PEKANBARU(JKR.com)_Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan budaya Melayu melalui kehadiran pada kegiatan Jambore Ekologis Malay Youth Summit dan Festival Kebudayaan Melayu Riau 2026 yang digelar di Taman Rekreasi Alam Mayang, Jalan Imam Munandar, Kamis (21/05/2026).
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dalam kegiatan tersebut diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2026 itu mengusung tema “Kebudayaan dan Kelestarian Lingkungan Melalui Semangat Keberlanjutan Menyongsong Indonesia Emas 2045: Menjaga Alam, Menjaga Masa Depan.”
Reza Aulia Putra menegaskan bahwa jambore ekologis bukan sekadar kegiatan seremonial atau hiburan semata, melainkan wadah edukasi untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Jambore ekologis adalah wadah untuk menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua. Alam yang bersih, hijau, dan lestari adalah warisan berharga yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga budaya Melayu sebagai identitas masyarakat Riau. Nilai_nilai adat Melayu yang menjunjung tinggi sopan santun, gotong royong, dan kearifan lokal dinilai sangat relevan dengan semangat menjaga keseimbangan alam.
Ia juga mengingatkan filosofi Melayu yang berbunyi “Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah,” sebagai pedoman hidup masyarakat yang menekankan keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan.
“Budaya Melayu mengajarkan kita hidup selaras dengan alam. Karena itu, generasi muda harus mampu menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan sekaligus melestarikan budaya daerah,” katanya.
Reza berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muda yang kreatif, peduli lingkungan, serta memiliki rasa bangga terhadap budaya Melayu Riau.
Ia juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menjadikan semangat jambore sebagai gerakan bersama dalam menjaga alam dan memperkuat persatuan.
“Mari kita jadikan semangat jambore ini sebagai gerakan bersama: menjaga sungai tetap bersih, menjaga hutan tetap hijau, menjaga budaya tetap hidup, dan menjaga persatuan tetap kuat,” ungkapnya.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya dalam menjaga lingkungan dan mempertahankan nilai_nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Di akhir sambutannya, Reza menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap jambore ekologis dan festival budaya ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun generasi muda yang cinta lingkungan dan budaya.

