DPR RI Komisi I Tinjau SDN 195 Pekanbaru: Pastikan Layanan Internet Publik BTS 4 Satria A-1 Berjalan Optimal

DPR RI Komisi I Tinjau SDN 195 Pekanbaru: Pastikan Layanan Internet Publik BTS 4 Satria A-1 Berjalan Optimal

PEKANBARU(JKR)_Anggota DPR RI Komisi I melakukan kunjungan kerja spesifik ke SDN 195 Pekanbaru pada Rabu (19/11/25) pagi. Kunjungan ini bertujuan memastikan pemanfaatan layanan internet publik melalui BTS 4 Satria A-1 dan Palapa Ring yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komodigi) Republik Indonesia agar benar-benar berkualitas, terjangkau, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala SDN 195 Pekanbaru, Yoyon Siswanto, S.Pd, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Komisi I DPR RI terhadap sekolah yang dipimpinnya.

“Pertama kami mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR RI Komisi I yang sudah melakukan kunjungan kerja ke SDN 195 Pekanbaru,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sekolah tersebut merupakan salah satu penerima bantuan internet gratis dari Komodigi RI. Kehadiran para legislator itu, katanya, merupakan upaya memastikan bahwa bantuan tersebut benar_benar diterima dan dapat digunakan dengan baik, bukan sekadar simbolis.

Menurut Yoyon, layanan internet gratis itu telah memberikan dampak besar bagi proses belajar mengajar. Selama lebih dari satu tahun terakhir, internet gratis tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pembelajaran digital, termasuk ujian berbasis ANBK bagi siswa kelas V dan VI.

“Internet ini sangat bermanfaat, terutama saat pelaksanaan MBK. Selain itu, guru juga memanfaatkan jaringan untuk mencari dan mengunduh bahan ajar, video pembelajaran, dan kebutuhan lainnya. Dengan perkembangan zaman, jaringan internet sangat penting untuk mendukung kualitas pendidikan,” jelasnya.

Meski sempat mengalami kendala teknis pada awal penggunaan, pihak sekolah melaporkan masalah tersebut dan kini jaringan telah bekerja optimal berkat pengawasan langsung dari operator terkait.

Yoyon menambahkan bahwa selain kebutuhan digital, SDN 195 Pekanbaru juga sedang menghadapi keterbatasan sarana prasarana. Saat ini, sekolah hanya memiliki empat ruang kelas, sementara jumlah rombongan belajar mencapai delapan kelas.

“Kami sangat membutuhkan tambahan ruang kelas agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan efektif,” ungkapnya.

Kunjungan Komisi I DPR RI tersebut tidak hanya memastikan kualitas layanan internet publik, tetapi juga membuka ruang bagi pemerintah pusat untuk memahami langsung kebutuhan pendidikan di daerah.

Berita Lainnya

Index