Percepatan Tol Trans Sumatra Khususnya Seksi Lingkar Pekanbaru Terus Menunjukkan Progres Signifikan

Percepatan Tol Trans Sumatra Khususnya Seksi Lingkar Pekanbaru Terus Menunjukkan Progres Signifikan
Kabid Pengadaan dan Penataan Pertanahan Aribudi Sunarko

PEKANBARU(JKR)_Upaya percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru–Rengat, khususnya Seksi Lingkar Pekanbaru, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan April 2026, penyelesaian Administrasi Ganti Kerugian Tanah (AGHT) telah mencapai sekitar 87 persen.

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar, Selasa (14/4), dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Kepala Dinas Pertanahan Kota Pekanbaru Mardiansyah, yang diwakili Kabid Pengadaan dan Penataan Pertanahan Aribudi Sunarko, menyebut rapat tersebut difokuskan pada evaluasi sekaligus percepatan penyelesaian hambatan di lapangan.

“Rapat ini menjadi evaluasi terhadap progres pembangunan tol, termasuk mengidentifikasi gangguan, hambatan, dan tantangan agar bisa segera dicarikan solusi,” ujar Aribudi.

Menurut Aribudi, sisa 13 persen penyelesaian AGHT saat ini didominasi persoalan administratif. Di antaranya, kebutuhan perubahan peta bidang serta kelengkapan dokumen seperti KTP.

“Bukan masalah mendasar, namun karena menyangkut keuangan negara, proses administrasi harus benar_benar teliti sebelum pencairan dilakukan,” jelasnya.

Selain itu, rapat juga membahas penggantian lahan milik negara yang terdampak proyek tol. Salah satunya lahan nursery yang berada di bawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) kota Pekanbaru .Sesuai aturan, penggantian dilakukan melalui mekanisme tukar guling, bukan pembayaran uang.

Saat ini, masih terdapat kewajiban penggantian senilai sekitar Rp 3,5 miliar yang tengah dicarikan lahan pengganti. Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu ke depan.

“Penggantiannya tidak dilihat dari luas lahan, tetapi dari nilai yang setara. Ini akan segera difinalkan bersama Wali Kota,” tambahnya.

Di sisi lain, pengembangan infrastruktur pendukung juga terus berjalan. Salah satunya pembangunan akses jalan di kawasan Muara Fajar Timur yang akan terhubung langsung ke jalan tol. Rencana tersebut mencakup pembangunan Jalan 70 yang akan diperpanjang hingga ke arah timur, menghubungkan sejumlah wilayah hingga rencana pembangunan Jembatan Siak V.

“Pembangunan tol dan jalan lingkar harus selaras arahnya. Saat ini kami juga sedang memanggil para pemilik lahan agar proses pembebasan bisa segera terealisasi,” tutup Aribudi.

Dengan progres yang telah mencapai tahap akhir dan koordinasi lintas instansi yang semakin solid, pembangunan Tol Pekanbaru_Rengat diharapkan dapat segera rampung dan memberikan dampak positif bagi konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau.

Rakor tersebut turut dihadiri unsur Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, pemerintah kota, pemerintah provinsi, hingga Pemerintah Kabupaten Kampar. Sinergi lintas lembaga dinilai menjadi kunci kelancaran proyek strategis nasional tersebut.

Berita Lainnya

Index