SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu Torehkan Prestasi Nasional di Ajang LCC Empat Pilar MPR RI

SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu Torehkan Prestasi Nasional di Ajang LCC Empat Pilar MPR RI

PEKANBARU(JKR)_Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu. Sekolah ini berhasil mengukir sejarah dengan menembus babak final ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).

Kompetisi bergengsi tingkat pusat ini diikuti oleh perwakilan pelajar dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Untuk mencapai babak final, para peserta harus melewati serangkaian tahapan mulai dari seleksi penyisihan hingga babak penentuan. Keberhasilan SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu melaju ke final menjadi catatan sejarah tersendiri bagi sekolah tersebut.

Kepala SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu, Agus Purwanto, mengungkapkan bahwa capaian ini bukanlah yang pertama. Sekolahnya tercatat telah tujuh kali menembus ajang nasional dalam lomba LCC Empat Pilar MPR RI.

“Dalam lomba ini, siswa diuji pemahamannya terhadap peraturan perundang-undangan dari masa ke masa hingga yang berlaku saat ini. Alhamdulillah, kami kembali mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Agus pada Rabu (07/01/26) saat menghadiri Acara Riau Edutech campus summit 2026 di gelanggang remaja Sudirman

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi pembinaan yang diterapkan sekolah. Para siswa terpilih mendapatkan pembinaan khusus secara intensif selama hampir enam bulan, dengan sistem pelatihan terfokus dan disiplin tinggi.

“Kami memperlakukan mereka sebagai siswa istimewa. Mereka digembleng dengan materi khusus tentang undang-undang di ruang belajar tersendiri tanpa gangguan,” jelasnya.

Selain penguasaan materi, pembinaan mental juga menjadi perhatian utama. Agus mengakui bahwa kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) para siswa masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan peserta dari daerah lain yang tampil lebih lantang dan percaya diri.

“Ke depan, kami akan lebih menekankan pembinaan mental dan kemampuan berbicara. Mental baja itu penting, bukan hanya cerdas secara akademik,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan, para siswa dan pendamping juga menerima bantuan fasilitas, termasuk perangkat komputer, guna menunjang pembelajaran dan persiapan lomba di masa mendatang.

Agus berharap, siswa yang telah meraih prestasi dapat terus meningkatkan kompetensi, sementara siswa lainnya tetap termotivasi untuk berprestasi.

“Meraih cita-cita itu penting, tetapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Karena itu, kami berharap semangat juang ini terus terjaga,” tutupnya.

Berita Lainnya

Index