PEKANBARU(JKR.com)_Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, Drs. H. Syahrul Mauludin, M.A., meninjau langsung pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Pekanbaru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru, Senin (7/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kompetisi berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengecek kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan peserta. Dalam kesempatan itu, Syahrul didampingi Kepala MAN 2 Pekanbaru, Gafardi, S.Ag., M.Pd.I.
OMI tingkat Madrasah Aliyah (MA) di Kota Pekanbaru tahun ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni MAN 1 Pekanbaru dan MAN 2 Pekanbaru.
Syahrul mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di kedua lokasi, pelaksanaan OMI berjalan lancar. Kehadiran peserta juga dinilai maksimal.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah mulai kegiatan OMI tingkat Madrasah Aliyah. Sesuai kebijakan panitia pelaksana, lokasinya ada dua titik. Yang pertama di MAN 1, tadi kita juga sudah monitor dan kegiatan berjalan lancar. Anak_anak juga hadir semua, tidak ada yang tidak hadir. Begitu juga di MAN 2 Kota Pekanbaru,” ungkap Syahrul kepada wartawan.
Menurut Syahrul, penetapan MAN 1 dan MAN 2 sebagai lokasi pelaksanaan OMI telah mempertimbangkan sejumlah aspek, terutama kenyamanan peserta serta kesiapan perangkat dan jaringan komputer.
Ia menilai MAN 2 Pekanbaru memiliki pengalaman dan fasilitas yang cukup mumpuni untuk menjadi lokasi pelaksanaan ujian berbasis komputer.
“Pemilihan titik lokasi ini mempertimbangkan kenyamanan dan alat-alat yang digunakan. Alhamdulillah MAN 2 ini merupakan salah satu tempat CAT yang aman, baik bagi internal maupun eksternal,” jelasnya.
MAN 2 Pekanbaru sebelumnya juga dipercaya menjadi lokasi semifinal Olimpiade Siswa Nasional (OSN) yang digelar Dinas Pendidikan serta berbagai pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT).
Pengalaman tersebut, kata Syahrul, menjadi salah satu indikator bahwa perangkat komputer, jaringan, hingga sarana pendukung di MAN 2 Pekanbaru telah memenuhi standar yang dibutuhkan.
“Artinya, alat_alat dan sertifikasinya sudah bisa kita jamin. Alhamdulillah pelaksanaan sudah mantap dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita juga tidak bisa mengintervensi hal_hal teknis karena semuanya sudah diatur dari pusat, termasuk waktu dan soal,” katanya.
Dalam pelaksanaan OMI, panitia daerah dan pihak madrasah bertugas menyediakan lokasi serta memastikan seluruh standar teknis terpenuhi. Sementara soal, waktu, dan mekanisme kompetisi ditentukan oleh panitia pusat.
Syahrul berharap seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan serius dan memberikan kemampuan terbaiknya. Ia juga berharap para siswa terbaik dari Pekanbaru mampu melaju hingga tingkat nasional.
“Kita mengimbau agar para peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Sesuai komitmen kita, Kota Pekanbaru merupakan salah satu spektrum pendidikan di Provinsi Riau, termasuk pendidikan madrasah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Pekanbaru Gafardi melalui Humas MAN 2, Furgon, mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi sebelum pelaksanaan OMI.
Simulasi digelar pada 4 dan 5 September 2026 untuk memastikan kesiapan server dan perangkat komputer yang akan digunakan peserta.
“Untuk pelaksanaan OMI tingkat Kota Pekanbaru, dari MAN 2 sebelumnya kami sudah melaksanakan simulasi pada tanggal 4 dan 5 September. Simulasi dilakukan selama 10 menit di setiap bidang dengan waktu tertentu untuk mengecek kekuatan server,” jelas Furgon.
Hasil simulasi, kata dia, menunjukkan seluruh sistem berjalan dengan baik. Pelaksanaan OMI kemudian dilanjutkan secara resmi pada Senin dengan empat sesi, mulai pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 17.30 WIB.
Sejumlah bidang mata pelajaran yang dilombakan meliputi fisika terintegrasi, ekonomi terintegrasi, biologi terintegrasi, geografi terintegrasi, matematika terintegrasi, serta kimia terintegrasi.
Dari sisi fasilitas, Furgon memastikan unit komputer di MAN 2 Pekanbaru cukup memadai untuk mendukung pelaksanaan kompetisi.
“Unit komputer kita memang dari tahun ke tahun sudah sering digunakan untuk berbagai kegiatan. Kemarin juga OSN, serta PPDB dengan sekitar 1.200 pendaftar. Kita juga melaksanakan tes PPDB di sini,” katanya.
Selain komputer, madrasah tersebut juga dilengkapi ruang berpendingin udara dan jaringan Wi-Fi berkecepatan tinggi. Fasilitas itu diharapkan dapat memberikan kenyamanan sekaligus menunjang kelancaran peserta selama mengikuti ujian berbasis komputer.
Secara keseluruhan, OMI tingkat Kota Pekanbaru tahun ini diikuti sekitar 1.040 siswa. Khusus peserta yang mengikuti kompetisi di MAN 2 Pekanbaru, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 300 peserta.
Dengan kesiapan perangkat, jaringan, server, serta fasilitas pendukung yang telah diuji melalui simulasi, pihak MAN 2 Pekanbaru optimistis seluruh rangkaian OMI dapat berlangsung aman dan lancar hingga sesi terakhir.

