Walikota Pekanbaru Secara Resmi Lepas Petugas Pendataan Kewilayahan Melalui Program 1 ASN 1 RW,Perkuat Pendataan dan Pengawasan Wilayah

Walikota Pekanbaru Secara Resmi Lepas Petugas Pendataan Kewilayahan Melalui Program 1 ASN 1 RW,Perkuat Pendataan dan  Pengawasan Wilayah

PEKANBARU(JKR.com)_Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara resmi melepas petugas pendataan kewilayahan melalui program 1 ASN 1 RW dalam sebuah apel yang digelar di Lapangan Bola Belimbing, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu (3/6/2026) pagi.

Apel tersebut dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, serta ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang akan ditugaskan langsung ke lingkungan masyarakat untuk melakukan pendataan dan pemantauan kondisi wilayah.

Program 1 ASN 1 RW merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memperkuat pelayanan publik berbasis data sekaligus memastikan setiap persoalan di tingkat lingkungan dapat terpantau secara cepat dan akurat.

Agung Nugroho menegaskan bahwa pemerintah kota ingin membangun sistem pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui keterlibatan langsung ASN di wilayah tempat tinggal mereka masing_masing.

"ASN akan turun langsung ke lingkungan RW tempat mereka tinggal untuk mendata kondisi masyarakat, kebersihan lingkungan, status kependudukan, hingga berbagai persoalan sosial yang ada di lapangan," ujar Agung.

Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan bahwa Pekanbaru memiliki sekitar 13.000 pegawai yang terdiri dari ASN dan PPPK. Potensi sumber daya manusia tersebut dinilai perlu dimaksimalkan untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Melalui program ini, para ASN dan PPPK akan mengumpulkan berbagai data penting, mulai dari kondisi kebersihan lingkungan, rumah kosong, lahan terlantar, pendatang baru, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial.

Pendataan juga mencakup pembaruan data administrasi kependudukan, termasuk warga yang masih menggunakan dokumen lama setelah pemekaran wilayah kecamatan.

"Semua data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menyalurkan berbagai program bantuan agar lebih tepat sasaran," jelasnya.

Agung mencontohkan masih banyak warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan, namun tidak terakomodasi karena data yang dimiliki pemerintah belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Ia menilai kehadiran ASN di setiap RW akan membantu pemerintah memperoleh informasi yang lebih akurat sehingga program bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar_benar membutuhkan.

Selain mendata, para ASN juga akan berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan Pemerintah Kota Pekanbaru. Mereka dapat menyampaikan berbagai informasi mengenai program pemerintah, seperti pengobatan gratis, sunatan massal, penghapusan denda pajak, hingga berbagai layanan sosial lainnya.

Di sisi lain, Pemko Pekanbaru juga terus memperkuat penanganan kebersihan lingkungan. Setiap kecamatan akan mendapatkan dukungan petugas kebersihan lengkap dengan perlengkapan kerja, kendaraan operasional, serta anggaran operasional untuk mendukung kegiatan di lapangan.

Dengan dukungan tersebut, camat dan lurah diharapkan dapat lebih cepat menangani berbagai persoalan lingkungan tanpa harus selalu menunggu bantuan dari organisasi perangkat daerah terkait.

Saat ini program 1 ASN 1 RW telah berjalan di enam kecamatan dengan jumlah petugas mencapai sekitar 360 orang. Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan program tersebut dapat diperluas hingga menjangkau seluruh 15 kecamatan yang ada di Kota Bertuah.

Agung optimistis program ini akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat, serta pembangunan yang berbasis pada data yang akurat dan terintegrasi.
 

Berita Lainnya

Index