PEKANBARU(Jkr.com)_Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti halaman SMP Negeri Madani Kota Pekanbaru di Jalan Kereta Api, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Senin (25/05/2026) pagi. Sekolah tersebut menggelar Wisuda Tahfidz angkatan VIII sekaligus pelepasan siswa kelas IX dengan penuh khidmat dan semangat religius.
Mengusung tema “Generasi Qurani Hari Ini, Pemimpin Umat di Masa Depan”, kegiatan itu dihadiri langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, didampingi Kabid Pembinaan SMP, Desi Andarwati.
Alek Kurniawan menyampaikan apresiasi tinggi kepada SMP Negeri Madani yang dinilai konsisten menghadirkan pendidikan berkualitas sekaligus membentuk karakter islami melalui program tahfidz Al-Qur’an.
“Wisuda tahfidz dan pelepasan siswa ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghargaan atas perjuangan para siswa selama menempuh pendidikan. SMP Negeri Madani telah berhasil melahirkan generasi Qurani yang membanggakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, program tahfidz yang dijalankan sekolah tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kota Pekanbaru melalui gerakan Pekanbaru Cinta Al-Qur’an yang menargetkan lahirnya 10 ribu hafiz dan hafizah di Kota Bertuah.
Menurutnya, pendidikan berbasis Al-Qur’an tidak hanya mencetak generasi cerdas secara akademik, tetapi juga membangun akhlakul karimah sebagai fondasi utama kehidupan.
“Kami berharap seluruh sekolah di Pekanbaru dapat melahirkan penghafal Al-Qur’an yang memiliki akhlak mulia. Ini bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter berbasis iman dan takwa,” katanya.
Alek juga mengungkapkan komitmen pemerintah kota untuk terus mendukung pengembangan SMP Negeri Madani, termasuk penambahan kuota siswa baru dan pembenahan fasilitas asrama.
“Tahun ini penerimaan siswa ditambah menjadi 72 orang, terdiri dari 36 putra dan 36 putri. Dengan bertambahnya jumlah siswa, kami berharap semakin banyak lahir hafiz dan hafizah dari sekolah ini,” jelasnya.
Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjutnya, juga akan melengkapi sarana asrama secara bertahap agar proses pendidikan dan pembinaan santri berjalan maksimal.
Sementara itu, Plt Kepala SMP Negeri Madani Pekanbaru, Marlina, menjelaskan bahwa tahun ini sebanyak 48 siswa kelas IX dilepas, terdiri dari 24 siswa putra dan 24 siswa putri.
Ia mengatakan para siswa tetap mengikuti kurikulum umum seperti SMP negeri pada umumnya, namun mendapat tambahan pembelajaran tahfidz dengan jadwal yang lebih padat.
“Anak_anak belajar seperti biasa, tetapi mereka juga memiliki program tahfidz sehingga bebannya lebih berat. Bahkan mereka belajar hingga pukul 21.30 malam di masjid untuk memperkuat hafalan,” ungkapnya.
Meski demikian, Marlina mengaku bangga karena para siswa mampu menunjukkan prestasi akademik sekaligus hafalan Al-Qur’an yang baik. Banyak lulusan SMP Negeri Madani diterima di sekolah unggulan melalui jalur tahfidz maupun melanjutkan pendidikan ke pesantren ternama.
“Kami berharap mereka tetap menjaga hafalan Al-Qur’annya. Karena ketika Al-Qur’an dijadikan pedoman hidup, insyaallah hidup mereka akan lebih terarah,” tuturnya.
Acara wisuda tahfidz dan pelepasan siswa itu berlangsung penuh haru. Para orang tua tampak bangga menyaksikan anak_anak mereka diwisuda sebagai penghafal Al-Qur’an, sekaligus menandai langkah baru menuju masa depan yang lebih gemilang.

