PEKANBARU(JKR)_Event pertandingan berkuda internasional yang mempertandingkan ketangkasan pedang, panah, tombak, serta kombinasi, Al-Husna Cup V 2025 Ashabul Husna Ranch (ASAR) resmi dibuka di kompleks Masjid Al-Husna, Jalan Kaharuddin Nasution, Sabtu (29/11) pagi.
Acara yang memasuki tahun kelima penyelenggaraan ini kembali menarik perhatian publik, karena menghadirkan para atlet berkuda dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari negara tetangga.
Pelaksana Harian Sekdako Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, hadir mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang berhalangan karena agenda di DPRD Kota Pekanbaru.Ingot menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemko terhadap terselenggaranya event yang sarat nilai budaya dan sejarah ini.
“Event Tuanku Tambusai Cup V ini mengandung hal penting,bagaimana kita terus melestarikan dan mentransformasikan nilai-nilai kepahlawanan yang telah dirintis para pendahulu, termasuk Tuanku Tambusai yang telah membuktikan baktinya kepada negara. Nilai ini harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Selain itu, Ingot menilai olahraga berkuda dengan unsur ketangkasan pedang, tombak, dan panah merupakan disiplin yang memiliki dimensi prestasi sekaligus nilai perjuangan.
“Olahraga ini bukan hanya soal ketepatan dan kecepatan, tetapi juga menghidupkan semangat kepahlawanan. Kami yakin kegiatan seperti ini mampu membentuk masyarakat yang kuat dan potensial. Pemko Pekanbaru siap berkolaborasi dan mendukung agenda positif seperti ini ke depannya,” tambahnya.
Ketua Panitia Al-Husna Cup V, Jogi Pernandos, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya menghadirkan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia serta peserta internasional dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan undangan dari Thailand yang berhalangan hadir karena agenda internasional di negara mereka.
Tercatat enam atlet dari Malaysia dan satu atlet dari Brunei turut berlaga dalam event yang berlangsung dua hari ini.
Jogi menjelaskan bahwa Al-Husna Cup V mengusung konsep Tuanku Tambusai Martial Art Championship, memperlombakan tiga kategori ketangkasan berkuda:
1. Berkuda sambil membawa pedang
2. Berkuda sambil memanah
3. Berkuda sambil membawa tombak
4. Kategori kombinasi: membawa pedang, panah, dan tombak
Menurut Jogi, seni ketangkasan berkuda bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarat nilai moral dan spiritual.
“Hari ini kita tidak hanya menunggang kuda, tetapi juga menunggang tanggung jawab. Kita tidak memanah untuk membidik target, tetapi untuk membidik masa depan umat. Kita mengangkat pedang bukan untuk konflik, tetapi untuk menebas rasa malas dan rasa takut,” pesannya.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Jumat dengan registrasi peserta serta sesi pengenalan arena dan kuda. Perlombaan berlangsung hingga Ahad sore, yang sekaligus menjadi babak final dan penutupan.

