PEKANBARU(JKR)_Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menghadiri kegiatan pentas seni yang digelar TK Biruni di Jalan Seger, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (11/2/2026) pagi.
Dalam kunjungannya, Agung mengapresiasi konsep pendidikan yang diterapkan TK Biruni. Menurutnya, sekolah tersebut memiliki perbedaan dibandingkan taman kanak_kanak pada umumnya karena mengusung konsep sekolah alam.
“Saya meninjau salah satu TK yang memang berbeda dengan yang lain. TK Biruni ini lebih banyak belajar di alam. Mereka punya ruang kelas yang beratap, tapi tidak tertutup, dan tidak panas karena banyak pepohonan,” ujar Agung kepada wartawan.
Ia menilai konsep tersebut menjadi sarana edukasi bagi anak_anak untuk mencintai dan peduli terhadap alam serta lingkungan sejak dini. Selain itu, pentas seni yang digelar juga dinilai mampu melatih keberanian dan rasa percaya diri anak untuk tampil di atas panggung.
“Kegiatan ini melatih keberanian anak-anak untuk tampil. Tentu ini kami apresiasi. Terima kasih kepada pemilik sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga pengajar, serta para orang tua yang telah mendukung pendidikan anak-anak,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Agung juga menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan kepada TK Biruni, salah satunya bantuan alat drumband guna menunjang kegiatan ekstrakurikuler siswa.
“Tadi saya sudah janji, insyaallah akan kita berikan bantuan alat drumband supaya anak-anak punya kegiatan tambahan yang positif,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan TK Biruni, Agustina S.Pd, menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya mengusung konsep sekolah terbuka dengan pendekatan bermain sambil belajar.
“Anak_anak di sini bermain sambil belajar, belajar sambil bermain. Tadi yang tampil ada tari-tarian, pantun, fashion show, doa, dan mengaji. Tema kegiatan kami ‘Maju Bersama Beriman’ dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Agustina menuturkan, ide mendirikan sekolah alam berawal dari pengalamannya sebagai tenaga pendidik. Ia ingin menghadirkan lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai keimanan sejak usia dini.
“Awalnya kami mulai mengajar pada semester dua dengan 48 anak. Seiring waktu, bertambah guru dan berkembang hingga seperti sekarang. Pembelajaran kami menyesuaikan dengan alam. Misalnya tema kebun binatang, kami ajak anak-anak mengunjungi kebun binatang terdekat, tidak hanya belajar di dalam kelas,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap sekolahnya, termasuk dukungan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP). Ke depan, pihak yayasan berharap bantuan alat drumband dapat segera terealisasi untuk mendukung pengembangan bakat siswa.
“Semoga dengan dukungan ini, anak_anak kami tumbuh menjadi generasi yang beriman dan bertakwa,” tutup Agustina.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penanaman pohon di lingkungan sekolah sebagai bentuk edukasi cinta lingkungan kepada anak usia dini.

