PEKANBARU(JKR)_Upaya mendorong geliat ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil. Menindaklanjuti surat imbauan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru, sebanyak delapan hotel kini telah menyediakan pojok ekraf sebagai ruang promosi dan pemasaran produk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pojok ekraf tersebut dimanfaatkan untuk menampilkan beragam produk lokal, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, hingga kuliner khas daerah. Kehadiran pojok ini diharapkan menjadi etalase kreatif yang mendekatkan produk UMKM kepada wisatawan maupun tamu hotel.
Delapan hotel yang telah berpartisipasi menyediakan pojok ekraf yakni Hotel Grand Jatra, Hotel Novotel, Khas Hotel, Batiqa Hotel, Hotel Swiss-Belhotel, Hotel Grand Central, Hotel Grand Elite, serta Bono Hotel.
Namun demikian, Disbudpar mencatat masih ada 47 hotel di Pekanbaru yang belum menghadirkan pojok ekraf dari total 55 hotel yang beroperasi di kota ini.
Kepala Disbudpar Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, pada Rabu (24/12/2025), mengimbau agar hotel-hotel yang belum menyediakan pojok ekraf dapat segera menyusul. Menurutnya, keterlibatan sektor perhotelan sangat penting dalam memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM lokal.
“Saat ini yang sudah ada pojok ekraf baru delapan hotel dari total 55 hotel. Selebihnya belum ada. Kami berharap ke depan semua hotel dapat menyediakan pojok ekraf,” ujar Akmal.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya bertujuan memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Tidak berhenti di sektor perhotelan, Disbudpar Kota Pekanbaru juga berencana memperluas program serupa ke sektor lain. Dalam waktu dekat, surat imbauan akan dilayangkan kepada restoran dan pusat perbelanjaan agar turut menyiapkan pojok ekraf di area usaha mereka.
Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang promosi bagi produk lokal sekaligus memperkuat identitas Pekanbaru sebagai kota yang ramah terhadap pelaku ekonomi kreatif.

