DLHK Pekanbaru Gelar Pasukan Penyapu Jalan, Tata Ulang Personel Agar Lebih Efektif

DLHK Pekanbaru Gelar Pasukan Penyapu Jalan, Tata Ulang Personel Agar Lebih Efektif

PEKANBARU(JKR)_Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru menggelar apel sekaligus gelar pasukan penyapu jalan dan para mandor, Kamis (15/1/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi langkah awal DLHK dalam menata ulang sistem penyapuan jalan agar lebih efektif dan merata di seluruh wilayah kota.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan bahwa selama ini pihaknya menemukan ketidakseimbangan dalam penempatan petugas. Di beberapa kecamatan terdapat kelebihan penyapu dan mandor, sementara di titik lain justru kekurangan.

“Pagi ini bisa dibilang gelar pasukan. Semua penyapu dan mandor kami kumpulkan karena di tahun 2026 ini kami ingin petugas penyapuan jalan bekerja lebih efektif. Selama ini ada yang berlebih di satu titik, ada juga yang kurang,” ujar Reza.

Ia menjelaskan, penataan ulang dilakukan dengan mempertimbangkan domisili petugas sesuai KTP, agar jarak antara tempat tinggal dan lokasi kerja lebih dekat. Namun, kebijakan tersebut tetap disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.

“Bukan berarti semua harus bekerja di dekat rumahnya. Kalau di satu wilayah sudah penuh, tentu kami tempatkan ke wilayah terdekat lainnya. Tujuannya agar mereka lebih efektif dan tidak kelelahan di perjalanan,” jelasnya.

Dalam penataan tersebut, DLHK juga mengurangi jumlah mandor di beberapa titik. Meski demikian, Reza menegaskan tidak ada mandor yang diberhentikan. Mereka hanya dipindahkan ke posisi lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

“Tidak ada yang kami berhentikan. Mandor yang tidak ditugaskan di penyapuan kami alihkan ke tempat lain yang lebih efektif sesuai porsinya,” tegasnya.

Saat ini, jumlah penyapu jalan di Kota Pekanbaru mencapai sekitar 670 orang. DLHK memfokuskan penugasan mereka pada jalan-jalan protokol dan ruas jalan yang ramai dilalui masyarakat.

Menurut Reza, idealnya satu orang penyapu bertanggung jawab atas lintasan sepanjang 750 meter hingga maksimal satu kilometer. Ketentuan tersebut disesuaikan dengan jam kerja selama delapan jam per hari dan telah dituangkan dalam standar operasional prosedur (SOP).

“Untuk pagi hari, mereka sudah mulai bekerja sejak pukul 05.00 WIB. Khusus jalan protokol seperti Jalan Jenderal Sudirman, penyapuan dilakukan dua sif, pagi hingga siang dan dilanjutkan sif sore hingga malam,” katanya.

Selain penyapu jalan, DLHK juga menugaskan petugas bidang taman yang fokus pada penataan bunga, pembersihan gulma, serta perawatan median jalan. Jumlah petugas taman yang menangani median jalan protokol mencapai sekitar 300 orang, dengan beban kerja rata-rata 300 meter per orang karena tingkat kesulitannya lebih tinggi.

“Petugas taman berbeda tugasnya dengan penyapu jalan. Mereka membersihkan dan merawat median tengah jalan, yang pekerjaannya lebih berat,” jelas Reza.

Ia berharap, dengan penataan ulang ini, kebersihan dan keindahan Kota Pekanbaru semakin terjaga, sekaligus meningkatkan kinerja petugas di lapangan.

“Kami ingin penyapuan jalan dan penataan taman di Pekanbaru benar-benar optimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Index