Pemko Pekanbaru Dorong Mahasiswa Unri Jadi Pemimpin Muda Kritis dan Berintegritas

Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:14:26 WIB

PEKANBARU(JKR.com)_Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Kepala Dinas Pendidikan membuka secara resmi Training Legislatif II 2026 sekaligus Pelantikan Tenaga Ahli ke_2 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Riau (Unri).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai II Gedung Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Riau, Kamis (27/8/2026) pagi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr. H. Abdul Jamal, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada DPM Universitas Riau yang terus menghadirkan ruang pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami legislasi, pengawasan, penyusunan kebijakan, serta proses menyerap dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa.

Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk menempa pola pikir, membangun karakter, belajar berdialog, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan."Ujarnya

Karena itu, ia berharap Training Legislatif II tidak berhenti pada pemahaman teori. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam kerja_kerja kelembagaan mahasiswa.

Ia juga mendorong mahasiswa agar mampu bersikap kritis dengan tetap menjunjung kesantunan. Penyampaian pendapat, katanya, harus didukung data dan argumentasi yang kuat, sementara perbedaan pandangan harus dihadapi dengan sikap terbuka.

“Jadilah mahasiswa yang kritis, tetapi tetap santun. Berani menyampaikan pendapat, tetapi tetap berdasarkan data. Tegas dalam prinsip, tetapi tetap terbuka terhadap perbedaan. Itulah karakter yang kita perlukan dari calon_calon pemimpin masa depan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Pekanbaru juga memberikan perhatian terhadap peran Tenaga Ahli DPM Universitas Riau yang baru dilantik.

Posisi tersebut dinilai bukan sekadar jabatan, melainkan sebuah amanah yang menuntut kemampuan dalam menghasilkan kajian, analisis, serta rekomendasi secara objektif.

Para Tenaga Ahli diharapkan mampu membantu DPM menjalankan fungsi kelembagaannya secara lebih profesional, terutama dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penyerapan aspirasi secara seimbang.

Mahasiswa juga diingatkan agar tidak hanya mampu menyampaikan kritik, tetapi turut menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan.

“Jangan hanya pandai menyampaikan kritik, tetapi juga harus mampu menawarkan solusi. Jangan hanya mampu melihat persoalan, tetapi harus mampu menghadirkan jalan keluar. Dan yang paling penting, jangan sampai idealisme mahasiswa kehilangan integritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemko Pekanbaru menilai pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan pemerintahan yang kuat, tetapi juga dukungan generasi muda yang kritis, inovatif dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Sebagai kota yang terus berkembang dengan kekuatan budaya Melayu, pendidikan, perdagangan dan keberagaman, Pekanbaru membutuhkan generasi muda yang mampu mengambil peran dalam pembangunan.

Karena itu, mahasiswa Universitas Riau diajak menjadi mitra kritis pemerintah. Kebijakan yang dinilai baik dapat didukung, sementara kebijakan yang masih memiliki kekurangan dapat dikritisi secara konstruktif berdasarkan data.

“Kalau ada kebijakan yang baik, mari kita dukung. Kalau ada yang perlu diperbaiki, mari kita kritik dengan data. Dan kalau ada persoalan, mari kita cari solusinya bersama. Inilah semangat kolaborasi yang ingin terus kita bangun di Pekanbaru,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan Training Legislatif II 2026 mampu melahirkan kader_kader legislatif mahasiswa yang memiliki tiga kekuatan utama, yakni kuat dalam ilmu, kuat dalam integritas dan kuat dalam keberanian memperjuangkan kepentingan bersama.

Kegiatan tersebut juga diharapkan semakin memperkuat profesionalisme dan integritas DPM Universitas Riau sekaligus memastikan regenerasi kepemimpinan mahasiswa terus berjalan.

“Semoga regenerasi kepemimpinan mahasiswa terus berjalan dan melahirkan pemimpin_pemimpin muda yang kelak memberikan kontribusi bagi Riau, Pekanbaru, bahkan Indonesia,” pungkasnya.

Terkini