PEKANBARU(Jkr.com)_Pemerintah Kota Pekanbaru terus bergerak cepat mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi usai hujan deras mengguyur kota. Salah satu langkah konkret yang kini digencarkan adalah percepatan normalisasi drainase di seluruh kecamatan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menargetkan setiap kecamatan mampu membersihkan sedikitnya 200 meter saluran drainase setiap hari. Target tersebut menjadi bagian dari upaya masif pemerintah dalam memperlancar aliran air dan meminimalisir genangan di sejumlah titik rawan banjir.
“Pembersihan drainase harus dilakukan secara masif agar penanganan banjir pasca hujan bisa lebih cepat,” ujar Agung Nugroho, Selasa (19/5/2026).
Untuk mendukung target tersebut, Pemko Pekanbaru mulai menempatkan 10 petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) atau yang dikenal sebagai pasukan kuning di masing-masing kecamatan. Setiap petugas diwajibkan membersihkan sepanjang 20 meter drainase per hari.
Dengan skema itu, satu kecamatan ditargetkan mampu menuntaskan pembersihan hingga 200 meter saluran setiap harinya.
“Satu orang wajib membersihkan 20 meter. Kalau ada 10 orang, berarti satu kecamatan harus mampu membersihkan 200 meter drainase per hari,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan tenaga lapangan, pemerintah kota juga menyiapkan dukungan alat berat khusus bagi kecamatan yang selama ini menjadi langganan banjir. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat normalisasi saluran air yang mengalami pendangkalan maupun penyumbatan berat.
“Khusus kecamatan rawan banjir, kita siapkan juga alat berat untuk normalisasi drainase,” tambahnya.
Menurut Agung, kebijakan ini sekaligus memangkas birokrasi penanganan banjir di tingkat kecamatan. Dengan adanya pasukan kuning dan alat berat yang siaga langsung di wilayah masing_masing, pihak kecamatan tidak perlu lagi menunggu bantuan dari Dinas PUPR maupun Perkim.
“Tidak ada lagi antrean atau menunggu bantuan dari PU dan Perkim. Kecamatan bisa langsung bergerak menangani drainase di wilayahnya,” tegasnya.
Langkah percepatan normalisasi drainase ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi titik genangan dan meningkatkan kenyamanan masyarakat, terutama saat intensitas hujan tinggi melanda Kota Pekanbaru.

