Tak Sekadar Buka MTQ, Camat Tuah Madani Sampaikan Program Pendidikan dan Bantuan Warga

Tak Sekadar Buka MTQ, Camat Tuah Madani Sampaikan Program Pendidikan dan Bantuan Warga

PEKANBARU(JKR.com)_Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, resmi digelar, Kamis (24/9/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Iman tersebut dibuka langsung oleh Camat Tuah Madani, Farid Irwan Maulana.

Farid mengapresiasi pelaksanaan MTQ sebagai salah satu wadah pembinaan keagamaan sekaligus sarana untuk mencari dan mengembangkan bibit_bibit generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan.

"Selain kita mengapresiasi pelaksanaan MTQ, kegiatan ini sejatinya juga menjadi wadah untuk mencari bibit_bibit generasi muda dalam bidang ajaran agama Islam," ungkap Farid kepada media ini.

Selain berbicara mengenai MTQ, Farid juga menyampaikan sejumlah program Pemerintah Kota Pekanbaru yang perlu diketahui masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan perubahan data desil masyarakat yang dapat berpengaruh terhadap penerimaan bantuan pemerintah.

Ia mengimbau warga yang mengalami perubahan atau kenaikan desil secara tiba_tiba untuk melaporkannya melalui posko pengaduan yang tersedia di kantor camat maupun kantor lurah.

"Jadi bagi warga masyarakat yang desilnya tiba_tiba naik, bisa melapor ke posko pengaduan di kantor camat atau di kantor lurah. Masyarakat bisa melaporkan di sana agar datanya dapat diperbaiki kembali seperti semula," jelasnya.

Menurut Farid, langkah tersebut penting agar bantuan pemerintah dapat kembali diterima oleh masyarakat yang memang memenuhi kriteria sebagai penerima.

Ia menambahkan, sosialisasi mengenai program tersebut akan terus dilakukan kepada masyarakat karena menjadi bagian dari program Pemerintah Kota Pekanbaru yang berkelanjutan.

Selain persoalan bantuan sosial, Farid juga menyinggung upaya pemerintah dalam menangani anak_anak yang putus sekolah. Pemerintah, kata dia, berupaya agar anak_anak yang terkendala melanjutkan pendidikan dapat kembali memperoleh akses pendidikan sesuai jenjangnya.

"Ini juga agar masyarakat dan anak-anak kita yang putus sekolah dapat diakomodir, sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan. Harapannya tentu dapat ikut mencerdaskan anak_anak kita di Kota Pekanbaru," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Farid juga menyoroti kondisi Masjid Al-Iman yang menjadi lokasi pelaksanaan MTQ. Ia melihat langsung pembangunan masjid yang masih berlangsung dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Melihat kondisi tersebut, Farid mengaku tergerak secara pribadi untuk memberikan bantuan berupa donasi bagi pembangunan masjid.

"Sehubungan dengan pelaksanaan MTQ di Kelurahan Sidomulyo Barat ini, di Masjid Al-Iman, kami melihat kondisi bangunan yang masih dalam tahap pembangunan. Secara pribadi kami tergerak untuk memberikan sedikit donasi untuk pembangunan masjid ini," ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pribadi sekaligus bagian dari amal untuk mendukung pembangunan sarana ibadah di tengah masyarakat.

Ia berharap pembangunan Masjid Al-Iman dapat terus berjalan dan nantinya memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kelurahan Sidomulyo Barat, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda.

Pelaksanaan MTQ tingkat Kelurahan Sidomulyo Barat sendiri diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran serta membangun generasi yang memiliki pemahaman dan pengamalan nilai_nilai agama dalam kehidupan sehari_hari.

Berita Lainnya

Index