Kejuaraan Antar Dojo Pekanbaru 2025 Resmi Bergulir,Para Atlet Unjuk Kemampuan

Kejuaraan Antar Dojo Pekanbaru 2025 Resmi Bergulir,Para Atlet Unjuk Kemampuan

PEKANBARU(JKR)_Kejuaraan Antar Dojo se-Kota Pekanbaru tahun 2025 resmi dibuka pada Sabtu (29/11) pagi. Bertempat di lantai III Mall Pekanbaru, ajang ini menghadirkan ratusan atlet muda dari berbagai dojo dengan mengusung tema “Mencetak Generasi Masa Depan yang Berprestasi, Beradab, dan Berkarakter.”

Acara pembukaan dihadiri perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pekanbaru. Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Ade Zukri SE, MM, yang hadir mewakili Kadispora, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan atlet bela diri.

“Dispora Pekanbaru sangat mensupport Kejuaraan Perkemi tahun 2025 ini. Harapan kami kegiatan seperti ini dapat rutin digelar setiap tahun, baik untuk kelompok usia dini 8, 10, 12, hingga 14 tahun,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sportivitas dan keselamatan selama pertandingan. “Semoga dari event ini lahir bibit-bibit atlet yang dapat melaju ke tingkat provinsi hingga nasional,” tambahnya.

Ketua Perkemi Kota Pekanbaru, Arif Frans Darmana, menyampaikan bahwa tahun ini jumlah peserta meningkat signifikan. Jika pada 2024 hanya sekitar 40–50 peserta, maka tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi 70–80.

“Kami ingin kejuaraan antar dojo ini menjadi kalender kegiatan rutin. Bahkan, tahun 2026 rencananya akan kembali digelar. Ini penting untuk memberikan ruang bagi para atlet menunjukkan hasil latihan mereka,” kata Arif.

Ia juga berharap dukungan berkelanjutan dari Pemko Pekanbaru, mengingat banyak atlet muda berusia 10 hingga 14 tahun yang tengah dibina oleh Perkemi. “Di usia ini kami mencari atlet yang benar-benar punya kemampuan. Setelah 17 tahun ke atas, mereka sudah masuk kategori KONI,” ujarnya.

Pada kejuaraan ini, Perkemi Pekanbaru membuka dua kategori utama, yaitu seni (Embu) dan tarung (Randori).

Kategori Embu terdiri dari,Tandoku perseorangan pemula, remaja, dewasa.Kemudian Berpasangan putra, putri, dan campuran.Untuk kelompok usia: junior (di bawah 11 tahun), remaja (12–16 tahun), dan dewasa (17+)

Kategori Randori atau tarung dibagi berdasarkan berat badan, yaitu 45 kg, 50 kg, 55 kg, 60 kg, 65 kg, 70 kg, hingga kelas bebas di atas 70 kg.

Para pemenang akan memperoleh sertifikat resmi yang ditandatangani Kadispora, serta medali emas, perak, dan perunggu. Sedangkan juara umum akan membawa pulang trofi bergilir.

“Insyaallah, setelah konsisten menggelar kejuaraan sejak 2024, kami akan terus melanjutkan hingga tahun-tahun berikutnya,” tutup Arif.e

Berita Lainnya

Index