Peringati Isra Mi’raj, MK2-MDTU Pekanbaru Sambut Ramadan dan Harapkan Perhatian Pemko

Peringati Isra Mi’raj, MK2-MDTU Pekanbaru Sambut Ramadan dan Harapkan Perhatian Pemko

PEKANBARU(JKR)_Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MK2-MDTU) Kota Pekanbaru menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Agung Ar Rahman, Kota Pekanbaru, dan dihadiri seluruh pengurus serta guru MDTU se-Kota Pekanbaru.

Ketua MK2-MDTU Kota Pekanbaru, H. Kazwaini Munir, M.Ag, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ajang silaturahmi serta penguatan peran guru madrasah diniyah dalam mencerdaskan generasi muda Pekanbaru.

“Peringatan Isra Mi’raj hari ini kita rangkaikan dengan penyambutan bulan suci Ramadan. Kita juga mengundang Bapak Wali Kota agar dapat memberikan arahan dan dukungan terhadap program pendidikan keagamaan, khususnya Pekanbaru Cinta Al-Qur’an,” ujarnya kepada wartawan

Kazwaini menjelaskan, MK2-MDTU memiliki tujuan besar agar anak-anak Pekanbaru mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sejak dini. Diharapkan, ketika mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang SD hingga SMP, kemampuan membaca Al-Qur’an sudah menjadi bekal utama.

“Harapan kita, pemerintah kota terus memberikan perhatian yang membanggakan bagi para guru MDTU, salah satunya melalui pemberian insentif yang selama ini sudah berjalan,” tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan Isra Mi’raj tersebut, MK2-MDTU juga memberikan penghargaan kepada peserta lomba yang sebelumnya telah digelar. Dua kegiatan besar yang dilaksanakan adalah lomba cerdas cermat dan praktik membaca Al-Qur’an bagi siswa MDTU se-Kota Pekanbaru.

“Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan. Anak-anak menunjukkan kemampuan yang membanggakan dan persaingan antar madrasah berjalan dengan sehat,” ungkap Kazwaini.

Terkait insentif guru MDTU, Kazwaini menjelaskan bahwa bantuan tersebut telah diberikan sejak masa kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru sebelumnya dan terus berlanjut hingga tahun lalu, meski waktu pencairannya tidak selalu merata setiap bulan.

“Pada tahun 2025 lalu, insentif yang diterima sebesar Rp 600 ribu per bulan, namun hanya dibayarkan selama empat bulan. Untuk tahun 2026 ini, kami masih menunggu ketetapan resmi dari Pemerintah Kota Pekanbaru,” jelasnya.

Ia berharap, ke depan insentif dapat diberikan penuh selama 12 bulan dan nominalnya tidak mengalami penurunan. Bahkan, menurutnya, akan lebih baik jika nominal tersebut dapat ditingkatkan mengingat guru MDTU belum memiliki sumber anggaran lain selain insentif tersebut.

“Berdasarkan penyampaian Asisten III tadi yang mewakili Wali Kota, insya Allah ke depan insentif akan diberikan selama 12 bulan penuh. Itu tentu menjadi harapan besar bagi kami semua,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Index