PEKANBARU(Jkr.com)_Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan berkelanjutan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Virtual Conference on Best Practices in Education for Sustainable Development (ESD) for Green Schools and Green Cities.
Konferensi virtual internasional itu mempertemukan pelajar, guru, akademisi, serta pemangku kepentingan pendidikan dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Forum tersebut menjadi wadah pertukaran pengalaman dan inovasi dalam pengembangan sekolah hijau (green school) serta kota ramah lingkungan (green city).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat implementasi Education for Sustainable Development (ESD) di lingkungan pendidikan.
“Forum ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama untuk menciptakan generasi yang peduli lingkungan dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” ujar Alek, Senin (18/5/2026).
Dalam konferensi tersebut, peserta dari Malaysia dan Thailand memaparkan berbagai praktik terbaik pengelolaan lingkungan sekolah. Program yang dibahas antara lain pengurangan sampah plastik, pengelolaan limbah ramah lingkungan, hingga pemanfaatan energi terbarukan di kawasan pendidikan.
Beragam inovasi yang dipresentasikan mendapat perhatian dari peserta asal Pekanbaru. Sejumlah guru dan pelajar mengaku memperoleh inspirasi baru yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing, terutama dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini.
Selain menjadi ajang pertukaran gagasan, konferensi ini juga mencerminkan keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendukung gerakan global menuju pembangunan berkelanjutan. Pendidikan dinilai menjadi kunci penting dalam menciptakan generasi yang adaptif, inovatif, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap lingkungan.
Melalui forum internasional tersebut, Pekanbaru semakin menunjukkan posisinya sebagai kota yang aktif mendukung pengembangan konsep green school dan green city di tingkat regional.
“Kami berharap kolaborasi lintas negara seperti ini dapat terus berlanjut demi menciptakan sistem pendidikan yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan,” tutup Alek.

