PEKANBARU(JKR)_Suasana hangat dan penuh semangat inklusivitas mewarnai pelaksanaan Gebyar Pendidikan Non Formal yang digelar Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru di Mall SKA Pekanbaru, Selasa (25/11) siang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dengan mengusung tema “Dari Hati untuk Semua, Suara Inklusi Lewat Puisi dan Lagu.”
Acara yang menghadirkan ratusan peserta dari berbagai lembaga pendidikan non formal ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga simbol kuatnya komitmen Pekanbaru dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif untuk semua.
Ketua TP PKK Kota Pekanbaru, Hj. Sulastri, dalam sambutannya menegaskan bahwa HGN tahun ini terasa lebih istimewa karena dipadukan dengan kegiatan yang menonjolkan suara inklusi.
“Peringatan Hari Guru Nasional adalah momentum untuk menghargai dedikasi dan perjuangan para guru. Namun, hari ini terasa lebih istimewa karena dipadukan dengan kegiatan yang menonjolkan suara inklusi suara yang datang dari hati setiap anak tanpa memandang latar belakang dan kemampuan,” ungkapnya.
Sulastri menambahkan, melalui puisi dan lagu, anak-anak diajak belajar mengungkapkan perasaan, menyampaikan pemikiran, sekaligus mengenali potensi diri mereka.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada guru, tutor, dan pendidik non formal atas peran besar mereka dalam membimbing generasi Pekanbaru menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan berkarakter.
“Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif, ramah, dan relevan dengan perkembangan zaman. Setiap warga harus punya kesempatan yang sama untuk belajar dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, yang hadir bersama Kabid PAUD Reni Bafita, turut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pekanbaru yang meski memiliki jadwal padat, tetap meluangkan waktu menjadi pembina upacara pada HGN 2025.
Syafrian menegaskan bahwa pendidikan non formal merupakan bagian penting dari visi Wali Kota untuk mewujudkan Pekanbaru yang berbudaya, maju, dan sejahtera.
Ia menjelaskan bahwa seluruh layanan pendidikan baik formal maupun non formal seperti SKB, PKBM, dan LKP dilaksanakan tanpa diskriminasi.
“Kita tidak membeda_bedakan latar belakang, kemampuan, maupun kondisi mental peserta didik. Semua diterima dan dibimbing, demi mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan Gebyar Pendidikan Non Formal ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan bakat mereka, terutama anak-anak dengan keunikan dan kebutuhan khusus.
Dalam kegiatan ini juga digelar sejumlah rangkaian acara, antara lain:
Seminar dan sosialisasi peningkatan mutu guru,Lomba puisi anak inklusi paket A, B, dan C,Lomba menyanyi solo anak inklusi,Lomba menyanyi solo tutor paket B dan C,Pameran dan bazar karya SKB, PKBM, dan LKP se_Kota Pekanbaru
Syafrian menambahkan bahwa setiap anak memiliki bakat yang perlu dikembangkan, dan ajang seperti inilah yang menjadi ruang untuk menyalurkan kreativitas tersebut.
“Anak-anak sudah berlatih dan belajar. Hari ini mereka ingin menunjukkan kepada orang tua dan kita semua kemampuan terbaik yang mereka miliki,” sebutnya.
Disdik Pekanbaru berharap seluruh pihak terus memperkuat kerja sama demi menghadirkan pendidikan non formal yang lebih berkualitas.

