Genjot Penanganan Banjir Hingga Bus Sekolah,Amsakar Naikan Belanja Modal Batam Jadi Rp 905 Miliar

Genjot Penanganan Banjir Hingga Bus Sekolah,Amsakar Naikan Belanja Modal Batam Jadi Rp 905 Miliar
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad

BATAM(JKR.com)_Pemerintah Kota Batam menyiapkan tambahan anggaran untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Tambahan anggaran tersebut diprioritaskan bagi program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari penanganan banjir, penyediaan bus sekolah, peningkatan layanan kesehatan, hingga penanganan persampahan.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat memaparkan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Senin (3/8/2026).

Dalam rancangan tersebut, total belanja daerah diusulkan meningkat dari Rp4,29 triliun menjadi Rp4,51 triliun, atau naik 4,84 persen.

Kenaikan anggaran itu disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program prioritas yang telah ditetapkan dalam Perubahan RKPD Tahun 2026 dengan tema "Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi dan Investasi'.

Selain memperkuat operasional pemerintahan, Pemko Batam juga meningkatkan porsi investasi melalui belanja modal. Anggarannya naik 7,48 persen, dari Rp842,53 miliar menjadi Rp905,55 miliar.

Menurut Amsakar, tambahan belanja modal akan diarahkan untuk penyediaan sarana pendidikan, termasuk pengadaan bus sekolah.

Anggaran tersebut juga dialokasikan untuk pembangunan sarana kesehatan, penanganan banjir, peningkatan penerangan jalan umum (PJU), penanganan sampah, pembangunan utilitas kawasan perumahan, serta pemasangan marka jalan.

Seluruh program tersebut diprioritaskan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di samping itu, belanja operasi juga mengalami penyesuaian sebesar 4,45 persen, dari Rp3,44 triliun menjadi Rp3,59 triliun.

Kenaikan itu antara lain digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional perangkat daerah serta pembayaran iuran jaminan kesehatan bagi peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) Kelas 3.

Pemko Batam juga melakukan efisiensi pada Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggarannya diturunkan dari Rp19,24 miliar menjadi Rp11,33 miliar, atau berkurang 41,13 persen.

Pengurangan tersebut dilakukan karena sebagian anggaran dialihkan untuk mendukung program-program prioritas yang dinilai lebih mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, kebijakan belanja pada Perubahan APBD 2026 disusun untuk mendukung lima prioritas pembangunan Kota Batam.

Prioritas tersebut meliputi penguatan sektor unggulan berbasis investasi dan kepariwisataan, percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang modern dan berkelanjutan, pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, reformasi birokrasi, serta peningkatan ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana.

"Rencana belanja pada Perubahan KUA/PPAS Tahun Anggaran 2026 diprioritaskan untuk melaksanakan program yang tertuang dalam Perubahan RKPD Tahun 2026,"  kata Amsakar

Berita Lainnya

Index