PEKANBARU(JKR.com)_Harapan baru hadir bagi keluarga korban kebakaran di Jalan Dirgantara, RW 04, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni bagi warga penerima manfaat, Selasa (1/9/2026).
Rumah bantuan tersebut diperuntukkan bagi keluarga yang rumahnya terdampak musibah kebakaran. Pembangunan dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pekanbaru.
Agung Nugroho mengapresiasi kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat setempat yang sejak awal turut membantu keluarga korban saat musibah terjadi.
“Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga. Sejak awal kejadian kebakaran, masyarakat sudah menunjukkan kebersamaan yang luar biasa, termasuk membantu saat proses pemadaman,” ujar Agung kepada wartawan.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong tidak seharusnya hanya muncul ketika terjadi bencana. Nilai tersebut, kata Agung, harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Ia juga mengapresiasi respons cepat BAZNAS Kota Pekanbaru dalam membantu pembangunan rumah tersebut.
Agung menjelaskan, Pemko Pekanbaru sebenarnya juga memiliki anggaran untuk pembangunan rumah layak huni. Namun, proses penganggaran membutuhkan tahapan. Karena kondisi korban membutuhkan penanganan segera, Pemko memilih menggandeng BAZNAS agar pembangunan dapat dilakukan lebih cepat.
“Kalau ini untuk kebaikan, kenapa harus menunggu. Saya bilang, besok pagi saja mulai, supaya rumah ini cepat dibangun dan bisa segera ditempati,” katanya.
Agung menyebutkan, bantuan pembangunan rumah tersebut terkumpul sekitar Rp75 juta dari BAZNAS dan sekitar Rp20 juta dari masyarakat, sehingga total dana yang tersedia mencapai kurang lebih Rp95 juta.
Dengan dukungan dana tersebut, ia berharap rumah dapat segera diselesaikan dan keluarga korban bisa kembali menjalani kehidupan dengan lebih nyaman.
Bahkan, Agung berharap rumah tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat mendukung aktivitas ekonomi keluarga.
“Kalau rumah layak huni tipe 36, informasinya tidak sampai Rp75 juta. Apalagi ini terkumpul sekitar Rp95 juta. Mudah_mudahan bisa langsung digunakan dan tempat usahanya juga bisa kembali berjalan,” ungkapnya.
Agung turut memberikan semangat kepada Putri dan seluruh anggota keluarganya yang menjadi korban musibah kebakaran. Ia meminta keluarga tersebut tetap kuat dan tidak larut dalam kesedihan.
Ia juga mengajak keluarga penerima bantuan untuk mendoakan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik melalui BAZNAS maupun masyarakat.
“Putri dan seluruh keluarga yang mengalami bencana, tentu kami ikut merasakan secara batin. Tetap semangat dan doakan semua yang membantu, yang hadir hari ini maupun yang sudah bersedekah untuk bersama_sama membangun rumah ini,” tuturnya.
Agung menambahkan, pembangunan rumah tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah bersama masyarakat dan lembaga zakat dalam membantu warga yang mengalami musibah.
Ia berharap semangat gotong royong seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Pekanbaru.
“Semoga Allah memberikan rezeki yang lebih banyak lagi kepada semua yang sudah membantu,” pungkas Agung.
Pembangunan rumah bagi korban kebakaran ini juga menjadi salah satu pembangunan rumah layak huni yang dilakukan dengan cepat. Agung menyebut prosesnya bahkan tidak sampai satu minggu sejak musibah terjadi.
Ia berharap rumah tersebut segera rampung sehingga keluarga korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan memulai kembali aktivitas kehidupan mereka

