PEKANBARU(JKR.com)_Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Riau (Unri) menggelar Training Legislatif II Tahun 2026 sekaligus pelantikan Tenaga Ahli ke-2 DPM Universitas Riau. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai calon legislator muda yang mampu menyerap aspirasi dan mendorong perubahan.
Kegiatan berlangsung di Aula Lantai II Gedung Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Riau, Kamis (27/8/2026) pagi.
Ketua Umum DPM Universitas Riau 2026, Nove Sadri, mengatakan Training Legislatif II merupakan tingkatan tertinggi dalam rangkaian pelatihan legislatif di tingkat universitas. Kegiatan tersebut juga dibuka secara nasional dan dilaksanakan selama empat hari.
“Training Legislatif II ini merupakan tingkat tertinggi di tingkat universitas. Kegiatan dilaksanakan selama empat hari, dengan pembukaan di Universitas Riau dan rangkaian berikutnya akan berlangsung di Gedung BPMP Provinsi Riau,” ujar Nove kepada media ini
Selama pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi dari sejumlah legislator, baik di tingkat provinsi maupun kota. Kehadiran para pemateri tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai tugas, fungsi, serta peran lembaga legislatif dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor III Universitas Riau, Prof. Hendra, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dr. H. Abdul Jamal, M.Pd., yang memberikan sambutan sekaligus membuka Training Legislatif II.
Mengusung tema “Menyatukan Gagasan dan Menggerakkan Perubahan”, kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah untuk menyatukan berbagai gagasan dan aspirasi yang telah dikaji sebelum disampaikan kepada para pengambil kebijakan.
Novel menjelaskan, tema tersebut dinilai relevan dengan peran DPM sebagai lembaga legislatif mahasiswa.
“Gagasan dan aspirasi yang telah dikaji nantinya dapat disampaikan kepada pihak yang mengambil keputusan. Harapannya, gagasan tersebut mampu menggerakkan perubahan menjadi lebih baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Novel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pekanbaru yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus diperkuat, terutama dalam membuka ruang komunikasi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan dan dukungan dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Harapannya, pemerintah bisa lebih turun ke masyarakat sehingga masyarakat dapat merasakan kinerja pemerintah sekaligus melihat kedekatan pemerintah dengan masyarakat, khususnya di Kota Pekanbaru,” ungkapnya.
Nove juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat Kota Pekanbaru, salah satunya infrastruktur jalan dan kemacetan.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur yang dilakukan pemerintah saat ini mulai menunjukkan perkembangan. Namun, ia berharap pembangunan tersebut dapat dilakukan secara merata sehingga seluruh wilayah yang masih memiliki jalan rusak dapat segera ditangani.
“Yang kami lihat, pemerintah telah menunjukkan kinerja yang cukup baik, terutama dalam penanganan infrastruktur jalan. Progresnya mulai terlihat sedikit demi sedikit. Harapan kami, perbaikan tersebut dapat dilakukan secara merata, termasuk menyelesaikan jalan_jalan yang masih rusak,” ujarnya.
Selain infrastruktur, ia berharap Pemerintah Kota Pekanbaru juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan kemacetan. Perencanaan tata kota yang matang dinilai penting agar Pekanbaru mampu berkembang menjadi kota yang semakin maju dan nyaman bagi masyarakat.
Nove berharap Training Legislatif II dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya memahami teori legislasi, tetapi juga memiliki keberanian menyampaikan aspirasi serta kemampuan menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi legislator muda, khususnya mahasiswa Universitas Riau, dan secara umum bagi masyarakat Indonesia,” tutup Novel.

