PEKANBARU(JKR.com)_Keluarga besar pengurus Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Pekanbaru menggelar Seminar Budaya Melayu Riau sebagai upaya memperkuat nilai_nilai adat dan jati diri Melayu di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Resty Menara Pekanbaru, Rabu (4/11/2026) pagi, dengan mengangkat tema “Penguatan Nilai_Nilai Asas Jati Diri Melayu pada Pembelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau (BMR) sebagai Realisasi Visi dan Misi Kota Pekanbaru yang Berbudaya, Maju dan Sejahtera.”
Seminar ini menjadi salah satu bentuk kepedulian DMDI terhadap pelestarian budaya Melayu, khususnya melalui dunia pendidikan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari guru SD dan SMP, pengawas sekolah, pemerhati budaya, pakar kebudayaan, serta masyarakat umum.
Ketua Panitia, Dr. Irpan Maidelis, S.Pd., MM, mengatakan bahwa seminar tersebut merupakan rangkaian kegiatan DMDI Kota Pekanbaru dalam mendorong pelestarian dan pengembangan kebudayaan Melayu Riau.
Menurutnya, sebelum pelaksanaan seminar, DMDI juga telah menggelar sejumlah kegiatan perlombaan di bidang kebudayaan, di antaranya lomba kompang, rebana, dan dai cilik.
“Beberapa kegiatan perlombaan di bidang kebudayaan sudah kita laksanakan. Hari ini kita tutup rangkaian kegiatan tersebut dengan seminar budaya Melayu Riau, khususnya bagi guru_guru di Kota Pekanbaru,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan para tenaga pendidik dalam seminar ini sangat penting karena sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai_nilai budaya Melayu kepada generasi muda melalui pembelajaran muatan lokal Budaya Melayu Riau.
Irpan menegaskan, DMDI Kota Pekanbaru siap mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mewujudkan kota yang berbudaya, maju, dan sejahtera.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, pihaknya juga telah menyiapkan gagasan kegiatan kebudayaan yang melibatkan kalangan remaja dan pemuda.
Salah satu rencana yang tengah dipersiapkan adalah menggelar kegiatan pembacaan syair dan Gurindam 12 secara massal dengan melibatkan sebanyak mungkin generasi muda di Kota Pekanbaru.
“Insyaallah pada 2027 mendatang kita akan mencoba membuat kegiatan pembacaan syair dan gurindam terbanyak di Kota Pekanbaru yang diisi oleh remaja dan pemuda,” jelasnya.
Ia berharap, melalui berbagai kegiatan tersebut, budaya Melayu Riau tetap menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kota Pekanbaru dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Kita ingin budaya Melayu Riau tetap menjadi jati diri masyarakat Kota Pekanbaru. Jangan sampai budaya ini hilang. Mari kita tingkatkan rasa cinta dan kepedulian terhadap budaya Melayu yang menjadi warisan kita bersama,” tutup Irpan.
Melalui seminar ini, DMDI Kota Pekanbaru berharap penguatan pendidikan budaya Melayu tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter generasi muda dalam kehidupan sehari_hari.

