PEKANBARU(JKR)_DPD Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Riau menggelar make up class khusus tata rias pengantin adat Melayu Riau di Aula Gedung Dharma Wanita Provinsi Riau, Rabu (26/11/25) siang.
Kegiatan ini diikuti 30 perias yang sehari-hari berkecimpung di dunia rias pengantin maupun rias pesta.Acara ini dihadiri oleh,Ketua BKOW Riau,Hj Adrias Arianto,Kadis Kebudayaan dan 40 Organisasi Wanita
Ketua DPD HARPI Melati Riau, Dr. Yati Hartati, S.K.M, M.Si, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan sekaligus mensosialisasikan pakem tata rias pengantin adat Melayu Riau kepada para make up artist.
“Banyak perias sudah biasa merias, tetapi tidak semuanya memahami pakem rias pengantin Melayu Riau. Padahal, warna dan bentuk riasannya sudah memiliki ketentuan yang tidak boleh diubah,” jelas Yati.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat penjelasan rinci mengenai karakter riasan Melayu Riau yang khas. Misalnya, bentuk alis yang wajib menyerupai bulan sabit,"tambah Yati
Yati tak menampik bahwa tantangan terbesar perias adalah permintaan keluarga atau pengantin sendiri, yang kadang menginginkan riasan minimalis atau modern.
“Kita memang menjual jasa. Tapi kewajiban perias adalah menyampaikan pakem yang benar. Kadang keluarga tidak mau mengikuti, tapi tetap harus kita informasikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa HARPI Melati terus aktif melakukan sosialisasi tahapan adat pernikahan, seperti mandi taman, tepuk tepung tawar, dan rangkaian adat lainnya agar para perias memahami keseluruhan proses, bukan hanya riasannya.
Melalui kegiatan ini, HARPI Melati Riau berharap para perias semakin memahami identitas budaya Melayu dalam tata rias pengantin. Yati menegaskan bahwa jika tidak dilestarikan, pakem rias adat Melayu bisa saja hilang seiring perkembangan zaman.
“Kalau tidak kita jaga, adat ini bisa punah. Itu sebabnya HARPI Melati hadir. Kita mulai dari hal kecil, tapi harus konsisten,” kata Yati.
Ia juga mengajak seluruh perias pengantin, baik yang sudah bergabung maupun belum, untuk terus menambah pengetahuan dan menjaga kelestarian adat rias pengantin Melayu Riau.

