Disdik Pekanbaru Tekankan Mutu Pendidikan dan Sekolah Aman dalam Rapat Kepala SD

Disdik Pekanbaru Tekankan Mutu Pendidikan dan Sekolah Aman dalam Rapat Kepala SD

PEKANBARU(JKR)_Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menggelar rapat bersama seluruh kepala Sekolah Dasar (SD) negeri se-Kota Pekanbaru, Rabu (8/4/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di aula kantor Disdik di Jalan Syamsul Bahri ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Pekanbaru, Syafrian Tommy.

Dalam arahannya, Syafrian Tommy menegaskan pentingnya menghadirkan pendidikan yang bermutu dan terjangkau bagi seluruh peserta didik. Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran harus berjalan seiring dengan penguatan program prioritas pemerintah.

“Yang pertama tentu menghadirkan pendidikan yang bermutu dan terjangkau. Kemudian bagaimana kurikulum dapat diintegrasikan dengan program prioritas, seperti satu siswa satu polybag dan Pekanbaru Cinta Alquran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, integrasi program tersebut ke dalam kurikulum diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih bermakna, menyenangkan, serta dapat diukur melalui penilaian sumatif terhadap siswa.

Selain itu, Disdik juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Syafrian Tommy mengungkapkan, kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pembentukan tim kolaboratif di sekolah.

“Kalau sebelumnya dikenal tim pencegahan dan penanganan kekerasan, sekarang bertransformasi menjadi tim kolaboratif. Sekolah dapat melibatkan pihak eksternal seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga tokoh masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif ini menjadi terobosan baru dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam dunia pendidikan.

Dalam rapat tersebut, Disdik juga menekankan pentingnya tata kelola sekolah yang baik, termasuk optimalisasi program satu siswa satu polybag sebagai media pembelajaran lintas mata pelajaran.

Tak hanya itu, penguatan kompetensi guru juga menjadi perhatian. Melalui pembentukan kelompok belajar (komunitas belajar/kombel) di tingkat sekolah, kecamatan, hingga kota, para guru didorong untuk saling berbagi pengetahuan dan meningkatkan kualitas diri.

“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga harus terus belajar. Melalui kombel ini, diharapkan terjadi pembelajaran sesama guru atau tutor sebaya,” katanya.

Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa kelas VI SD, Syafrian Tommy meminta seluruh sekolah melakukan persiapan maksimal, terutama dalam penguatan materi pembelajaran.

Ia juga mengimbau orang tua agar tidak khawatir berlebihan terhadap pelaksanaan TKA.

“Tidak usah cemas, karena TKA bukan penentu kelulusan, tetapi sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan ke jenjang SMP melalui jalur tertentu,” tegasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Disdik Pekanbaru berharap kualitas pendidikan di setiap kecamatan dapat merata, sekaligus menghadirkan proses pembelajaran yang berkesadaran, menyenangkan, dan bermakna bagi seluruh siswa.

Berita Lainnya

Index