PEKANBARU(JKR.com)_Semangat memperkuat pendidikan berbasis agama terus tumbuh di Kota Pekanbaru. Hal itu terlihat dalam kegiatan Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan peresmian gedung baru Sekolah SDIT Tahfizh Al Fatih Pekanbaru di Masjid Al Fatih Islamic Center, Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (25/8/2026) pagi.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik hadirnya fasilitas pendidikan baru yang dikelola Yayasan Ayo Indonesia Mengaji.
Menurut Markarius, semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi dalam dunia pendidikan akan semakin membantu Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah kita bersyukur, semakin banyak orang yang berkontribusi di dunia pendidikan di Kota Pekanbaru, tentu akan semakin baik. Baik itu sekolah Islam terpadu, pondok pesantren maupun sekolah_sekolah swasta,” ujar Markarius.
Ia menilai keberadaan lembaga pendidikan swasta, termasuk sekolah berbasis keagamaan, memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.
“Tentu ini akan membantu kita juga di Kota Pekanbaru dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan untuk anak_anak kita,” sambungnya.
Markarius berharap Sekolah SDIT Tahfizh Al Fatih Pekanbaru dapat memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman agama sekaligus kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Ia juga mengingatkan setiap lembaga pendidikan yang akan beroperasi di Kota Pekanbaru agar memenuhi seluruh ketentuan dan perizinan yang berlaku.
Markarius menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, proses perizinan Sekolah SDIT Tahfizh Al Fatih telah dilakukan dan seluruh persyaratan operasional telah dipenuhi.
“Dilengkapi segala persyaratan perizinan semua. Tadi saya dengar izin operasional sekolah sudah cukup lama. Alhamdulillah kita cek hari ini, sudah diurus juga dan semua sudah keluar izin_izin. Sehingga tidak jadi persoalan,” jelasnya.
Menurutnya, kelengkapan perizinan menjadi bagian penting untuk memastikan proses pendidikan dapat berjalan secara tertib dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ayo Indonesia Mengaji, Anthon Yuliandri, menyampaikan rasa syukur atas peresmian gedung baru tersebut.
Ia mengatakan, kehadiran gedung baru bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar yayasan dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, representatif, dan mendukung perkembangan peserta didik.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyaksikan peresmian gedung sekolah baru. Ini bukan sekadar bangunan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk memberikan tempat belajar yang lebih baik bagi anak_anak,” ujarnya.
Anthon menegaskan, pendidikan yang diberikan tidak hanya mengejar prestasi akademik. Lebih dari itu, sekolah diharapkan mampu membentuk karakter, akhlak, serta menanamkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan gedung sekolah tersebut, mulai dari orang tua siswa, masyarakat, pemerintah hingga para donatur.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berkontribusi. Mudah_mudahan gedung ini menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak dan cinta Al-Qur’an,” katanya.
Markarius juga mengajak masyarakat yang ingin memberikan pendidikan agama lebih kuat kepada anak_anaknya untuk mempertimbangkan Sekolah SDIT Tahfizh Al-Fatih sebagai salah satu pilihan pendidikan.
“Harapan kita tentunya, mudah_mudahan masyarakat dapat mengantarkan anak_anaknya untuk sekolah atau belajar di sini, khususnya yang ingin anaknya fokus di pendidikan agama dan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Peresmian gedung baru tersebut sekaligus menjadi babak baru bagi Yayasan Ayo Indonesia Mengaji dalam mengembangkan pendidikan Islam di Pekanbaru.
Dengan fasilitas yang semakin memadai, Sekolah SDIT Tahfizh Al-Fatih diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus menjadi tempat tumbuhnya generasi muda yang berilmu, berakhlak, serta dekat dengan Al-Qur’an.
Momentum peresmian itu pun menjadi pengingat bahwa membangun pendidikan bukan hanya soal mendirikan gedung, tetapi juga menyiapkan masa depan generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan Kota Pekanbaru.

