pemberian imunisasi masih harus mendapat persetujuan keluarga atau suami. Ada sebagian masyarakat yang belum memberikan izin anaknya diimunisasi, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan anak dan dapat memicu munculnya kembali kasus penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi, seperti campak.
Melalui seminar dan advokasi lintas sektor ini, Pemko Pekanbaru berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga target imunisasi dapat tercapai secara maksimal demi menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.