Dishub Pekanbaru dan Pengelola Transportasi Online Sepakati Tertib Lalu Lintas

Dishub Pekanbaru dan Pengelola Transportasi Online Sepakati Tertib Lalu Lintas

PEKANBARU(JKR.com)_Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru menggelar pertemuan bersama sejumlah perwakilan perusahaan jasa transportasi online yang beroperasi di Kota Pekanbaru, Selasa (22/9/2026) sore.

Pertemuan tersebut diikuti perwakilan sejumlah perusahaan transportasi dan layanan berbasis aplikasi, di antaranya Gojek, Grab, Maxim dan Shopee Food. Selain mempererat silaturahmi, pertemuan juga menjadi forum untuk menyamakan persepsi terkait ketertiban lalu lintas di Kota Pekanbaru.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengatakan pembahasan terutama menyangkut kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, khususnya di kawasan tertib lalu lintas.

"Agenda pertama tentu silaturahmi. Kemudian yang kedua terkait dengan kegiatan_kegiatan yang berhubungan dengan lalu lintas, khususnya di kawasan tertib lalu lintas," ujar Masykur kepada media ini.

Menurutnya, para pengemudi transportasi online diharapkan dapat mematuhi rambu_rambu dan ketentuan lalu lintas saat menjalankan aktivitasnya. Hal tersebut dinilai penting untuk menciptakan kondisi jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Masykur menyebut pertemuan tersebut juga melibatkan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru. Pemerintah bersama pihak perusahaan transportasi online berupaya membangun kesamaan pemahaman mengenai aturan di lapangan.

"Bagaimana ke depannya pengendara, baik pengemudi ojek online maupun masyarakat, bisa mematuhi terutama rambu_rambu dan aturan berlalu lintas," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Dishub juga membahas insiden yang sempat viral beberapa hari sebelumnya, yakni keributan antara seorang pengemudi ojek online dengan petugas di lapangan.

Masykur menjelaskan, kejadian tersebut berawal ketika pengemudi ojek online berhenti atau menunggu penumpang di lokasi yang terdapat rambu larangan parkir. Petugas kemudian mengingatkan pengemudi agar tidak berhenti di kawasan tersebut.

Namun, menurut Masykur, terjadi miskomunikasi antara kedua pihak hingga akhirnya memicu keributan.

"Kita berikan pemahaman bahwa anggota kita bertugas. Anggota kita semata_mata menjalankan kewajiban dan tugas mereka," katanya.

Ia menegaskan, pemerintah tetap memberikan ruang kepada masyarakat, termasuk para pengemudi transportasi online, untuk bekerja dan mencari nafkah. Namun, aktivitas tersebut tetap harus dilakukan dengan memperhatikan aturan yang berlaku.

"Kita mempersilakan seluruh masyarakat untuk berusaha, mencari nafkah, mencari rezeki. Kita terbuka untuk itu, tetapi tentu tidak mengabaikan prinsip_prinsip dan aturan yang ada," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, pihak terkait juga menyampaikan klarifikasi atas insiden yang terjadi. Masykur mengatakan, pengemudi yang bersangkutan telah mengakui adanya kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf.

Dishub, kata dia, menghargai sikap tersebut dan berharap persoalan yang sempat menjadi perhatian publik itu dapat diselesaikan secara baik.

"Yang bersangkutan juga mengakui kesalahan dan kelalaiannya sehingga ini memunculkan polemik di ruang publik. Tadi sudah disampaikan klarifikasi dan permohonan maaf, dan itu kita hargai," ungkap Masykur.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah, petugas lapangan dan perusahaan transportasi online dapat terus diperkuat sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Ke depan, sama_sama kita tertib, sama_sama kita jaga agar aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan," pungkasnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan perusahaan transportasi online, sekaligus mendorong terciptanya ketertiban lalu lintas di Kota Pekanbaru.

Berita Lainnya

Index