PEKANBARU(JKR.com)_Pemerintah Provinsi Riau terus mendorong percepatan pelaksanaan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perkebunan sekaligus membangun hubungan kemitraan yang lebih baik antara perusahaan perkebunan dan masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Riau di Hotel The Zuri Pekanbaru, Selasa (15/9/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Riau yang dalam kesempatan itu diwakili Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, S.Hut., MT. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir untuk menyamakan persepsi sekaligus membahas berbagai tantangan dalam pelaksanaan kewajiban fasilitasi pembangunan kebun masyarakat.
“Ya, hari ini merupakan pertemuan para stakeholder untuk menyikapi berbagai tantangan tata kelola perkebunan di Provinsi Riau. Banyak hal yang kita bahas, salah satunya terkait fasilitasi pembangunan kebun masyarakat,” ungkap Supriadi kepada awak media.
Menurut Supriadi, selama ini pelaksanaan program tersebut masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu penyebabnya adalah belum meratanya pemahaman para pihak mengenai ketentuan dan implementasi fasilitasi pembangunan kebun masyarakat.
Karena itu, sosialisasi menjadi momentum penting untuk menyatukan pemahaman antara pemerintah, perusahaan perkebunan dan masyarakat.
“Selama ini banyak kendala dan hambatan yang kita rasakan, tetapi biasanya diawali karena ketidaktahuan kita. Maka para stakeholder hari ini berkumpul untuk menyamakan persepsi, bagaimana sebenarnya implementasi dan implikasinya terhadap pembangunan kebun masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, pihak Direktorat Jenderal Perkebunan turut memberikan pemaparan sebagai narasumber untuk memperjelas mekanisme serta pelaksanaan kewajiban fasilitasi pembangunan kebun masyarakat.
Supriadi mengatakan, dari sisi kewenangan pemerintah provinsi, capaian pelaksanaan saat ini telah berada di atas 30 persen. Namun, jika dihitung secara keseluruhan, capaian Riau masih berada di kisaran 20 persen sehingga masih diperlukan kerja bersama untuk mengejar target.
Supriadi menegaskan bahwa fasilitasi pembangunan kebun masyarakat bukan sekadar program tambahan, melainkan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi.
Karena itu, ia mengajak seluruh perusahaan perkebunan untuk bersama_sama mempercepat pelaksanaannya.
“Kita ingin membawa seluruh perusahaan untuk sama_sama menjalani dan menyelesaikan kewajiban ini. Ini mandat dan lintas kewenangan,” tegasnya.
Ia berharap proses pemenuhan kewajiban tersebut dapat semakin dipercepat hingga seluruh pihak memperoleh manfaat yang nyata.
Menurutnya, keberadaan kebun masyarakat juga tidak semata_mata berbicara mengenai nilai ekonomi. Lebih jauh, program tersebut berkaitan dengan hubungan kemitraan dan keterikatan sosial antara perusahaan dengan masyarakat yang berada di sekitar wilayah perkebunan.
“Ini penting bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan hubungan kemitraan dan hubungan emosional antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Perusahaan adalah tetangga masyarakat,” katanya.
Supriadi berharap hubungan antara perusahaan dan masyarakat dapat dibangun dalam semangat saling menjaga, meningkatkan kesejahteraan dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Ia menilai kemitraan yang berjalan baik akan menciptakan hubungan yang lebih kuat antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar perkebunan.
“Harapan kita masyarakat dengan perusahaan ini menjadi para pihak yang saling menjaga dan saling meningkatkan. Itu bisa diwujudkan melalui fasilitasi pembangunan kebun masyarakat,” ujarnya.
Selain FPKMS, Supriadi juga menyampaikan perkembangan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Riau. Hingga Agustus 2026, realisasi PSR disebut telah mencapai sekitar 7.244 hektare, melampaui target awal yang berada di kisaran 6.000 hektare.
Capaian tersebut, menurut Supriadi, merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan melalui berbagai jalur kemitraan dan fasilitasi dinas.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus meningkat hingga akhir tahun dan pelaksanaan program perkebunan masyarakat semakin merata di seluruh kabupaten/kota di Riau.
“Harapan saya mudah_mudahan sampai akhir tahun bisa lebih tinggi daripada tahun_tahun sebelumnya,” pungkas Supriadi

